
Mengetahui keadaan kakaknya yang tengah mengandung mamah dan papah memaksa kak Anne dan kak Hendry tetap di rumah.
sementara itu Justin terus menyuruh pasukannya untuk mengawasi dan menjaga rumah dan juga kakaknya.
beberapa hari setelah terlukanya kakaknya Anne, kekuatan dan energi Justin hampir habis, jadi ia harus berdiam diri di dalam kamar dan memulihkan diri selama beberapa hari, Tek menyadari waktu terus berjalan Justin telah berdiam diri selama hampir satu Minggu, khawatir dengan keadaan putranya mamah terus bolak-balik melihat keadaannya.
"huahh... energiku belum sepenuhnya pulih, namun ini sudah cukup, aku harus makan" gumam Justin
Justin beranjak menuju dapur yang sudah ada mamah disana
"ada apa nak, apa kau lapar" tanya mamah
"iya mah Justin lapar, mamah masak apa" tanya Justin
"mamah masak Potato Gnocchi kamu mau nak" tanya mamah
"tentu saja mah, sudah lama Justin tak makan itu" ungkap Justin
"baik tunggu sebentar" imbuh mamah
setelah menghabiskan makanannya Justin berjalan menuju perpustakaan, Justin melihat kakaknya Anne ada di dalam.
"kak Hendry mana kak" tanya Justin
"oh dia sedang ke perusahaan, sebenarnya kakak juga harus melihat keadaan perusahaan kakak juga, namun mamah melarang" ungkap Anne
Justin berpikir sebentar lalu
"biar Justin aja yang mengawasi sementara gimana kak" usul Justin
"memangnya kau bisa melakukanya, lagipula nick pasti bisa menjalankan perusahaan tampaku" tambah Anne
"hmmm, biarkan aku mencobanya kak, aku mohon" pinta Justin dengan wajah berkaca-kaca
melihat tingkah Justin Anne sedikit luluh akhirnya Anne terpaksa menyetujui permintaan Justin.
karena sudah mendapatkan persetujuan kakaknya Justin berkeliling mencari komik untuk ia baca.
mendapatkan apa yang ia cari Justin hendak kembali ke kamar.
"kak aku ke kamar dulu" pamit Justin
"baik pergilah" jawab Anne sambil terus membaca bukunya.
Justin berjalan kembali ke kamarnya dengan membawa setumpuk komik untuk ia baca.
beberapa hari tak pergi ke sekolah membuat Justin merasa sangat bosan, ya Justin sebenarnya masih sekolah sebentar lagi lulus dan ia harus ujian untuk memasuki universitas, perjalanan Justin baru saja dimulai, dengan segala kesibukannya sendiri karena statusnya, Justin tetap harus belajar untuk ujian.
sedang asyik dengan komiknya tiba-tiba salah satu pemimpin pasukannya datang melapor.
"Prince ada seseorang mengintai rumah ini, seorang perempuan" ucapnya
"bagaimana rupanya" tanya Justin
"bertubuh kecil, rambut merah yang sangat panjang menyentuh tanah membawa sebuah buku besar dan sebuah tas punggung kecil" ungkapnya
"ngapain dia kesini" oceh Justin
"pergilah aku akan menemuinya" pinta Justin
Justin pergi keluar untuk menemui seseorang
__ADS_1
"mau kemana nak"tanya mamah yang melihat Justin keluar setelah sekian lama
"ada temen Justin Dateng mah" seloroh Justin
"temen mana, dari tadi nggak ada bel bunyi tuh"
"ada deh mah, Justin keluar dulu bentar" pamit Justin sambil berjalan keluar
melihat seseorang dibalik pagar Justin tahu dia adalah orang yang dimaksud.
"hai apakabar just" sapanya
"kabar baik, bagaimana kau bisa tahu rumahku" tanya Justin
"tahu saja" jawabnya
"ada apa kau kemari, dan kapan kau akan memotong rambutmu yang panjang dan mencolok itu" ujar Justin
"hei ini hartaku aku tak akan pernah memotongnya" jawabnya sambil memegang rambut erat-erat
"hei ayolah semua orang akan terus mengira kau anak perempuan dengan wajah kecil bertubuh kecil dan rambut panjang itu" tunjuk Justin pada rambut panjangnya
"hei just aku punya nama, sejak tadi memanggilku kau" ungkapnya dengan wajah agak kesal
"oke oke, Rendi ada apa kau kerumahku" tanya Justin dengan senyum yang agak dipaksakan
"aku cuma mau mengantar buku ini, cepat ambillah ini sangat berat" ucap Rendi sambil menyodorkan buku besar di tangannya
"buku apa ini, bukankah kau bisa menyuruh orang lain" tanya Justin sambil menerima buku dan mengamatinya
"tidak tahu, seseorang menyuruhku memberikannya kepadamu secara langsung" jawab Rendi
"tidak terimakasih aku harus ke suatu tempat" jawab Rendi sambil melangkah pergi dan melambaikan tangan pada Justin
Justin berjalan masuk pagar membawa buku itu ke dalam kamar, tiba-tiba mamah muncul entah darimana merebut buku yang Justin bawa.
"darimana kau mendapatkan buku ini nak" tanya mamah dengan wajah takut
"temanku yang memberikannya mah, ada apa dengan bukunya" tanya Justin penasaran
" kau tak bisa membukanya, ini berbahaya" jawab mamah
"apa yang berbahaya dari buku itu, toh itu hanya sebuah buku" ucap Justin santai
"mamah akan beritahu suatu hari nanti, sekarang ayo segel buku ini, panggil papah dan kak Anne kemari" pinta mamah
"baik sebentar" Justin beranjak memanggil kak Anne lalu menelfon papah dan juga kak Hendry
tak sampai setengah jam semua telah berkumpul
begitu melihat buku yang mamah pegang papah berjalan menjauh.
apa seberbahaya itu
gumam Justin
mamah bergegas menyuruh papah, kak Anne dan Justin bersama-sama menyegel buku itu.
membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyegel sebuah buku, sementara itu kak Anne terlihat lelah, Justin melihat kak Hendry terus mentransfer kekuatannya untuk kak Anne.
selang beberapa jam kemudian akhirnya buku itu tersegel, mamah membawanya pergi.
__ADS_1
melihat buku yang mamah bawa pergi membuat Justin teringat pada Rendi.
"darimana dia mendapatkan buku itu" gumam Justin
"dan kenapa diserahkan padaku" Justin terus berbicara sendiri berbagai pertanyaan terus muncul di kepala Justin
lelah memikirkan sebuah buku Justin memilih melanjutkan membaca komiknya.
belum juga memulai membaca salah seorang pasukannya kembali menemui Justin
"kali ini ada apa lagi" tanya Justin
"maaf prince teman-teman sekolah anda kemari" ucapnya
"biarkan mereka masuk" pinta Justin
mendengar perintah Justin dia bergerak dan membiarkan teman-teman Justin masuk.
"Justin!!!! teman-teman kamu Dateng nih" teriak mamah dari luar
"iya mah sebentar..." jawab Justin yang juga berteriak
Justin membawa komik yang sedang ia baca menuju ruang tamu.
"hai bro.. tumben kemari ada apa" tanya Justin
" ayolah masa kau lupa dengan hari ini" ucap salah satu dari mereka
"ada apa dengan hari ini" jawab Justin santai
"besok kita kembali ke sekolah dan apa kau lupa dengan tugas untuk besok" tanya mereka
"tugas... oh iya tugas aku belum membuatnya, kalian bisa membuat tugas di sini, ada perpustakaan di rumah ini, lebih mudah mencari referensi" ucap Justin
"oke baiklah" jawab mereka serempak
Justin membawa teman-temanya menuju perpustakaan rumah
mamah bertanya cemilan apa yang Justin inginkan, Justin hanya menjawab terserah, jadi mamah membawa cemilan ke perpustakaan.
saat semua sedang sibuk membaca, tiba-tiba Justin mendengar kak Anne berteriak sangat keras dari dalam kamarnya.
"tidakkkk........" teriak Anne
semua orang di rumah terkejut begitu juga Justin dan temannya.
Justin bergegas berlari menuju kamar kak Anne mamah sudah ada di depannya.
"ada apa kak" tanya Justin agak takut
"kakak ingin rujak mangga, lihatlah sepertinya sangat segar" ucap Anne sambil menunjuk televisi yang sedang ia tonton
mamah dan Justin bengong melihat Anne berbinar-binar melihat televisi.
kekhawatiran mereka sepertinya telah salah.
"biar mamah Carikan" tawar mamah kemudian
"tidak tidak... Anne mau Justin yang carikan rujak mangganya" pinta Anne dengan wajah penuh harap
"apa .!!!!" keluh Justin
__ADS_1