Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
XII


__ADS_3

di dalam ruangan perusahaan Hendry


Suasana sangat sunyi dan tegang dua pasang mata saling bertatap sengit seakan siap memulai untuk segera perang


"Kakek ada apa ini sebenarnya, ini kantor Hendry kek kenapa kakek seenaknya saja ganggu Hendry kerja" kesal Hendry


"ohoo kalau gitu penuhi dulu permintaan kakek" kata kakeknya sambil menyeringai


"iya apaan cepet" balas Hendry sengit


"kamu kenal dengan Pak Jordan rekan bisnis ayah kamu kan" tanya kakek


"iya tau kenapa dengan pak Jordan " balas Hendry datar


"besok kamu harus siap bertemu beliau, dan harus kamu sendiri yang datang" kata kakek


"loh kok gitu kek, emang penting banget apa harus Hendry sendiri yang dateng" jawab Hendry terkejut


"Sudah pasti penting, dan juga besok Dateng ke hotel xxx ayah dan ibumu pasti sudah disana, yahh udah itu aja kakek masih ada urusan sama tom kucing kakek, dahh" kakek beranjak dari duduknya dan pergi keluar dari ruangan Hendry


"Kakek!!!!" teriak Hendry yang tak sempat membantah ucapan sang kakek


"Sittaaaaaa!!!!!!!!!"


"eh.. i... iya bos ada apa" kata sita langsung masuk begitu mendengar bos nya berteriak marah


"undur semua pertemuan besok kalau ngga mau diundur batalkan saja pertemuannya" kata Hendry


"baik bos" jawab sita lalu melangkah keluar meninggalkan Hendry seorang diri

__ADS_1


Arghhhhh....


Hrndry mengacak-acak rambut yang ia tata selama 1 jam pagi tadi


Kembali ke keluarga Andreas


di ruang tamu


"Minggu depan kamu menikah" kata papa tiba tiba


"Apaaa!!" bukan hanya Anne yang berteriak semua orang yang ada disana juga ikut berteriak


"loh kok mama juga baru tau sih pa" kata Nala


"yahh kan rahasia, itu juga papa baru dikasih tau sama sahabat kakekmu jadi, taraaa kejutann" kata papah sambil merentangkan kedua tanganya


"iiih ini tuh ngga lucu tau pah, Anne kan masih belum mau menikah kenapa ngga Justin aja duluan" Sergah Anne


"enak aja ngga bisa" Kesal Anne


sang mamah hanya pasrah memperhatikan perdebatan kedua anaknya dalam diam, mencoba mengingat sesuatu.


"udah udah" kata papah mencoba melerai perdebatan keduanya


"Anne sayang Justin kan laki laki ngga bisa dong gantiin kamu, masa' menikah sesama laki2" kata papah


"lagian papah ngga bisa menghianati janji kakekmu dulu sebelum meninggal" terang papah


"dulu kakekmu itu punya sahabat dan perusahaan kakek yang sekarang kamu pimpin pernah hampir bangkrut, lalu sahabat kakekmu itu menolong perusahaan kakek sampai bangkit kembali, sebagai tanda terimakasih kakek berjanji akan mengikat kedua keluarga mereka, tapi ternyata kakekmu dan juga sahabatnya mempunyai anak perempuan semua jadi tidak bisa mengikat keluarganya saat itu, nah janji itu masih berlaku sampai sekarang, jadi kamu yang harus penuhi itu sebagai tanda terimakasih keluarga kita, lagian tentemu itu walaupun belum menikah tapi dia sudah bertunangan jadi nggak bisa gantikan kamu, iya kan" jelas sang papah panjang lebar

__ADS_1


"gimana sayang, kamu mau kan kali ini papah ingin sekali membantu perusahaan mereka yang hampir bangkrut" kata papah


"kan tinggal bantu doang kenapa harus ada pernikahan segala sih pah"


"kan sekalian ya.. ya ....plisss" tawar papah


"iih papah apaan sih pake sekalian segala, nggak bisa, Anne nggak mau, lagian Anne juga belum tau kan siapa calonya" sergah Anne


"Oh berati kalau udah tau calonya kamu mau gitu" sambung papahnya


"Ngga mau juga"


"Ayolah Anne sayang kali ini aja penuhin janji kakekmu" kali ini papahnya sedikit memohon


Anne agak ragu namun Anne juga tidak ada pilihan lain, karena memang Anne cucu kesayangan sang kakek, dan Anne juga ingin kakeknya tenang di surga.


"Baiklah, papah atur aja pertemuanya" pasrah Anne kemudian


"oke besok kita semua berangkat ke hotel xxx jam 08.00"


"Besok !!!" teriak Anne


"iya sayang B E S O K " eja papah


huhhhhh


Anne hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya, entah siapa yang akan menjadi suaminya Anne hanya bisa berharap calon suaminya itu yang pasti harus tampan 😂.


Dasar Anne

__ADS_1


"eh pah mamah kok lupa ya siapa sahabat dady dulu" Kata Nala


si papah hanya mengedikan bahu


__ADS_2