
"Tapi kan mah, kok bisa kotaknya mamah yang simpan" tanya Anne
"Ohh itu dulu waktu kamu kecil Tante kamu dapat kasus baru dan kebetulan kasus kecelakaan tapi aneh" sambung mamah
"kok aneh sih" Anne menyela lagi
" gini Loh Anne sayang dulu ada kecelakaan di jalan Deket jurang dan Tante yang menangani kasusnya karena saat bangkai mobil ditemukan korban sudah hilang, lenyap begitu saja jadi Tante terus selidiki sampai berbulan bulan tapi tak ditemukan motif apapun dan Tante hampir menyerah saat itu karena barang bukti yang tersisa hanya foto agak gosong yang bahkan mukanya sudah pudar, juga kotak merah dan beberapa koper penuh baju" jelas Tante Selly
"kotak merah itu akhirnya dikasih mama karena penyelidikan kasusnya dihentikan kopernya juga masih mama simpan kok di kamar kamu" sambung mama
"loh tapi kok Anne nggak pernah liat koper itu ma cuma kotak merah yang Tante pegang" tanya Anne bingung
"ada kok yuk ikut mama ke kamar kamu, sama Tante juga" kata mamah mengajak Anne dan Tante
mamah membuka pintu kamarnya dan beranjak menuju sebuah almari baju Anne mamah memutar handle pintu almari dan kemudian bergeser, munculah disana pintu menuju sebuah ruangan, Anne agak terkejut karena dia tidak pernah tahu ada ruangan itu di kamarnya.
"loh kok.... mahh..." Anne dengan keterkejutanya
"iya sayang maaf karena mamah tidak pernah bilang ke kamu kalau ruangan ini sudah ada sejak rumah ini dibangun dann.... kayaknya masih ada ruang rahasia yang lain tapi mamah masih tidak tahu ada dimana lagi" jelas mamah nya
lalu mamah menerangi semua ruangan tampak sebuah ruangan agak besar dengan banyak almari penuh piala dan banyak sekali berkas2 entah apa, sebuah meja dan kursi kerja bertenger di sudut ruangan dengan sofa panjang merah dan sebuah ranjang berukuran besar di tengah2 ruangan.
Penataan posisi yang aneh Pikir Anne
"Mah kok penempatan barang barangnya aneh sih" tanya Anne
__ADS_1
"Yaaaa mamah juga nggak tahu, sejak keluarga kita pindah ke sini rumah ini sudah dalam keadaan seperti ini dan mamah maupun papah kamu tak pernah sekalipun mengubah posisinya, masih banyak rahasia di rumah ini yang belum mamah dan papah kamu tau" kata mamah sambil mengedikkan bahu.
Anne selalu penasaran dengan desain dan warna rumah besar ini, rumah megah dengan design kuno warna cat dinding luar berwarna cream pudar dan perabotan2 yang kebanyakan berwarna hitam, silver, dan merah darah sedangkan warna lain tak pernah ia temukan, hanya buku2 yang berjajar rapi di rak yang berwarna warni.
selain itu tidak ada lagi, warna cat dinding dalam berwarna abu2 agak silver, sungguh membuat penasaran.
.......
.......
Siang hari di NEGARA SAKURA. JEPANG
Seorang perempuan tengah membentak bentak yang mungkin adalah pasangannya di sebuah taman penuh pohon sakura, sang lelaki hanya terdiam dan mendengarkan tanpa perlawanan.
namun tak lama setelah itu sang lelaki justru terlihat sangat kesal dan kemudian menampar wanita cantik itu dan beranjak meninggalkannya tanpa sepatah katapun, kini sang perempuan terlihat menyesal dan terus mengejar lelakinya dan ketika dia gagal mengejar hanya tangisan keras yang terdengar dari jauh.
Hendry mengehmbuskan nafas kasar mengingat hal itu membuat hatinya sakit dan kebenciannya membuka kembali.
"Ada apa Bos, apakah anda lelah" Tanya sita agak ngawur
" Tidak, saya tidak apa apa, ya udah kita ke restaurant dulu aku mau bertemu seseorang" Kata Hendry
"Siap bos, mobil sudah disiapkan silahkan" kata sita kemudian.
Hendry berjalan memasuki mobil putih yang terparkir di sana, kemudian melaju menuju tempat yang ia maksud.
__ADS_1
"Hai bro, udah besar juga Lo sekarang" kata seorang lelaki menyapa Hendry
"Dasar sialan Lo, emang kemarin pas ketemu gue masih kecil!" Pletak ....
Hendry menjitak Boy Adik sepupunya itu dan Boy hanya mengusap pelan bekas jitakan Hendry
"Masih kecilan juga Lo main seenaknya panggil bro, gue ini kakak Lo tauk" Pekik Hendry marah
"iya deh iya, kakak ku tersayang maaf yah karena adikmu ini masih kecil" Sungut Boy sebal
Para pengunjung di sana hanya tertegun melihat dua lelaki tampan yang tingkahnya tak sesuai dengan penampilan dan umurnya, bahkan ada seseorang yang terlihat sangat geli dengan tingkah mereka, sedangkan Sita tak bergeming sedikitpun memandangi Boy sedari tadi, ia tak memperdulikan tingkah mereka berdua hanya rasa kekaguman yang besar terpancar dari raut wajah sita.
Ohh heiii .... sadarlah sita.. kau ini cuma asisten bos dan kau tak mungkin bisa bersanding denganya
Plak... plak... plak.. sita menampar pipinya sendiri
tapi... kenapa dia sangat mempesona dan hehemm sangat tampan...
Seketika wajah sita memerah bak tomat matang di pohon
"Sita... sita.... apa kamu mendengar saya" panggil Hendry menyadarkan sita
"Eh... Oh.. ehm.. ya ada apa bos, apa ada yang bisa saya bantu" kata sita kemudian
"Tidak ada.. kamu boleh jalan jalan dulu kalau nanti sudah selesai akan saya hubungi" kata henry
__ADS_1
"baiklah bos, kalau begitu saya permisi dulu" Sita menundukan kepalanya dan beranjak pergi meninggalkan tempat itu namun pikirannya masih melekat pada wajah yang ada di samping bosnya, masih dengan rasa penasaran yang tak bisa dibayangkan olehnya.