Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
Laura 2


__ADS_3

setelah memberikan ramuan pada Laura energi Anne melemah dan ia pun pingsan, Hendry dan Laura terus berada disisinya sampai Anne sadarkan diri.


"mommy, apa masih pusing, mau minum, makan mungkin" ucap Laura bersemangat


"mommy tak apa, berapa lama mommy tak sadar" tanya Anne


"dua jam mommy, lihat rambut Laura berubah mommy, sihir mommy berhasil" ucap Laura


"syukurlah, mommy senang kalau berhasil"


"sayang ayo kita keluar dan temui mereka semua" ucap Hendry


"baik ayo mommy, Laura mau tunjukkan rambut baru Laura"


"iya iya, ayo kita temui mamah dan yang lainya"


mereka semua keluar dimensi, Laura berteriak memanggil semua orang ia terlihat sangat gembira memamerkan rambut barunya yang menurutnya sangat indah.


"mommy kapan Laura masuk sekolah"


"besok Daddy sama mommy antar kamu ke TK, mau kan"


"mau mommy"


"baik, kalau begitu sana minta Daddy belikan peralatan buat sekolah besok"


"yah, Laura maunya sama mommy" rengeknya


"hmm.... baik kalau begitu, tolong mommy ambilkan kontak mobil bisa?"


"bisa mommy" Laura melompat girang lalu berlari mengambil kontak mobil


"ini mommy"


"baik.... ayokkkk, oh iya bilang dulu sama semua orang, Laura mau pergi dengan mommy"


Laura berlari memberitahu semua orang di rumah, lalu kembali tak lama kemudian.


mereka berjalan menuju garasi, mobil berjalan keluar gerbang rumah menuju Mall Xx, selesai memarkirkan mobil mereka naik mencari beberapa barang untuk sekolah Laura, mereka berkeliling hampir dua jam yang kemudian kembali ke rumah dengan beberapa kantong belanjaan.


"ya ampun nak itu sangat banyak, apa saja yang kalian beli" Nala terperanjat melihat barang belanjaan Anne


"mah, ini nggak banyak kok, masih ada tuh di mobil, tangan Anne gak bisa membawa semuanya, sebentar lagi bibi pelayan masuk membawa kantong kita"


Anne berjalan menuju kamar meletakkan semua belanjaan mereka.


"Laura mau tidur dikamar sendiri atau terus bersama mommy Daddy" Tawar Anne


"Laura mau tidur sendiri deh mommy, sebentar lagi Laura kan sekolah"


"oke, besok mommy minta Daddy siapkan kamar untuk Laura"


"Yeay, Laura punya kamar sendiri, Laura mau hias kamar Laura sendiri boleh yah mom"


"boleh"


mereka berdua berbincang sambil Anne membereskan semua alat tulis dan keperluan sekolah Laura.


Anne mengambil teleponnya.


"halo Nick ada apa" sapa Anne


"nona, ada yang ingin bertemu nona"


"siapa nick"


"entahlah dia laki-laki"


"siapa namanya Nick"


"dia tak mau memberitahu namanya nona, dia bilang nona harus kesini sendiri kalau ingin tahu"


"baik baik aku akan kesana"


Anne menutup telepon

__ADS_1


"Laura sayang, mommy harus ke perusahaan, minta nenek temani kamu mendaftar ya"


"kenapa mommy harus ke perusahaan, mommy selalu sibuk setiap hari" Laura terlihat murung


"maafin mommy sayang, tapi sudah tugas mommy untuk memeriksa pekerjaan karyawan mommy"


"tapi kan Laura masih ingin main sama mommy"


"mommy janji, mommy akan temani Laura main, tapi tidak sekarang tolong maafin mommy kali ini aja ya sayang"


"baiklah, kalau begitu beliin Laura kamera baru ya mommy"


"iya nanti mommy beliin"


"Yeay, makasih mommy"


Laura berlari girang menghampiri nala neneknya dan mengatakan semua yang Anne pinta.


Anne bergegas kembali menuju perusahaan, sampai disana.


"Hai selamat sore" sapa Anne


"selamat sore" ia berbalik dan tampaklah muka yang sangat Anne kenal


"kau kekacauan, apa yang kau lakukan di perusahaan ku"


"hei nona, aku mempunyai nama, akan aneh kalau kau terus Memanggilku kekacauan"


"ya siapa namamu kalau begitu, dan apa maumu dengan datang kemari"


"perkenalkan namaku Dean, aku mendengar kau mengelola sebuah perusahaan, kau tahu dunia manusia agak menarik juga" celotehnya


"jadi apa yang kau inginkan"


"ayolah nona, aku juga sudah mendirikan sebuah perusahaan di dunia ini, jadi ayo bersaing denganku dengan sehat, jadilah perusahaan nomor satu bagaimana"


"kau kesini hanya untuk ini" ucap Anne


"ya jadi bagaimana"


"tidak masalah, kalau begitu aku pergi dulu"


Ia beranjak meninggalkan ruangan Anne, Anne menghembuskan nafas kesal lalu ia juga meninggalkan perusahaan dan kembali ke rumah.


sampai di rumah suaminya Hendry sudah menunggu di dalam kamar.


"kau darimana sayang"


"dari perusahaan ada yang ingin menemui ku"


"siapa"


"kekacauan"


"apa!!, kenapa kau tak memberitahuku"


"aku tak sempat, lagi pula dia tak membuat kekacauan di sana"


"tapi sayang, untuk apa si kekacauan ingin menemui mu" Hendry mulai geram


"dia hanya ingin bersaing denganku itu saja"


"tapi untuk apa dia melakukan itu"


Anne mengangkat bahunya lalu mengambil handuk, belum sempat membuka pintu kamar mandi Hendry memeluknya dari belakang.


"ada apa, aku harus mandi jangan sekarang"


Hendry membalik badan Anne dan berhadapan dengannya.


"memangnya kenapa"


Handry memeluk Anne semakin erat mendorongnya ke tembok mulai mengecup kening Anne lembut, lalu menjalar ke mata hidung dan terakhir mengecup bibir Anne, Anne masih tersipu walaupun mereka sudah sering kali melakukanya.


"sayang, aku harus mandi Laura mungkin menunggu untuk bermain bersama kita" sela Anne

__ADS_1


Hendry menghentikan kegiatannya.


"baik, pergilah mandi, aku akan menunggu bersama Laura di bawah"


Anne berjalan cepat menuju kamar mandi dan segera membasuh dirinya.


tak membutuhkan waktu lama untuknya mandi, Anne segera turun ke bawah bergabung dengan suami dan putrinya.


"akhirnya mommy datang, Laura capek tau tungguin mommy"


"iya iya, jadi kita main apa sekarang"


mereka bertiga terus bermain hingga. ukup larut, Anne membawa Laura menuju kamar karena ia tertidur saat bermain.


mereka bertiga tertidur begitu cepat karena terlalu lelah bermain.


keesokan harinya adalah hari pertama Laura masuk sekolah, Anne dan Hendry mengantar Laura ke sekolah pertamanya.


"mommy apa nanti teman Laura ada banyak"


"tentu saja sayang, ingat jangan pernah tunjukan kekuatanmu atau wujud lain dirimu yang sayang"


"siap mommy"


mereka berjalan menuju kelas pertama Laura, selesai dengan perkenalan Anne dan Hendry pergi meninggalkan Laura.


sebelum pergi Anne berpesan pada Laura.


"kalau kau sudah menyelesaikan kelas tekan saja kalung mu ya sayang, mommy akan datang menjemput"


"oke siap mommy, dahh"


Hendry mengantar Anne ke perusahaanya, lalu ia sendiri menuju perusahaan yang ia kelola.


mereka berdua sangat sibuk dengan jadwal meeting dan berbagai project.


Anne bahkan tak mempunyai waktu memikirkan keadaan dunia sihir.


Anne bahkan mulai berfikir untuk menyerahkan perusahaan pada Justin namun belakangan ini Justin sangat sulit untuk ditemui , entah kesibukan apa yang ia lakukan, bahkan Justin belum menyesuaikan study nya.


sudah tiga jam sejak Anne mangantar Laura ke sekolah, akhirnya Anne mendapat sinyal dari putrinya, ia menelfon Hendry


"sayang aku harus menjemput Laura di sekolah, aku akan langsung pulang ke rumah, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku"


"baik, pergilah aku akan segera pulang jika pekerjaanku sudah selesai"


"tentu saja, sampai jumpa di rumah sayang"


"ya sampai jumpa di rumah"


Hendry menutup telfon, dan Anne segera menjemput Laura, sampai di sana betapa terkejutnya Anne melihat putrinya di kelilingi teman laki-laki nya.


"ada apa sayang" tanya Anne


"entahlah mommy mereka semua sangat aneh, kenapa semua anak laki-laki di kelasku terus berkerumun di sekitarku mommy, aku bahkan tak bisa kemanapun"


Anne terkekeh pelan


"kenapa mommy tertawa itu tidak lucu mommy" Laura mengerutkan dahinya dan menunduk


"tak apa sayang, kau akan segera terbiasa, suruh saja semua anak yang berkerumun di sekitarmu pergi, mereka pasti akan pergi"


"benarkah mommy"


"coba saja"


Laura mantap dengan pasti ke arah semua teman-temannya.


"kalian pergilah jangan terus mengikuti aku, itu tak nyaman" ucap Laura


dan benar saja mereka semua pergi dengan cepat


"wuah itu hebat mommy, bagaimana bisa"


"ayo kita pulang, mommy akan memberitahu Laura sebuah rahasia"

__ADS_1


__ADS_2