
Anne berjalan menyusuri ruangan menuju kamar dia tidak memperdulikan apapun selain berjalan menuju kamarnya, Hendry hanya mengekor dibelakang Anne.
"hwahh sampai juga, selamat datang kamarku ......"
Anne merebahkan diri diatas kasur yang kemudian diganggu Hendry
"hei mana tempat tidurku" ucap Hendry santai
"waaaah !! sejak kapan kamu disini" Anne spontan berdiri dan menunjuk Hendry
"sejak kamu masuk" ucapnya lagi jika
"bagaimana bisa" sambung Anne
Hendry hanya mengedikan bahu lalu duduk di atas kasur melepas alas kaki dan merebahkan dirinya dengan tenang
"bangun.. itu tempat tidurku.. bangun dari sana cepat!!" teriak Anne
"Ada apa sayang" teriak mamah dari luar
"tidak ada apapun mah!!" balas Anne
"cepat keluar makan dulu" Nala kembali berteriak
"Iya bentar mah" jawab Anne
"Ajak juga suamimu" lanjut Nala
Anne diam tak menyahut Hendry beranjak dari tidurnya dan berjalan keluar kamar menghampiri mamah Nala
"kenapa sendirian nak" ucap Nala pada Hendry
"oh, Anne belum keluar" Hendry duduk dan diam tanpa sepatah katapun
"itu anak disuruh makan susah amat, Justin!!! papah!!! keluar makan !!!" suara teriakan Nala memenuhi rumah, satu persatu mereka keluar
Nala hanya menggelengkan kepalanya mendesah kecil
"maaf ya nak Hendry mereka memang seperti itu kadang kadang" ucap Nala mamah Anne
"Tidak masalah bu" jawab Hendry singkat
Sekejap saja semuanya duduk diam tanpa suara
hanya dentingan sendok yang terdengar.
Justin lebih dulu menyelesaikan makan dan segera beranjak menuju kamarnya lagi tanpa bertanya ataupun memberi tau apapun
"Mah Justin kenapa" tanya Anne
"entahlah, sedari tadi adikmu begitu" ucap Nala
Anne hanya mengedikkan bahu berlalu meninggalkan sang mama i berjalan menuju perpustakaan
Krieeett...
__ADS_1
Suara pintu dengan engsel yang mulai berkarat menimbulkan bunyi yang tidak menyenangkan untuk didengar
"Papah... engsel nya udah berkarat nih, kapan digantinya" suara teriakan Anne memenuhi perpustakaan.
Nala yang mendengar teriakan Anne manyahut
"kemarin Mamah udah panggil orang buat ganti sayang tapi belum datang juga" balas Nala
"Anne aja yang ganti ya mah" ucap Anne ambil berjalan kembali menemui mamah
"jangan dong sayang kan berat" ucap Nala
"aku bisa kok mah" balas Anne
Kemudian Tiba-tiba Hendry menyela pembicaraan sambil.berjalan ke arah Anne
" Aku aja yang ganti mah" kata Hendry
"Ngga papa nak Hendry yang ganti nih nanti kotor loh" kata Nala
"ngga papa kok mah kalau nunggu orangnya nanti kelamaan" ucap Hendry lagi
"oh kalau gitu mohon bantuannya ya nak Hendry" kata mamah tersenyum kecil
"baik, tidak jadi masalah mah" Hendry melenggang menuju perpustakaan lalu bertanya pada Anne
"Kotak alat nya ada dimana"tanyanya
tanpa membalas pertanyaan Hendry Anne berjalan tanpa suara menuju gudang tak lama kemudian ia kembali dengan sebuah kotak kayu di tangan kanannya dan menyodorkan pada Hendry
"Nih" singkat Anne
Anne hanya diam menatap Hendry yang serius melepas engsel pintu Anne tak menyangka orang sekaku dan seserius Hendry bisa melakukan hal seperti itu bahkan untuk orang berpangkat jarang ada yang bisa melakukanya.
"buatin jus" ucap Hendry tiba tiba
Anne yang tengah serius memperhatikan Hendry tak mendengar dengan jelas
"Hah" balas Anne kikuk
"Buatin jus" ulang Hendry
"o.. oh oke sebentar" Anne beranjak menuju lemari es
lima menit kemudian
"nih taruh mana" Anne menyerahkan jus di tanganya
Hendry menerima jus yang Anne bawa sambil mengelap peluh di dahi, Anne berlari kecil mengambil tisu lalu mengeringkan peluh di dahi Hendry.
"Makasih" ucap Hendry singkat yang kemudian berdiri meninggalkan Anne.
Anne mengekor dengan kotak alat di tangan kanan, sampai di depan pintu gudang Anne berhenti dan mengembalikan kotak alat, Hendry berhenti sejenak setelah merasa Anne tidak mengikutinya lagi
kemana dia batin Hendry
__ADS_1
lalu ia hanya mengedikan bahu kembali melanjutkan langkah.
Didalam gudang
Anne meletakan kotak alat ke tempat semula, cahaya temaram masuk melalui celah celah jendela, Anne mencari saklar tanganya meraba raba dikegelapan, dan Cklek cahaya lampu memenuhi ruangan, begitu banauk debu dimana-mana.
Anne keluar mencari sang mamah, ia ke dapur hanya ada bibi, ke belakang rumah terlihat pak kebun sedang menyirami tanaman
"pak liat mamah gak" tanya Anne
"Di kamar kayaknya non" jawab pak kebun
"oke makasih pak, saya tinggal yah" ucap Anne sebelum meninggalkan halaman belakang
pak kebun hanya mengangguk dan melanjutkan kegiatan yang tertunda
Anne berjalan menuju kamar mamah
"Mahh" teriak Anne
"Mamahh!!" ulangnya
"Berisik kak" balas Justin dengan teriakan juga namun Anne tak peduli dan tetap berteriak
"Mamah ada dimana!!" Anne terus berteriak namun tetap sunyi tak ada jawaban apapun
tak menyerah Anne membuka pintu kamar orangtuanya, Terkejut.... di dalam terlihat sangat berantakan Papah duduk termenung di lantai,
Cklek cklek
Anne mencoba menyalakan lampu namun tak berhasil,
Anne melihat sekeliling, di samping kamar papah dan mamah tak ada tanaman satu pun namun begitu banyak daun berserakan entah darimana.
"Ada apa ini pah, apa yang terjadi" Anne menatap papah yang terus menunduk dan meminta penjelasan
"maaf sayang" jawab papah singkat
"Apa yang terjadi pah, mamah dimana" Anne mendekati papah dan menggoncang tubuh nya
"Jawab Anne pah, ada apa sebenarnya, pah.... papah" Anne terus menggoncang sedikit demi sedikit air matanya mulai mengalir
"mamah bilang ia harus pergi, jadi papah....." papah tak bisa meneruskan katanya
Anne terjatuh dilantai,
"lalu Justin....." namun sebelum menyelesaikan perkataanya
"Justin tak boleh mengetahuinya" potong papah
"Maksud papah mama pergi......" Anne terus bertanya
"tidak sayang... mamah pasti kembali lagi... papah yakin...." jawab papah sendu
"tapi kapan pah...." ucap Anne lagi
__ADS_1
"Entahlah papah tidak tau" jawab papah
tanpa sepengetahuan mereka berdua seseorang berdiri di luar ruangan sama terkrjutnya dan tanpa mengeluarkan suara ia beranjak dari tempatnya berdiri.