Mercusuar

Mercusuar
Bab 27


__ADS_3

Sekolah sudah lumayan sepi hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di halaman, sedangkan di sudut gerbang Re sedang menunggu bunda sambil bermain ponsel.


Cukup lama dia menunggu di sana hingga merasa jengah, di watsap pun tidak ada balasan jarang-jarang bunda begini.


"Mana sih bunda, lama amat jemputnya? "


Re menelpon beberapa kali namun hanya berdering dan tidak di jawab.


"Yah terpaksa nunggu angkot, tau gitu mah tadi mending gue naik bus sekolah. "


Re kemudian bangun dari duduknya dan jalan ke tepi jalan raya, ia melihat jauh ke ujung jalan tapi tidak melihat tanda-tanda adanya angkot yang lewat.


Shitt...


Suara Rem yang membuat ngilu, berhenti tepat di hadapannya dan membuatnya terkejut.


"Ayo balik, mau nunggu siapa lagi lo? Tadi papa nyuruh gua balik bareng lo. " ucapnya setelah membuka kaca helm.


"Naik motor, ngga mau ah! "


"Ya iya lah, mau naik apa lagi emang. Udah buruan, apa perlu gua angkat keatas jok?! " ucapnya dengan nada mengancam.


"Gausah gausah ngga perlu, bisa naik sendiri gue! "


"Udah belum?! "


"Hmm, cepetan keburu ada yang liat! " ia memperhatikan sekitar memastikan kondisi benar-benar aman.


"Nebeng juga pake ngatur-ngatur segala. "


Yans menyalakan motor dan mulai menarik gas nya dengan kecepatan tinggi tapi baginya ini terbilang pelan.


"Tadi lo bilang disuruh bokap nyusul gue, bokap lo bilang ngga nyokap gue kemana? " ia bertanya dengan teriakan.


"Pergi sama bokap gua, ntah kemana. "


Hanya di jawab O oleh Re.


Tidak ada obrolan hingga keduanya turun dari motor kemudian masuk.


Re melihat Yans dengan tatapan sinis dan itu di sadari oleh manusianya.


"Ngapa lo ngeliatin gua gitu?! " dia risih dilihat begitu oleh Re.


"Engga..." ucapnya cuek kemudian berlalu mendahului Yans.


......................


Senja berlalu begitu cepat, digantikan dengan langit gelap namun penuh kilauan cahaya. Sangat indah dan menyejukkan mata. Entah kenapa menatap langit di malam hari begitu menenangkan hati, apalagi jika hati tengah gelisah dan resah.


Tak.. Tak... Tak...


Suara but Yans yang beradu dengan anak tangga, dia juga berpakaian formal ala berandalan geng motor. Tidak tahu apa yang akan dilakukan anak ini malam-malam begini.


"Pah" Yans langsung mencium tangan om Hadi sebagai trik muslihat agar diizinkan keluar.


"Mau kemana kamu? " tanya om Hadi dengan wajah shock sebab biasanya juga dia saliman setahun dua kali sama bokap nya.


"Ada reunian geng motor pa, penting banget. Yans keluar ya pa gaenak sama anak-anak masa ketua ngga dateng. " ucapnya dengan nada merayu.


Mendengar itu om Hadi langsung menarik tangannya dari genggaman Yans.


"Ngga, kamu udah janji ya waktu itu kalau ngga ikut-ikut geng motor berandalan itu lagi. Mau ngelanggar janji?! " tolak nya mentah-mentah.


"Sekali aja pa, besok-besok engga deh... "


"Ngga! "

__ADS_1


Om Hadi pergi meninggalkan dirinya yang masih memohon tapi justru diabaikan.


"Argh, udalah kluar aja! "


"Masuk kamar apa ngga usah pulang sekalian! " ucap om Hadi sebelum menyeruput kopi.


Dengan wajah kusut Yans naik keatas, berjalan sambil menghentakkan kaki kuat-kuat di tangga.


"Ngga ada cara lain! " terburu ia menuju kamar Re untuk melakukan aksinya.


"Re Re buka pintunya. "


Yans mengetuk pintu beberapa kali tapi tak kunjung di buka.


Diketuk nya lagi dengan suara lebih keras dengan harapan di buka oleh pemiliknya.


"Inalilahi! " Yans terkejut.


"Apaansi, ganggu gue maskeran tau ngga?! " protesnya.


"Bantuin gua turun ke bawah. "


"Hah?"


"Udah pokoknya bantuin gua turun lewat jendela, gua udah di tungguin soalnya penting banget ini! "


"Oh pasti lo ngga di bolehin bokap kan, ngga ah males! "


Re menutup pintu namun berhasil di tahan oleh Yans.


"Ngga terima penolakan! " ia menerobos masuk begitu saja tanpa izin.


"Woyla bisa ngga sih ngga ganggu gue sehari aja, hah?! "


"Ngga bisa "


"****** lo ya! " umpat nya kesal.


"Yakin lo mau langsung loncat dari sini, loncat tiba-tiba dari ketinggian 3 meter bisa buat patah tulang loh? " tanyanya dengan tatapan meragukan.


"Ya engga lah, lo pikir gua goblok apa. Ntar, gua mau ambil tangga nya dulu. "


Yans pergi mengambil sesuatu, dan kembali lagi dengan gulungan tangga gantung di tangannya.


"Nah, jadi tugas lo cukup tahan ini biar ngga lepas pas gua turun and ini bakal gua sangkutin di sini. Tapi inget lo juga harus bantuin nahan, gua takut talinya lepas terus gua jatoh lagi yang kedua kalinya. "


Mulailah di rangkai sedemikian rupa hingga tangga nya menjuntai ke bawah.


"Seriusan turun pake ini? " setelah melihat dasar yang cukup menciutkan nyali Re semakin ragu dengan tindakan Yans.


"Udah ngga usah takut gitu kali gua udah biasa, oh lo pasti takut kalau gua jatoh kan? " tanya nya dengan tatapan menggoda.


"Dih GR banget, justru gue bersyukur lo jatoh biar ngga ada yang ngerecokin gue lagi di sini! " jawabnya kesal.


"Sa'ae lo cil" Yans mengacak rambut Re.


Dia melangkahi pagar dan mulai memijak anak tangga satu persatu, gerakan nya itu tidak terlihat seperti amatiran sama sekali.


Brukkk....


Akhirnya dia berhasil mendarat dengan sempurna di bawah, walaupun tadi talinya sedikit merosot karena tidak di tahan dengan kuat.


"Tarik tangga nya, sama sekalian helm gua. "


"Nih tangkep! "


Re menjatuhkan helm dan berhasil di tangkap oleh Yans.

__ADS_1


"Ok, thanks ya cil. Ntar kalo gua balik gua kabarin,bye. "


Ucapnya santai lalu pergi ke ke depan untuk mengambil motornya yang berada di garasi.


"Demit syalan itu bisanya cuma nyuruh-nyuruh gue aja, ****** emang. Monyed lah lah! " umpat nya kesal.


"Ya Allah gue capek, capek banget ya Allah. Huhuhu..." Re merengek pada setan pojokan kamar, habisnya ngga tau lagi mau ngedumel ngerengek sama siapa lagi.


Brakkk.....


Suara jendela yang ditutup dengan tenaga titan nyaris membuat rumah roboh, canda cuakz.


Re lantas menutup tirai dan bersiap untuk pergi tidur, semoga saja malam ini mimpiin Fasha Amin.


Pukul 12 malam lewat Yans datang memarkirkan motornya di tempat semula, sebelumnya motor itu sudah mati sebelum masuk gerbang dan dituntun nya kedalam.


Yans berjalan nyaris tanpa suara ke pelataran rumah, tapi dia lupa jika rumahnya sendiri dilengkapi CCTV.


Lagi-lagi ia terkendala saat ingin masuk, ternyata pintunya terkunci rapat dan tidak bisa dibuka kecuali di dobrak. Akh tidak ada cara lain selain meminta bantuan orang dalam, orang yang di dalam maksudnya.


Drettt... Drettt.... Drettt.... Drettt.... Drettt....


Miscall pertama lost, Yans mencobanya lagi.


Drettt... Drettt... Drettt... Drettt.... Drettt...


Mimpi indah Re tiba-tiba menghilang sebab suara deritan ponselnya sampai ke alam bawah sadar dan membangunkannya.


"Halo? " dengan suara geremeng has orang bangun tidur.


"Bukain pintu sekarang, gua udah di bawah nih! "


"Kirain siapa, ngga ah males udah tidur gue ganggu aja ah! " Re hendak menutup telponnya tapi Yans berteriak dari ujung telpon.


"Woy, bukain pintu atau gua santet lo sekarang juga! " sungguh ancaman yang diluar naila.


"Cih, emang lo punya foto gue gue tanya?! "


"Banyak, udah buruan napa dah mau gua santet lo?! "


"Huahhhhhh, iya iya sabar. Kampret lo yaa! "


Dengan grasak-grusuk Re bangun dari kasur dan turun ke bawah.


Krekkk....


Sudah pelan padahal tapi tetap saja pintu itu menimbulkan suara.


"Pelan-pelan, ntar bokap gua bangun abis kita! " ucapnya setelah berhasil masuk.


"Udah pelan loh, emang pintunya aja yang reseh sama kayak lo. Jan lupa tutup lagi! " serunya kemudian jalan lebih dulu.


"Re, ngapain malam-malam begini turun? "


Mampusss mereka, om Hadi tiba-tiba muncul dari kamar dan membuat Re mematung seketika.


Hal pertama yang Re khawatirkan adalah Yans, sebab apa sebab jika dia ketahuan habislah mereka berdua.


Re celinguk ke kanan kiri depan belakang tapi nihil, Yans sudah hilang dalam sekejap. Ini berarti mereka aman.


"Oh emm anu... Re cuma tadi haus aja kok pa terus turun deh buat minum. Iya haus banget, soalnya cuacanya bikin gerah hehe. " kilahnya berdusta.


"Yaudah, lanjut tidur sana udah malem. " om Hadi lantas masuk kembali.


"Iyaa." ucapnya cengar-cengir, "huft untung aja, hampir mati jantungan gue di sini. "? Re bernafas lega.


"Udah buruan keburu bokap gua bangun lagi! "

__ADS_1


Yans menarik tangan Re dan membawanya berlari menaiki anak tangga.


...----------------...


__ADS_2