Mercusuar

Mercusuar
Bab 15


__ADS_3

Seperti biasa, hari selasa sore adalah jadwal latihan taekwondo SMA Nusantara. Para peserta olahraga inipun juga sudah siap hanya tinggal menunggu pelatih mereka, begitu juga dengan Fasha yang tengah pemanasan.


"Sabam dateng oi Sabam dateng! "


Seru seseorang yang kemudian membuat mereka semua kelabakan untuk baris.


Benar saja, Sabam datang setelah itu dengan membawa seseorang dibelakang nya.


"Halo semua apakabar, kita ada temen baru yang akan latihan bareng kalian mulai hari ini. Apa ada yang sudah kenal sama dia? " Tanya sabam Ivan seraya menunjukkan seseorang disebelahnya.


Belum...


Sudah...


"Ada yang jawab belum ada juga yang jawab sudah nih, mending kenalan lagi biar yang udah kenal makin kenal dan yang belum kenal bisa kenal. Karena apa, karena kalau tak kenal maka tak... "


SAYANG.....


"Please introduce yourself to them about your hobi, class and others think. And yang paling penting alasan kamu gabung di sini, oke silahkan. " Sabam Ivan mempersilahkan nya untuk memperkenalkan diri.


"Hay guys, buat yang belum kenal kenalin gue Re Zevanka Calista dari sebelas IPA 3. Hobi gue e-song and eating, dan alasan gue ikut taekwondo ini karena..." , Dia beradu tatap dengan Fasha yang ada di barisan belakang. " Ya... karena gue pengen orang yang gue suka itu ngga ngeremehin gue dan buktiin kalau gue juga pantas buat dia. Itu aja sih. " Ucapnya masih dengan mata melihat kearah Fasha.


Wuuuu sweet banget...


Kiw kiw..


Ekhm ekhm siapa nih..


"Widih, pdkt terniat inimah. " Ucap salah seorang.


Sontak GOR menjadi ramai karena siulan dan kata-kata godaan seperti ciee ciee.


Fasha tak ikut andil dalam hal itu, ia justru memalingkan wajahnya kearah lain.


"Hey hey sudah, jangan buat Re malu dan hilang semangat ya. Re sekarang kamu gabung di sana sama mereka yah. "


"Iya Bam. " Re kemudian masuk ke barisan hubae.


"Sekarang kita mulai latihannya, seperti biasa kita pemanasan dulu. "


Kyungrye sabam...


Ucap semuanya serentak kecuali Re yang kebingungan karena tidak tahu ada tradisi memberi salam hormat kepada pelatih seperti ini.


Pemanasan pun dimulai dipimipin sabam Ivan sendiri, Re yang masih hubae beberapa menit lalu hanya bisa mengikuti gerakan orang disebelahnya.


"Keuman, cukup pemanasan nya, sekarang mulai latihan inti. Fasha, Adit, Ari langsung pimpin latihan ya. " Sabam Ivan memerintahkan ketiga murid sabuk merah itu untuk memandu para hubae latihan.


Ketiganya langsung mengambil posisi di depan barisan dengan tingkatan yang berbeda. Sayang sekali Fasha tidak melatih kelompok sabuk putih dan membuat Re sedikit hilang semangatnya.


"Kalian masih ingatkan empat gerakan yang saya kasih di minggu lalu? " Tanya Sanbae Ari.


"Siap, ingat Sanbae"


"Bagus, saya praktekin sekali lagi setelah itu kalian yang praktikkan. Terutama untuk yang baru tolong perhatikan betul betul." Mata Wahyu tertuju pada Re di barisan ujung.


"Siap sanbae." Jawab Re.

__ADS_1


"Pertama posisi kita harus ready dulu seperti ini baru masuk ke gerakan. SATU...DUA...TIGA... EMPAT" Ari mempraktekkan gerakan dasar satu persatu dengan lamban.


Re memperhatikannya dengan serius kekalau nanti ia salah gerakan.


"Sekarang giliran kalian. Ambil posisi awal dulu seperti ini." Ujarnya sembari mempraktikkan.


"Sijak!"


Aba-aba untuk memulai gerakan.


"Satu! "


"Dua! "


"Tiga! "


"Empat! "


Semua melakukan gerakan secara serentak sesuai dengan hitungan Sanbae Ari. Ia juga sambil berkeliling mengawasi mereka mereka yang salah gerakan.


"Ingat pandangan lurus kedepan tidak ada yang ngelirik sana sini! "


"Satu! "


"Dua! "


"Tiga! "


"Tangannya salah ini, harusnya dinaikin dikit lagi terus dilurusin. Ini juga genggaman nya di kuatin biar kalau mukul musuh langsung bonyok. " Sanbae Ari membetulkan gerakan Re yang sejak tadi tidak benar.


Re pasrah mengikuti arahan seniornya, sementara Fasha dia sejak tadi melihat Re sebentar sebentar. Apalagi Sanbae Ari mengajari Re dengan telaten dan sabar, membuat Fasha yang melihatnya muak seketika.


Re tidak mau membuang kesempatan, ia lantas berdiri mengambil air mineral lalu dibawanya air itu kearah Fasha.


"Nih, lo pasti haus kan? "


Fasha mengambilnya tanpa ragu.


"Maksud lo apa ngomong gitu? " Tanya Fasha sembari membuka tutup botol.


"Ngomong apa? " Re tampak bingung mendengar pertanyaan dari Fasha. Dia mengingat-ingat kalimat apa yang dia ucapkan sampai king of cool boy satu ini terganggu.


"Oh yang tadi. ", Re barusan teringat kalimatnya. "Ngga ada maksud apa-apa, gua cuma ngomong asal. "


Fasha memang seperti tak peduli dengan jawaban Re, tapi Re tahu jika dia mendengarkannya dengan cermat setiap perkataannya.


"Kenapa memangnya?, oh atau jangan-jangan lo ngerasa kalau orang yang gua maksud itu lo? "


Pertanyaan Re sontak membuatnya terkejut hingga tersedak.


"Makanya kalau minum pelan-pelan. " Bisiknya tepat di telinga Fasha.


Mendengar itu Fasha terbelalak sempurna, ia tidak menyangka jika pertanyaannya justru menjebak dirinya di lingkaran setan seperti ini.


"Sejak kapan lo peduli sama hidup dia bodoh, dasar idiot! " umpat nya di dalam hati.


"Fasha, itu mereka udah nungguin kamu kok masih ngelamun disini malahan! " Sabam Ivan menyadarkannya.

__ADS_1


"Iya bam"


Kata-kata Re tadi membuat Fasha overthinking, bukan karena apa tapi ia memikirkan hal apa yang membuat dia tiba-tiba peduli tentang orang lain.


Seorang Fasha Xavier Ibrahim bisa-bisanya kepo dengan urusan seseorang yang tidak ada hubungannya sama dia. Langit pun geleng-geleng melihat ini.


Setelah usai latihan dan berganti baju Re belum ingin pulang, rasanya masih ada yang mengganjal gitu di hatinya. Apalagi Fasha tadi bertanya tentang dirinya, membuat Re mendapatkan setitik harapan baru.


"Sanbae, di dalam masih ada orang ngga? "


"Masih, masih ada Fasha sama yang lain juga. " Jawabnya.


"Emm ok"


Re menunggu Fasha keluar dari ruang ganti, berniat ingin jalan bersama ke depan.


Cukup lama sampai gor sudah tidak ada orang lagi selain dia dan Fasha yang masih diruang ganti.


"Gor nya mau gua kunci. " Ucap Fasha tiba-tiba.


"Yaudah kunci aja, gue juga mau balik cuma nungguin lo aja kok. "


Keduanya keluar sama-sama dengan wajah lelah, Fasha melihat Re sekali namun giliran Re melihatnya balik ia malah berpaling.


"Fasha lo tau ngga ayam ayam apa yang manis? " Tanya Re disaat keduanya berjalan.


Fasha tidak menjawabnya.


"Jawabannya 'ayam falling ini love with you'. "


Freak abiz cuy, gada reaksi apapun di wajah Fasha.


Re tidak menyerah, ia berpikir untuk mencari lelucon yang lebih lucu supaya Fasha tertawa. Jika tidak tertawa makan setidaknya tersenyum dia sudah bahagia.


"Nih, ikan ikan apa yang indah? "


"Ntah"


"Ikan not live without you in my life." sambil ngereog dihadapan sang do'i.


" Hahaha, gue ilfeel sendiri njir dengernya." masih dengan tawa disela kalimatnya.


Detik berikutnya Fasha tersenyum kecil karena merasa tergoda dengan gombalan Re.


"Masa cuma senyum sih, ayo dong ketawa dikit lagi Itu. Ayo ketawa...Ayo ketawa ...dikit lagi..."


Fasha mengulum bibirnya.


Sedetik..


Dua detik..


Tiga detik..


Fasha tersenyum lebar hingga deretan giginya terlihat. Akhh manisnya.. ..


"Alhamdulillah ketawa juga, ngga sia-sia gue ngereog tadi. "

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2