Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
XIII BERTEMU DIA


__ADS_3

Di dalam kamar Anne


"Mah, gimana dong Anne nggak mau menikah dulu mah, ayo dong mama bujuk papah suruh batalin pernikahannya yaa pliss mah" ucap Anne memohon


"tapi sayang, papahmu itu ada benarnya juga, toh kamu itu udah tua loh masa gak sadar diri sih, mamah kan udah pengin gendong cucu" ucap mamah sambil menempelkan kedua tanganya di dada dengan muka memelas andalanya


Anne yang melihat itu hanya tersenyum getir


"lagi pula Emang kamu itu alergi apa sama lelaki, enggak kan!?" sambung mamah


"Tapi kan mah..."


"udah deh sayang kamu terima saja yah..." potong mamah


"mamah dengar calon kamu itu tampan loh, terus keren lagi" lanjutnya


"mah...." sergah Anne


kali ini Anne merasa dirinya terlihat menyedihkan, bahkan mamahnya pun tak bisa membantunya.


Keesokan harinya


"Anne sayang ayok sarapan!!!" teriak snag mamah dari ruang tengah


"Iya mah bentar..." jawab Anne


"Tu Anak kalau disuruh makan susah amat" Kesal Nala


"mah jangan gitu, emang Anne susah makan itu kayak siapa" Jawab papah sambil terus menatap layar ponselnya


"Ihh papah ini, mamah serius" Nala makin kesal


"ya.. papah juga serius" jawab papah dengan tatapan masih pada ponselnya

__ADS_1


"papah....!!!" kali ini Nala makin kesal


"Iya... iya... itu ... Anne kan kayak kamu mah, kalau disuruh makan itu susahnya minta digetok" kali ini Papah mengatakannya dengan takut takut bersiap lari


"Apa papah bilang, ucapkan sekali lagi pah!!!" sisi Devil Nala muncul


Papah yang melihat itu langsung lari meminta perlindungan pada putrinya yang baru saja terlihat keluar dari kamar


"Kenapa pah" tanya Anne heran


"Tolongin papah nak" Kata papah memeluk sang putri


"Ada apa sih mah kok kayak Tom n Jerry" kata Anne


"Sini pah... Mamah getok sekarang juga!!!!" teriak Nala kesal


"Maafin papah mah....." teriak papah berlari menjauh


Apa setelah menikah aku akan seperti mereka ??


pikir Anne


" Pah... Mah... udah dong sini temani Anne makan, Justin juga kok nggak keliatan sih, kemana tu anak mah" Teriak Anne dari meja makan


"Oh iya iya, mamah kesana sekarang" balas Nala berteriak


Setelah menyelesaikan kegiatan sarapan, mereka semua bersiap untuk bertemu dengan calon suami Anne.


setelah merias wajah sekenanya Anne keluar kamar berkumpul, segala persiapan sudah mereka selesaikan


Papah menuju garasi mengeluarkan mobil kesayangannya dan bersiap menuju hotel.


Apartemen Hendry

__ADS_1


Sudah satu jam lamanya Hendry mondar-mandir di depan meja makan, si bibi yang tidak tau apapun hanya berdiri pandanganya tertuju pada tuan nya yang sedari tadi sibuk mondar-mandir.


Sederet makanan yang dari pagi tersaji dibiarkan dingin, lama kelamaan si bibi juga tidak tahan dan akhirnya


"Tuan kenapa sebenarnya, apa masakan bibi tampilannya kurang bagus atau memang jelek, apa bibi harus memasak dan menatanya ulang tuan ?" tanya bibi


Hendry yang masih sibuk kesana kemari tidak mendengar perkataan bibi


"Tuan, Tuan.. Tuan..!" kata bibi agak meninggikan suaranya


"eh iya Bi ada apa" kata Hendry kemudian


"itu sarapannya sudah siap dari tadi tuan" tutur bibi


"oh ..ooh ya saya makan sekarang bibi boleh pergi, oh iya bi bungkus lauknya ya bi bawa pulang aja dan hari ini bibi boleh pulang lebih awal dan mungkin selama satu Minggu ke depan saya harus menginap di rumah utama jadi bibi ke rumah utama saja" jelas Hendry


"oh itu baik tuan, dan terima kasih atas kebaikan tuan" rendah bibi


"tidak masalah kalau gitu saya pergi dulu bi" kata Hendry menyudahi sarapannya keluar menuju garasi


jam di pergelangan tangan sudah menunjukan pukul 07.47 Hendry bergegas melajukan mobil menuju tempat yang dijanjikan oleh kakeknya kemarin .


Jalanan kota selalu ramai pagi hari menghabiskan waktu setengah jam untuk sampai tujuan.


didepan bangunan yang elegan dan terkesan mewah Hendry memarkirkan mobil.


matanya langsung mencari seseorang begitu masuk kedalam, lalu terdengar sebuah suara dan lambaian tangan kakek tua.


"hola!!!!! sampai juga cucu tengik yang satu itu!!!" teriak Kakek Wisson Irawan kakek Hendry tentunya


Namun Hendry hanya diam dengan keterkejutanya tak menghiraukan teriakan sang kakek, pandanganya justru terfokus pada seorang wanita yang begitu ia kenal


"Looooo!!!" teriak mereka berdua bersamaan

__ADS_1


__ADS_2