
"Pak gimana ya, sebenarnya saya masih belum paham sama materi osilasi dan kinematika. Sulit banget buat di mengerti pak materinya" Ucap Re.
Dirinya sedang melakukan bimbingan secara online dengan pak Imron dan juga ada Fasha tentunya. Sebenarnya ini idenya mengadakan kelas meeting di malam hari dengan alasan gladi untuk olimp besok, padahal tidak lain dan tidak bukan untuk melihat Fasha. Re ini sungguh benar-benar....
"Tidak masalah mungkin soal dari materi itu hanya dua atau tiga saja, intinya kalian fokus pada apa yang sudah kalian kuasai. Kuncinya ada di ketelitian, sekalipun kalian hafal rumus tapi tidak teliti yasudah hangus semuanya sia-sia. " Jawab pak Imran terlihat dari layar laptop.
"Oke Pak paham"
"Fasha kamu gimana, sudah beres semuanya? "
"Sudah 90 persen pak, hanya tinggal sebagian materi osilasi yang belum saya pahami"
Lihatlah betapa khusyuk nya seorang Re Zevanka Calista memandang wajah itu di layar laptop, sampai sampai ponselnya berdering pun tidak digubris nya. Omongan omongan yang diucapkan hanya lewat melalui telinganya karena fokus pada hal lain.
"Yasudah kalau begitu cukup untuk malam ini karena kalian harus istirahat biar fresh besok pagi, oke selamat malam" Pak Imron keluar dari panggilan.
"Malam Pak"
"Fasha tunggu, jangan di matiin dulu! "
Fasha pun menunda keluar dari panggilan itu, menunggu kalimat Re yang akan terucap.
"Good night, have a nice dream"
Mendengar itu Fasha langsung keluar tanpa menunda lagi, dikira penting taunya ngomong gitu doang dasar menyebalkan.
"Yaallah jawab kek apa susahnya, good night too apa you too sulit apa jawab gitu doang?! "
Re menutup laptop, membersihkan mejanya kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Namun apa yang terjadi, dia berteriak sangat keras kala melihat seekor kecoa ada di wastafel kamar mandi.
Aaaaaaaaa.....
Kecoaa....
Geliii....
Yans yang mendengar teriakan langsung beranjak menghampiri sumber suara. Diketok nya pintu berulang kali.
Tok... Tok...
"Kenapa sih teriak-teriak? "
"Ada kecoa di sana" Re benar-benar ketakutan sama yang namanya kecoa, dari dulu sampai sekarang tak berubah.
Yans pun menghela nafas, kiranya dia terjatuh atau apa taunya hanya kecoa.
"Tolong ilangin, gue takut mau mandi" Pintanya dengan iba.
Melihat itu Yans merasa iba dan akhirnya mau menolongnya.
__ADS_1
Re berjalan di belakang Yans dengan hati-hati, takut ada kecoa ke dua atau ketiga yang muncul di hadapannya lagi.
"Dimana? "
"Itu di sana, di dalem wastafel kecoa nya gede banget takut. "
Yans menyemprotkan obat serangga kepada kecoa lalu memasukkannya ke dalam toilet setelah kecoa nya mati. Akhirnya Re bisa bernafas lega karena sudah hilang kecoa itu dari penglihatannya.
"Udah ilang tuh kecoa nya ngga usah teriak-teriak lagi, kalau ada kecoa itu disemprot pakai ini bukannya malah teriak. Ganggu orang tidur aja"
"Iya iya maaf, makasih juga"
"KECOA! " Teriak Yans.
"Wuaaa.... Dimana kecoanya, dimana?! " Re berjingkrak memegang sendal ketakutan padahal tidak ada apapun disana, ternyata Yans telah membohonginya.
"Tapi boong, yahaha ketipu.... "
Wajah panik Re seketika berubah melihat yans tertawa.
"Bisa-bisanya nipu gueee, rasain nih! " Sendalnya ia lempar kearah Yans namun dia berhasil mengelak.
"Wleee, nih gua balikin" dilempar nya balik sendal itu dan berhasil mengenai kepala Re.
"Bundaaaa..."
...
Tiga jam di dalam ruangan dan membaca soal yang sama berulang-ulang membuat kepala serasa ingin pecah. Untungnya Re selesai lebih awal ketimbang Fasha, jadi dirinya bisa menghirup udara segar diluar.
"Akhirnya lo keluar juga, yuk kedepan udah di tungguin sama yang lainnya. " Ajaknya kepada Fasha yang celingukan seperti mencari sesuatu.
"Gua mau ke toilet dulu, lo duluan aja. "
"Emm yaudah deh, gue tunggu di depan ya GPL. "
Sesampainya di depan pak Imron dan yang lainnya sudah berkumpul di sana, menunggu beberapa murid lagi termasuk dirinya dan Fasha.
"Re Fasha mana? "
"Lagi ke toilet pak sebentar, tunggu yang lain juga belum pada keluar to. "
"Bapak masih ada urusan di tempat lain soalnya, coba di telpon temen-temennya suruh cepet gitu. " Pinta pak Imron kepada beberapa anak.
"Nah ini pak mereka udah dateng. " Ucap siswi lain.
"Tinggal nunggu Fasha ini, haduh kok lama sekali to ke toilet nya. " Pak Imron melihat arlojinya berkali-kali.
"Yasudah bapak sama yang lainnya duluan aja pak, saya mau di jemput bunda soalnya bunda lagi ada kerjaan di deket sini. Biar nanti Fasha bareng sama saya aja pak. " Entah ide macam apa itu yang Re ucapkan.
"Beneran ngga papa kamu dijemput orang tua? "
__ADS_1
"Iya Pak ngga papa saya juga udah gede ngga akan ilang, bapak juga lagi buru-buru kan ada urusan? "
"Yasudah ayo yang lainnya masuk ke mobil, Re bapak sama anak-anak duluan ya. Jangan keluyuran sampai orangtuamu datang, bapak titip Fasha juga ya nak. " Kemudian dengan cepat pak Imron masuk ke dalam dan pergi membawa minibus itu.
"Haus, mending beli milkshake dulu" Ia lantas pergi menghampiri kedai milkshake di depan.
Re duduk di bangku, memainkan ponsel sambil menikmati Milkshake favoritnya.
"Loh mobilnya ngga ada terus yang lainnya mana, kok cuma lo sendirian? " Fasha celingukan memindai sekelilingnya.
"Mereka balik duluan, abisnya lo ditungguin lama jadi ditinggal deh. "
"Ditinggal? "
"Hu'um, pak Imron ada urusan terus lo di telponin ngga aktif jadinya mereka balik duluan gitu. "
Yans baru teringat pada ponselnya di dalam tas.
"Pantesan orang mati gini. " Ucapnya saat mengutak-atik ponselnya.
"Lo sendiri kok... "
"Gue kan setia sama lo jadi gue tetap disini nungguin, ya kan. " Ucapnya dengan teramat pd.
"Freak banget! "
"Fasha tunggu" Re mengejar Fasha yang meninggalkan dirinya.
"Kita pulang naik apa? "
"Bus, kalau ada"
"Kalau ternyata ngga ada? "
Fasha tak menjawabnya, ia terus berjalan menuju halte yang tak jauh dari sana sementara Re dia sibuk bermain dengan bayangan Fasha tak lupa ia mengabadikan bayangan keduanya yang seolah bergandengan.
Mereka berdua duduk dengan jarak seperti bumi dan matahari dan Re yang usil terus menggeser bokongnya sedikit demi sedikit.
"Fasha, gue heran sama lo kenapa susah banget sih deketin lo berinteraksi maksudnya? " Tanyanya seraya selpi dengan berbagai angel.
Tak ada jawaban dari Fasha, dari wajahnya terlihat dia malas menanggapi Re.
"Fasha liat kamera sebentar geh, sebentar aja plis. " Pintanya.
"Ngga! "
"Ih kenapa, sekali aja yawlah. " Terpaksa ia mengambil potret dengan wajah Fasha yang terlihat sebelah saja.
SIAL SIAL NYA KU BERTEMU DENGAN MONYED SPRTIMU.
Pangeran yang dikutuk jadi monyed inimah.
__ADS_1
...----------------...