Mercusuar

Mercusuar
Bab 13


__ADS_3

Ternyata Fasha cukup ahli mengendarai mobil, bertambahlah satu keahliannya dari sekian banyak keahlian yang lain. Membuat Re semakin tenggelam kedalam lautan merah jambu, persentase suka nya pun bertambah 5 persen dari yang sebelumnya 75 persen.


Andai saja aku bisa menghentikan waktu untuk beberapa saat, pasti hari ini menjadi hari yang tak ingin ku akhiri.


Tunggu tunggu situasi macam apa ini, kenapa mendadak jadi canggung akut begini.


Tidak heran jika mati topik, wong Re lagi sibuk dengan ponselnya.


Re memotret Fasha yang sedang mengemudi secara diam-diam lalu mengunggahnya ke instastory.



Dijadikannya foto ini bukti bahwa dirinya dan Fasha ada kemajuan walaupun hanya nol koma sekian persen.


"Bisa nyetir kenapa lo ngga bawa mobil aja ke sekolah?" Tanya Re menghidupkan suasana.


"Engga, naik bus lebih enak ngga macet."


"Ohhh"


"Tante orangnya asik ya kalo ngobrol, ramah banget lagi jadi buat betah. Tapi pas tadi kuenya gosong gue pengen ngakak tapi takut dosa, abisnya lucu banget sih."


Re tertawa renyah setelah menceritakan hal itu sementara Fasha senyum pun tidak ada.


Mata Re tertuju pada gantungan Minions mungil yang tergantung di rear vision mirror, bukan pada boneka kuning itu lebih tepatnya pada inisial N yang tertulis di sana.


"Bagus bonekanya, lucu juga. Punya lo atau..."


"Ehh, jangan di pegang!"


Seketika senyuman berubah menjadi senyum palsu.


Sikap Fasha sudah menunjukkan seberapa penting perempuan dibalik inisial N itu hingga orang asing pun dilarang menyentuhnya. Ya, orang asing, orang asing yang mencoba masuk untuk menggantikan posisinya.


Re diam dengan wajah kosong, lebih tepatnya mengosongkan pikiran mengenai perempuan yang wajahnya pun belum pernah dilihatnya.


Sepertinya Fasha melihatnya beberapa kali sebab Re mendadak berhenti berbicara. Re yang sudah kembali kesadarannya langsung mengubah ekspresi ke semula, ceria seperti surya hari ini.


"Sepi banget, gue nyalain ya musiknya. "


Mungkin saja musik bisa memperbaiki suasana hatinya yang tertutup raut keceriaan itu.


Setelah memilih, memilih dan memilih akhirnya pilihannya jatuh kepada lagu milik Justin Bieber.


You know you love me , I know you care


Just shout whenever, and I'll be there


You are my love, you are my heart


And we will never, ever, ever be apart


Are we an item?, girl, quit playin'


"We're just friends" , what are you sayin'?


Said, "There's another" , and looked right in my eyes

__ADS_1


My first love broke my heart for the first time, and I was like


"Baby, baby, baby, oh"


Like, "Baby, baby, baby, no"


Like, "Baby, baby, baby, oh"


I thought you'd always be mine, mine.. . . .


Dengan suara lepas ia menyanyikan lagu itu, seolah tak ada siapapun yang mendengarnya dan untungnya Re memiliki suara bagus.


Dilihatnya sekali Re yang bernyanyi lepas tanpa beban itu di sampingnya.


Namun Fasha tetap fokus menyetir dan menolak larut dalam lagu. Tapi tidak dengan kakinya yang bergerak naik turun mengikuti alunan lagu secara naluriah.


Mobil hitam itu akhirnya tiba di depan rumah om Hadi, Re turun setelah mengucapkan terimakasih kepada Fasha lalu masuk ke dalam. Sebelum menginjak gas ia melihat punggung Re untuk yang terakhir kalinya.


Tak ada yang menyadari jika Yans tengah memperhatikan dari jendela kamarnya.


Re masuk dengan perasaan bahagia, senyum lebar ala remaja dimabuk asmara terlihat di wajahnya.


"Re pulang bun, om, bulek" sapanya kepada tiga orang yang sedang bercengkrama di ruang tengah tanpa menghampiri mereka.


"Itu mba Re kenapa ya kok sepertinya gembira ria gitu?" Tanya bulek Karsih.


"Biasalah anak muda kalau lagi kasmaran ya begitu, kayak ngga pernah muda aja bulek ini iya kan bun? " Balas om Hadi.


"Iya sih, tapi saya dulu ngga seheboh itu juga perasaan. " Bunda heran.


...****************...


"Baby, baby, baby, oh


Like, Baby, baby, baby, no


Like, Baby, baby, baby, oh


I thought you'd always be mine, mine "


Re melanjutkan lagu tadi di dalam bathtub sambil bermain busa, begitu menyenangkannya hari ini sampai lagu itu dinyanyikannya terus menerus.


"Why can I be so obsessed like this? I don't know since when did I become like this."


" After all, there's no reason to fall in love, right."


Re masuk kedalam kamarnya setelah makan malam dibawah tadi, ia langsung menyiapkan buku pelajaran untuk esok dan mengecek apakah ada tugas yang mungkin dia lupa kerjakan.


Ting....


Ada suara notif WhatsApp, Re lantas mengambil ponselnya di nakas. Ternyata ada Chat dari nomor tidak dikenal. Karena penasaran ia pun membukanya.


"Siapa yang iseng gini? " Benaknya bertanya tanya.


Di lihatlah profil pengirim chat itu, ternyata Yans si pengirim messed chat itu.


"Males lah, bodoamat. "

__ADS_1


Re pikir Yans menerima penolakan ternyata tidak, Yans menelpon dan membuatnya kesal karena sangat mengganggu.


Tok... Tok....


"Ngga di kunci. " Sahutnya dari dalam.


Re membuka pintu dan mendapati Yans yang sedang asyik bermain ps.


"Ngapa?!" Re masih berdiri di ambang pintu menatapnya, tak sedikitpun dirinya melangkah maju.


"KERJAIN TUGAS MTK GUE! " ucapnya tanpa menghentikan permainan.


"Apaan sih , gj. " Re berbalik untuk pergi.


"Apapun yang lo minta gua kasih! " Ucap Yans.


"Oh jadi ceritanya ngejoki sama gue, sorry gue MALES! "


"Ok, fine kalo lo ngga mau ga masalah tapi gua bakal bilang ke 'dia' kalau lo itu adek gua! " Ucapnya santai namun mengancam.


"Dia, siapa? " Re berbalik lagi.


"Yang nganter lo tadi sore. Lo bisa lah bayangin gimana reaksinya."


Whats...


'Maksudnya apa dia ngomong gitu anjrit, lagian kok dia bisa tau kalo yang nganter gue tadi Fasha? '


Before Re masuk ke rumah.


Yans yang penasaran dengan laki-laki itu pun kemudian melemparkan sebuah kerikil ke atap mobil berharap identitas orang itu terkuak.


Dan benar saja, Fasha keluar dari mobil untuk memeriksa bunyi apa tadi.


.


"Dia rupanya, ok baiklah


"Apa apaan nih loo ngancem gue?! "


"Gua ngga ngancem kan gua udah kasih opsi tinggal pilih salah satu aja ribet banget. " Kali ini Yans benar-benar kelewatan.


Arghtt...


"Iyaa oke, gue kerjain, mana?! " Re setuju untuk mengerjakan tugas Yans setelah berpikir sebentar.


"Ada di atas meja. "


Re masuk untuk mengambil buku itu dan lantas pergi ke kamarnya. Dibanting nya pintu kamar hingga bersuara keras.


"Hikshiks, apes banget sih gue hari ini disuruh ngerjain tugas dianya malah enak-enak main PSP. " Re menggerutu seraya melemparkan buku itu ke tempat tidur.


"Liat aja nanti bakal bales dendam gue! "


Akhirnya Re mengerjakannya PR yang bukan miliknya itu dengan sangat terpaksa setelah mengumpulkan niat cukup lama.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2