Mercusuar

Mercusuar
Bab 12


__ADS_3

Re tertidur di bangku bus dengan kepala menyandar di bahu Fasha, dirinya yang jengah berulang kali memindahkan kepala Re ke jendela. Namun seperti ada magnet diantara kepala Re dan bahunya, selalu saja kepala itu kembali lagi dan lagi.


"Re bangun... " Fasha mengguncang pelan bahunya supaya dia terbangun.


"Akhh iya, sorry ya gue ketiduran abisnya bahu lo enak kayak bantal. " ia menyunggingkan senyum.


"Gua mau turun. "


"Yaudah turun aja, bye" Re masih belum menyadari sesuatu.


"Neng nya mau turun dimana? " Tanya sopir bus itu setelah Fasha turun.


"Di jalan Diponegoro nomor 17 pak" Jawabnya dengan santai.


"Loh jalan Diponegoro mah sudah kelewatan neng, ini udah nyampe di jalan Kartini. "


"Hah kok ngga bilang dari tadi sih pak gimana ih, ya udah deh saya turun di sini aja! " Sontak ia kaget dan terburu turun sebelum Fasha jauh.


"Fasha" Panggilnya sambil mengejar langkah Fasha.


"Ngapain lo turun disini? "


"Gue kelabasan, terus ngga tau mau ngapain jadi gue turun disini."


"Oh, yaudah tunggu bus lagi aja di seberang. Sore gini susah sih biasanya. "


"Yah...kalau misalnya gue ke rumah lo buat nunggu di jemput sama nyokap gue boleh ngga? "


Boleh yaa.. yaa.. Pliss boleh...


Fasha tak menjawabnya dan lanjut jalan, Re menganggap dia setuju lalu membuntutinya.


Kemalangan yang membuatnya senang, memang benar kata orang 'selalu ada kesempatan di tengah kesempitan'.


"Assalamu'alaikum"


Re ikut mengucapkan salam samar-samar, baru saja masuk ke ruang tamu dia sudah terkesima dengan rumah bergaya klasik kuno dengan furnitur serba coklat. Padahal tadi diluar terlihat seperti rumah pada umumnya namun setelah masuk Re langsung merasa nyaman dan enggan untuk keluar.


"Udah pulang dek" Ucap seorang wanita yang terlihat sedikit lebih tua dari bunda Re.


"Dek? " entah kenapa mulutnya mengeluarkan suara saat mengucapkan itu, sontak mendapat tatapan dari Fasha saat itu juga.


Fasha mencium punggung tangannya dan Re pun mengikutinya.


"Loh ini kok bawa temen ngga bilang-bilang sama mama, kan mama bisa masak dulu tadi. "


"Fasha mau ganti baju dulu", " Lo duduk aja dulu sambil nunggu. "


"Iyah"


"Ayo duduk dulu, tante buatin minum ya mau minum apa? "


"Ahh ngga usah tante lagian saya cuma nunggu dijemput sama bunda kok ngga lama-lama. " Tolak nya secara halus.


"Sirup mau kan, tante buatin dulu ya. "

__ADS_1


"Beneran ngga usah tante. "


"Ngga papa, ngga usah malu wong pasti haus to?"


Re hanya cengar-cengir menanggapi ucapan tante Rumi yang memang sesuai kenyataan.


Beberapa saat kemudian tante Rumi sudah kembali dengan baki di tangannya.


"Nih diminum dulu, ini namanya siapa? "


"Re tante" Jawab Re setelah meneguk sedikit minuman itu.


"Re memangnya habis dari mana? "


"Dari olimp sama Fasha tante, jadi ceritanya kita berdua ketinggalan rombongan sekolah jadi naik bus pulangnya tapi Re kelabasan karena ketiduran jadinya terpaksa deh nunggu di jemput di sini. Ngga papua kan tante?"


"Ya ndak apa-apa santai aja, tante juga kaget awalnya kok tumben Fasha bawa temen perempuan lagi. Tante kira Fasha mau ngenalin pacarnya ehh ternyata bukan. "


Tante Rumi berkata demikian membuat Re tertawa lebar tanpa ekspresi.


"Ahahaha tante ada-ada aja"


"Anaknya aja ansos gitu kok" Lanjutnya dalam hati.


"Kecewa deh tante. " Tante Rumi juga tertawa dengan slay.


"Tante, tante nyium bau gosong atau apa gitu? " Re mengendus udara di sekitarnya yang menurutnya aneh.


"Eh iya ya, haduh jangan jangan kue tante gosong lagi. "


Dengan cepat tante Rumi berlari ke dapur disertai panik, Re entah kenapa ia jadi ikutan berlari.


"Hati-hati tante nanti kena loyang nya, mungkin itu tadi temperatur nya ketinggian terus waktunya juga lama makanya gosong. "


"Iya deh kayaknya, yah sayang dong ngga bisa di makan" Di pindahkannya kukis itu ke tempat sampah sambil meratapi nya.


"Gapapa tante inimah wajar, dulu bunda Re juga sering kuenya gosong begini. "


"Bunda Kamu bisa bikin kue juga? "


"Ya gitu deh, udah ada tokonya malah. "


"Toko kue apa namanya? "


"RERE BAKRIE tan"


"Loh jadi Rere bakrie itu punya bunda Re, itumah toko langganan tante Re. Owalah jadi kamu anaknya bu Anggi too? "


"Hehe iya"


"Berarti bisa dong tante diajarin bikin kue sama kamu? "


"Iya tante nanti kapan-kapan Re main lagi dan buat kue bareng sama tante. "


" Oke, tante tungguin pokoknya. "

__ADS_1


Re tersenyum mendapat pujian itu, dia juga tak tau apakah dirinya masih bisa masuk ke dalam rumah ini untuk yang kedua kalinya atau tidak.


"Re boleh tanya sesuatu ngga sama tante? "


"Boleh dong tanya apa emangnya? "


"Tan si Fasha itu dilarang makan makanan luar atau memang dia anti sama makanan warung? "


"Fasha memang susah kalau makan, dia cuma suka beberapa makanan aja kayak omelette, semur dan rica-rica. "


"Oh pantesan dia ngga pernah ke kantin. " Simpul nya.


"Mah ngapain? " Tanya Fasha yang baru saja muncul di dapur.


"Mama lagi buat kukis tapi malah gosong dek, gagal total. "


"Aduh kok bunda ngga bales sih, ngga angkat telpon juga lagi." Re tampak gelisah mengusap usap ponselnya.


"Kenapa Re? "


"Bunda Re ngga bisa di hubungin tan, mana mendung lagi . Kayaknya Re harus pulang sekarang deh tante sebelum kejebak hujan nanti. "


Re kembali ke ruang tamu bersiap untuk pulang.


"Tante Re pamit pulang dulu ya sudah sore juga."


"Naik apa pulangnya? "


"Pesen gojek aja tan"


"Ehh ngga usah nanti kalau kehujanan di jalan gimana bisa sakit loh. Biar dianter aja ya sama Fasha.. "


"Fasha... Dek.. Adek.. . . "


Fasha yang hendak masuk kamar pun menjadi urung karena mendengar panggilan ibunya.


"Iya mah kenapa? "


"Anterin Re pulang nak pakai mobil, masak mau pulang naik gojek nanti kalo basah kuyup gimana? "


"Ngga papa tante Saya bisa pulang sendiri jollll? Re juga udah banyak ngerepotin disini. " Mulutnya emang nolak tapi tidak dengan hatinya.


"Udah ngga boleh nolak, Fasha buruan anterin! "


"Aku? "


"Siapa lagi kalau bukan kamu? "


"Mah... " Fasha seperti ingin menolak seruan ibunya.


"Udah buruan, ngga jauh kok! "


Akhirnya dengan segala keterpaksaan dia beranjak untuk mengambil kontak mobil.


"Kalau gitu Re pulang dulu ya tante, assalamu'alaikum" Diakhiri dengan menyalimi tante Rumi.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, bawa mobilnya pelan-pelan dek ngga usah ngebut. "


...----------------...


__ADS_2