Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
LAHIRNYA SANG LEGENDA


__ADS_3

Anne tak bisa diam selama perjalanan menuju rumah sakit, Hendry terus menguatkan Anne dan membelai lembut perutnya.


sampai di rumah sakit Anne segera dibawa ke ruang bersalin VIP, mereka menunggu sudah hampir 3 jam, namun bayinya belum juga keluar.


"mah kok cucu papah belum keluar juga yah" tanya papah sambil berjalan kesana kemari


"mungkin. belum selesai pembukaan pah" jawab mamah


selesai mengatakan itu tiba-tiba terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan, mamah papah dan Justin bergegas masuk, Hendry terlihat sedang membopong bayinya lalu meletakkan kembali di sisi Anne,


"aduh cucu mamah perempuan cantiknya" ujar mamah lalu mengambil lagi bayi Anne dan menimangnya.


"mah bayi Anne baru saja lahir tapi kenapa rambutnya sangat lebat"ujar Justin


"mamah nggak tahu" jawab mamah


Anne terus memperhatikan putrinya yang sangat cantik bak bidadari itu dengan seksama.


tiba-tiba seorang perawat datang memberitahu Anne


"ibu Anne waktunya menyusui bayimu" ucapnya


Anne hanya mengangguk lalu mulai menyusui bayinya, saat si bayi menyedot susu Anne kekuatan Anne terasa ikut tersedot.


"mah kenapa rasanya kekuatan Anne ikut tersedot ya" tanya Anne pada mamah


"kok bisa, kamu yakin nak" jawab mamah setengah tak percaya


"iya Anne yakin mah Anne merasa lemas sekarang" ucap Anne yang sudah bercucuran keringat


"kak kenapa keringatmu sangat banyak padahal ruangan ini sangat dingin" tanya Justin


Anne menggeleng pelan, tak lama kemudian bayi Anne berhenti menyusu.


"sayang kita harus menamainya" ungkap Hendry tiba-tiba


mendengar itu sontak semua orang di dalam ruangan itu terkejut, karena panggilan Hendry yang berubah


"terserah kamu saja siapa namanya" jawab Anne sambil tersipu malu


"Shiena Laura Putri" cetus Hendry


"nama yang cantik, seperti anaknya" ucap Anne


setelah memulihkan diri akhirnya Anne diperbolehkan pulang, kakek Wisson dan Justin hanya menemani saat Anne melahirkan setelah itu mereka berdua pergi dan tak ada kabar lagi sampai saat ini.


sudah satu Minggu sejak kepulangan Anne dari rumah sakit, Anne memutuskan memanggil putrinya dengan nama depan namun,


"tidak nak Shiena terlalu sulit, mamah akan memanggilnya Laura lebih mudah iya kan sayang cucu Oma" ucap mamah sambil menimang Laura

__ADS_1


Hendry dan papah begitu sibuk dengan urusan kantor setelah beberapa hari meninggalkan pekerjaan mereka.


Anne masih tak tahu bagaimana kabar Justin, sementara kakek Wisson baru saja mengunjungi cicitnya beberapa hari yang lalu.


"mah sebenarnya Justin pergi kemana, Anne mulai khawatir" tanya Anne


"ayolah nak adikmu itu sudah besar, dia punya urusan sendiri, sepertinya berhubungan dengan kekuatannya saat ini" celoteh mamah santai


"berhubungan dengan kekuatannya, apa maksudnya itu mah" ucap Anne meminta penjelasan sang mamah


"yah sebenarnya mamah tak boleh memberitahumu, tapi sepertinya sekarang kau sudah pulih sepenuhnya jadi akan mamah beritahu" jelas mamah


"apa yang terjadi mah" tanya Anne


"setelah kau melahirkan kekuatan Justin, Papah, Mamah dan juga Hendry diserap oleh Laura, semua orang sudah pulih sekarang tapi sepertinya tak berlaku untuk adikmu Justin, dia masih mengurung diri entah dimana mamah tak bisa mengetahui lokasinya" jelas mamah


"bagaimana bisa mah, kekuatanku baik-baik saja" ucap Anne meminta penjelasan


"karena kekuatanmu berbeda dengan kami, kekuatan Laura juga kini mengalir di nadimu, jadi kau sama kuatnya dengan Laura sekarang"jelas mamah


"tapi itu mustahil mah" sergah Anne


"ya awalnya mamah tidak percaya apa yang kau alami tapi itulah yang terjadi sekarang, dan juga kau tidak boleh kemanapun dengan Laura selama situasi belum kondusif" jelas mamah


"kenapa harus begitu" protes Anne


"dari media?" ucap Anne bingung


"karena anakmu ini sangat cantik, dan kekuatannya sangat besar, setelah Laura berumur satu tahun kau juga harus menyegel sebagian kekuatannya, karena jika tidak Laura akan menjadi tak terkendali" jelas mamah yang terus menimang Laura.


tiba-tiba Laura menangis sangat keras, Anne yang sedang memikirkan sesuatu terkejut dan menghampiri mamah.


"kenapa sayang, uuh uuuh kenapa" ucap Anne sambil mengambil Laura dari pangkuan mamah


"sepertinya Laura lapar nak, sana susui dulu" ucap mamah


Anne menurut dan membawa Laura ke dalam kamar.


suasana rumah menjadi hening kembali, sejak satu jam ke dalam kamar Anne tak bersuara mamah yang khawatir melihat ke dalam kamar Anne


"Ya ampun putriku sepertinya sangat capek" mamah mengambil selimut dan menutup tubuh Anne yang tertidur di sebelah Laura lalu meninggalkan keduanya di dalam kamar.


Nala* menuju halaman belakang melihat taman kecilnya lalu duduk di atas kursi menikmati keheningan yang kemudian dikejutkan dengan teriakan papah.


"mah... mamah ...." teriak papah


Nala sontak berlari dan menghampiri suaminya


"aduh papah jangan berisik Laura sedang tidur sekarang" ucap Nala lirih

__ADS_1


"aduh iya iya maaf soalnya papah tuh kangen banget sama cucu papah" sela papah


"baru juga ketemu tadi pagi sekarang udah kangen aja, Hendry mana kok nggak bareng papah" ucap Nala


"nggak tadi menantu telfon katanya ada rapat sebentar sebelum pulang" jelas papah


"oh ya udah sebentar mamah siapin bak mandi dan buat minum" ucap Nala lalu berjalan menuju dapur


papah masuk kedalam kamar untuk menukar baju dan mengambil handuk lalu mengalungkannya sambil menunggu Nala selesai menyiapkan bak mandi untuknya.


Nala kembali dengan membawa secangkir Tek hangat dan juga dua potong sandwich.


"terimakasih sayang" ucap papah


Nala tersenyum lalu kembali menuju dapur


"pah bak mandi sudah siap, sana mandi dulu sebentar lagi Laura bangun udah tidur lama soalnya" ungkap Nala


baru saja mengatakan itu papah dan mamah mendengar tangis Laura


"tuh kan, sana mandi" ucap papah


papah berlari menuju kamar mandi, mandi dengan secepat kilat lalu menuju kamar cucu nya


"cucu papah yang cantik mana" tanya papah pada Anne


"sama mamah diluar" jawab Anne yang sedang bersantai membaca buku


"mamah, mana cucu papah yang cantik" ucap papah


"kok cepet banget mandinya papah, nggak pake sabun yah" cetus mamah


"mamah sembarangan aja, papah mandi pakai sabun bersih nih wangi kan" ujar papah sambil menyodorkan lengan didepan muka mamah


"iya iya wangi, kenapa papah mau gendong" tanya mamah


"iya iya.. sini sini" jawab papah dengan mata berbinar senang menerima Laura dan menimangnya kesana kemari


"ih papah kayak belum pernah punya anak aja" ungkap mamah


"biarin, siapa suruh cucu papah ini cantiknya luar biasa" ucap papah menyombongkan Laura yang dia gendong


mamah hanya bisa menggelengkan kepala heran.


saat sedang asyik menimang Laura, papah merasakan energi yang sangat kuat dari dalam rumah.


"mah..... mamah... ada apa ini" teriak papah dari luar


"papah... sini cepat masuk bantuin mamah!!!!" teriak mamah histeris dari dalam

__ADS_1


__ADS_2