
"Kakek.... Hendry......" ucap Anne tetap tak mengerti
"Hendry siapkan upacara pelepasan secepatnya" perintah kakek
Hendry langsung berjalan menjauh setelah mendengar perkataan kakek
"kakek apa maksudnya ini.... dan upacara pelepasan apa ..... lalu mereka berdua kenapa sebenarnya....." ucap Anne mulai sedikit kesal karena tak ada satupun yang menjelaskan padanya apa yang sedang terjadi
"Anne.... mereka berdua akan segera dimakamkan" akhirnya kakek buka suara menjelaskan
"jadi... " Anne hendak bertanya namun dipotong oleh kakek
"iya.... mereka berdua gugur dan semua pasukannya menghilang lenyap, sesuatu telah menyerap mereka semua, kakek dan Hendry menemukan mereka sedang bersembunyi, namun kita terlambat datang" terang kakek
"jadi apa yang akan kakek lakukan pada tempat ini" tanya Anne
belum sempat Kakek menjawabnya
"semua sudah aku siapkan kek" ucap Hendry tiba-tiba muncul
"Baiklah" jawab kakek beranjak dan berjalan meninggalkan ruangan
tetapi kemudian langkahnya terhenti
"Anne ayo nak kau juga harus ikut, Hendry ajak istrimu" ucap kakek
Hendry menghentikan langkahnya kemudian berbalik memegang tangan Anne dan menarik berjalan tanpa sepatah kata
mereka berjalan melewati lembah, lorong sampai kemudian terlihat sebuah bangunan mirip dengan istana kuno kakek berhenti, Hendry dan Anne ikut berhenti juga.
didepan sana terlihat dua peti dengan penuh ukiran unik. diatasnya menyala lilin - lilin dan berbagai maca bunga sengaja dibiarkan berserakan dimana-mana.
kakek menjentikan jari Ajaib.... benar benar ajaib Lampu obor menyala satu persatu berurutan tanah di depan peti runtuh seketika lalu kedua peti melayang-layang diudara perlahan memasuki lubang, setelah dipastikan kedua peti masuk kakek mengucapkan kata-kata aneh berjalan menuju obor terdekat, mengambilnya dan berjalan menghampiri kedua lubang berisi peti, kakek mengambil sejumput tanah, tanah itu terbang bagai disihir kakek mendekatkan api obor kearah tanah Dan tanah itu berubah menjadi debu berwarna putih yang melayang diatas kedua lubang peti.
Brukkk brukkk sret.. sret..
Kedua lubang peti menutup dengan sendirinya tanah berjatuhan dan dua papan muncul entah darimana dengan mulut kakek yang terus merapal tanpa henti sejak tadi, kakek mengangkat tangan menyatukan di dada lalu membungkuk, Hendry ikut membungkuk jadi Anne hanya mengikuti apa yang mereka lakukan
__ADS_1
"Selesai" ucap kakek tiba tiba
"apa yang selesai" heran Anne
"Ssst" sahut Hendry
"kenapa memangnya" ucap Anne lagi
"Diamlah" jawab Hendry
"Baik... baik.." ucap Anne kemudian
Kakek berjalan terlebih dahulu meninggalkan upacara pemakaman hendry memegang tangan Anne dan berjalan mengikuti kakek
sampai di atas lembah Kakek menancapkan tongkatnya dan seluruh tempat yang semula hancur tak beraturan mulai memperbaiki dirinya, pohon2 mulai tumbuh dan berbagai kehidupan mulai muncul hewan2 yang semula tak ada muncul entah darimana, dan satu persatu bangunan mulai nampak berdiri kokoh, tak tahan dengan rasa penasarannya Anne mengeluarkan suara
"Darimana semua itu muncul kek, ajaib sekali seakan kakek menyimpanya dikantong dan mengeluarkanya begitu saja" ucap Anne sambil terheran memandang kesana kemari
"memang" jawab kakek tenang
"memang...... wahhh kakek hebat kayak Doraemon aja" ucap Anne
"kakek sendiri bagaimana nanti"
"kakek akan disini sementara mengumpulkan tenaga sembari memulihkan keadaan" ucap kakek
"Baiklah, Anne pergi dulu kek, kakek jaga diri baik-baik dan jangan terlalu bersedih, aku akan berusaha menghibur Hendry nanti" Anne berdiri
"baiklah kakek percaya padamu nak" ucap kakek
"Anne pergi kek" ucap Anne berjalan menghampiri Hendry dan meninggalkan tempat itu
sampai didepan pintu portal Anne berhenti sejenak
"Cepatlah" ucap Hendry
Anne menarik napas dalam-dalam dan melangkah maju sambil memejam
__ADS_1
selesai melangkahkan kaki dan memastikan ia sudah Melawati portal Anne membuka matanya perlahan
"Akhirnya..." ucap Anne menarik napas lega
"Hendry ... tunggu sebentar" cegah Anne
"Ada apa" jawab Hendry singkat
"ayo ikut aku" Anne menarik tangan Hendry menyeretnya menuju ke kamarnya
"Apa yang aku lakukan" ucap Hendry dingin
"hei kau ini kenapa, kemana Hendry yang songong dan menyebalkan" ucap Anne
"Apa maumu" ucap Hendry lagi
"hei aku tau kau ini sedang bersedih, jangan terlalu lama bersedih lah, ada aku disini" ucap Anne menepuk nepun dadanya
"iya kau memang disini, jadi apa yang kau mau" jawab Hendry tetap bertahan pada ekspresi dingin nya
"haisss kau ini" ucap Anne gemas lalu meleluk Hendry tanpa aba2
Hendry yang terkejut spontan mendorong tubuh Anne menjauh dan Anne pun terjembab dilantai
"au.. hei !! apa yang kau lakukan, sakit tau" ucap Anne sambil meringis kesakitan
"Jangan peluk peluk sembarangan, kau ini belum izin" kata Hendry sambil berdiri
"hahh, izin katamu... aku ini istrimu kau tau itu" ucap Anne
"aku tau, dan aku tak peduli" jawab Hendry lalu melangkah keluar kamar meninggalkan Anne
"ihhhh menyebalkan.... menyebalkan......" teriak Anne menginjak injak lantai dengan kesal
Mohon dukungannya teman teman, saya masih belajar ni...
like dan vote nya juga ya... 😁🤭😊✌️
__ADS_1
terimakasih