
"aku tau, dan aku tak peduli" jawab Hendry lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Anne
"ihhhh menyebalkan.... menyebalkan......" teriak Anne menginjak injak lantai dengan kesal lalu segera mengikuti Hendry.
Karena merasa sedikit lapar Anne berjalan menuju dapur, memeriksa isi kulkas yang ternyata hanya tersisa telur dan jagung, Anne memutar otak dan ia memutuskan membuat telur dadar dan merebus jagung dan setelah masak Anne memisahkan jagung dari tulang, merasa ada yang kurang pas Anne kembali memeriksa kulkas dan benar saja ia menemukan yang ia cari.
"Nah ini dia, jagung rebus lebih nikmat bersama keju dan susu, baiklah waktunya makan, oh iya apa Hendry sudah makan" gumam Anne
"biarin ah, ntar juga kalo lapar kesini" Anne mengangkat kedua bahu dan kembali ke depan hidangan yang dimana sudah ada orang di sana
"hei apa yang kau lakukan pada telur dadar ku" teriak Anne pada Hendry
"kenapa, aku lapar dan kebetulan sekali ada telur dadar" ucap Hendry cuek dan terus memakan telur dadar buatan Anne
"buat sendiri sana !" kesal Anne
"habis, buatin lagi" kata Hendry singkat
"ihhhhh kesel.... kesel....kesel..." Anne menghentakkan kaki kesal
namun tak ada pilihan lain jadi ia kembali membuat dua porsi telur dadar.
sepuluh menit berkutat di dapur Anne kembali ke meja makan membawa dua porsi telur dadar yang dibuatnya
"nih telur dadarnya" ucap Anne masih kesal
"hmm" jawab Hendry tak peduli
"Terimakasih kek" seru Anne
"diam, cepat makan" kata Hendry lagi
Anne mulai memakan telur dadarnya dan menyelesaikannya dengan cepat, ia membawa semua piring kotor ke dapur lagi, ia keluar membawa semangkuk besar jagung pipil lengkap dengan keju dan susu di atasnya yang dibuatnya tadi, Hendry menatap lekat apa yang Anne bawa
"Apa itu" tanyanya
"Jagung susu dan keju" jawab Anne
"kenapa, mau juga" sambung Anne
"Ambilin" perintahnya
__ADS_1
"Ambil mangkuk sendiri sana" jawab Anne
Hendry menatap tajam Anne, namun sepertinya Anne tak peduli jadi Hendry beranjak dari duduknya dan kembali membawa mangkuk kecil, Anne merebut mangkuk dari tangan Hendry dan mulai mengisi dengan jagung susu keju buatanya.
"Nih, jangan minta lagi" ucap Anne ketus
Hendry menerima mangkuk berisi makanan itu dan mulai menyendokinya,
"Hmm, enak, lain kali buatkan aku makanan ini lagi" ucap Hendry tanpa menoleh sedikitpun
"enak saja" jawab Anne
belum sempat Anne mencicipi makanan buatanya bel pintu berbunyi,
Ting... tong...
Ting ... tong...
Ting... tong...
ia menghentikan kagiatannya dan berjalan menuju arah suara itu berasal,
Cklek ....
"Katanya papah mau jelasi sesuatu ke kamu, jadi kami ke sini sekarang" ucap Nala Mama Anne
"baiklah sini masuk" Anne mempersilahkan semuanya masuk
"biar aku panggil Hendry dulu" sambung Anne setelah memastikan mereka semua duduk
Tak lama kemudian Anne dan Hendry datnag bersamaan, Hendry menyambut mereka semua
"selamat datang mah pah dan justin" sapa Hendry
"baiklah, maaf jika Papah mengganggu kalian, tapi papah rasa sepertinya semuanya harus tau sekarang, karena akhirnya peristiwa besar yang papah khawatirkan terjadi sekarang" jelas papah
"hmm baiklah Anne akan mendengarkan" ucap Anne
yang lain hanya mengangguk setuju lalu papah memulai penjelasanya
"Nak kamu tau Tante selly kenapa tidak menikah sampai sekarang" ucap papah
__ADS_1
"karena kutukan yang ada di tubuhnya membuat ia tak bisa menikah, dan sebenarnya papah juga bukan manusia, papah berasal dari suku peri iblis, papah mendapat perintah untuk mencari seseorang berkekuatan khusus dan darisanalah papah bertemu Nala mamahmu dan juga Tante Selly, saat berada didekat mereka papah merasakan kekuatan yang sangat besar namun juga bersamaan dengan sesuatu yang berbahaya, papah memutuskan untuk menikahi Nala, papah jatuh cinta pada mamahmu dan keputusan papah tepat jadi lahirlah kamu dan juga Justin"
"Jadi sebenarnya apa yang hendak papah jelaskan lebih tepatnya" Sela Anne
"serahkan urusan perusahaan pada orang kepercayaan papah, sementara itu kalian berdua harus ikut kami ke kediaman Andreas" ucap papah
"Apaa!!!" teriak Anne dan Hendry bersamaan
"tapi apa alasanya pah" ucap Anne meminta penjelasan
"karena disini sudah tidak aman lagi, papah tau sekarang hanya ada kalian berdua disini, jadi jangan membantah, papah sudah mengutus seseorang untuk membereskan semua perlengkapan kalian yang ada di sini" jelas Papah
"oke baiklah, tapi tunggu sebentar" ucap Anne lalu berlari menuju dapur, memasukan semua jagung susu keju buatanya ke dalam kotak makan memasukannya ke dalam tas.
"oke siap, ayok" ajak Anne bersemangat
"ehh bentar bentar.. " ucap Anne lagi berlari menjauh dan kembali dengan kamera yang sudah mengalung di leher
"Astaga ......" ucap Nala sambil menepuk jidat
"Sayang ajak suamimu dong" ucap Nala lagi
"haaah, oke deh ayoooo" Anne memegang tangan Hendry dan menyeretnya menuju mobil di halaman
Setelah papah memastikan semua tempat tersegel kemudian masuk mobil dan mulai mengikuti kami di belakang, seolah menjaga semuanya tetap baik baik saja
Sampai di kediaman Andreas
"Selamat datang Tuan dan Nyonya" sambut semua pelayan
mereka semua hanya mengangguk dan terus berjalan
"pah jadi rumah ini" tanya Anne membuka suara
"ya ini rumah korban kecelakaan, kasus Tante Selly yang tak selesai, dan papah membelinya karena papah merasa rumah ini istimewa" jelas papah
Anne hanya mengangguk mengerti
"Lalu dimana korbannya, kenapa tidak ditemukan" lanjut Anne
"lain kali papah ceritakan, karena itu sudah menjadi rahasia papah, dan papah tau kalau kamu memiliki ingatan aneh" ucap papah yang tentu saja mengejutkan Anne
__ADS_1
"maksud papah........" Anne mulai penasaran
"Seperti yang kamu pikirkan sekarang" jawab papah dengan tenang sambil terus berjalan