Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
RAHASIA JUSTIN


__ADS_3

Saat itu ia sedang berkumpul dengan teman-temannya, pikirannya tengah kacau saat itu, Justin mendesah kesal sambil mengacak rambutnya.


"Did something happen to you Just" tanya salah satu temanya


"No, nothing, I'm good" balas Justin


"You look messed up bro" ucap temanya lagi


"aku baik baik saja sungguh" ucap Justin lemah


"oke, kau terlihat lelah, mau pulang?"


"haaah, baiklah kita pulang sekarang" jawab Justin


Mereka beranjak dari sana menuju mobil masing-masing, sebelum masuk mobil, Fred yang mengkhawatirkan Justin menghampiri.


"Mau kuantar bro" ucapnya


"hei, aku bisa sendiri, kau pulanglah sebelum ibumu mengomel" jawab Justin


"oke sampai jumpa besok kalau begitu, bye" ucap Fred sambil berjalan menjauh menuju mobilnya sendiri


Mereka berpamitan satu sama lain, satu persatu kendaraan melaju menjauh, masih merasa gelisah Justin tak segera melajukan mobilnya, ia hanya berdiam diri di dalam memikirkan apa yang harus ia lakukan, sudah terlalu lama Justin merahasiakan semuanya, namun entah apa yang harus dilakukan Justin Sama sekali tidak tau


Haah entahlah gumam Justin lalu menyalakan mesin meninggalkan semua pikiran kacaunya,


Di depan gerbang


tiin tiiiin tiiin

__ADS_1


setelah terdengar suara panjang klakson mobil, satpam tergopoh-gopoh keluar dari pos berlari dan segera membuka gerbang, setelah mobil masuk satpam menutup gerbang dan kembali ke pos nya.


Justin turun dengan gaya cool nya mengenakan kacamata hitam,


segera semua staf rumah berderet menyambutnya, Justin yang dalam keadaan agak kesal hanya mengabaikan mereka terus berjalan melewati siapapun bahkan ia tak membalas sapaan keluarganya, ia berhenti sejenak melihat kakak dan Kakak iparnya sejenak kemudian melanjutkan jalan Tanpa berkata sedikitpun, Justin masuk ke kamarnya dan terus berada di sana sampai sang mamah memanggilnya, karena tak ada sahutan apapun Sang mamah akhirnya memilih menuju kamar Justin.


tok tok tok


"Mamah boleh masuk sayang" ucap Nala


"Masuk aja mah, gak dikunci kok" jawab Justin tanpa menoleh terus menatap layar gadget nya


"Ayo turun makan dulu" Nala


"iya mah nanti Justin turun" Justin


"cepetan sekarang, kalo gak mau mama bawa sini makanannya ya" Nala


Mamah paling tau kalau Justin selalu tak suka makanan apapun ada di dalam kamar, karena ia sangat membenci kamarnya kotor. semalas apapun Justin, ia tak pernah membiarkan siapapun mengotori kamarnya.


Nala tersenyum simpul dan berjalan menuju meja makan,


Justin hanya melihat kepergian sang mamah yang tak lama setelah itu justin menyusul.


seperti sebelumnya, di meja makan sekalipun Justin terus diam, setelah menyelesaikan makan, ia pergi meletakan piring kotor dan kembali ke kamar.


samar samar Justin mendengar perkataan sang kakak.


"Mah Justin kenapa" Anne

__ADS_1


namun Justin tak peduli dan kembali mengurung diri di kamar,


Beberapa jam kemudian


Justin merasa tenggorokannya sangat kering ia berdiri berjalan menuju dapur.


"bi buatin jus dong" pinta Justin kemudian duduk di kursi


"Baik den, tunggu sebentar yah bibi buatkan" jawab bibi


dua menit kemudian


"ini den jus nya" bibi memberikan jus


"makasih bi" Justin mengambil jus dari tangan bibi dan menghabiskan dalam sekali minum lalu berdiri meletakan gelas yang sudah kosong di wastafel.


saat akan kembali ke kamar Justin mendengar teriakan kakak yang tak lama kemudian menjadi sunyi, Justin memutuskan mengikuti kemana sang kakak pergi, sampai di depan kamar orangtuanya Justin berdiri diam,


ia mendengar sesuatu yang lebih mengejutkan dari sebelumnya, secara tak sadar airmatanya menetes, hatinya sakit, namun Justin hanya bisa pura-pura tak mengetahuinya, ia tak tahu sampai kapan ia harus terus berakting di depan semua orang,


namun bukan hal itu yang ada di pikirannya sekarang.


"kepada siapa aku harus memberi tau semuanya" ucap Justin dalam kesendirian


"aku tak bisa terus merahasiakannya"sambung Justin


"Apa yang harus aku perbuat, bagaimana caraku memberitahu mereka, bagaimana jika papah dan kak Anne marah nanti" semua pertanyaan-pertanyaan itu terus berkecamuk di pikiran Justin


"Kamu bisa memberitahuku"

__ADS_1


tiba2 suara seseorang yang Justin kenal terdengar entah darimana dan bagaimana ia masuk


Justin hanya diam terpaku ditempat, menoleh perlahan dan betapa terkejutnya ia saat mengetahui siapa yang berbicara padanya.


__ADS_2