Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
JUSTIN 2


__ADS_3

Saat bunga waktu terlahir maka b....


Anne terdiam melihat huruf akhir tulisan itu, siapa yang merobek halaman itu, apa sebenarnya maksud dan arti simbol milik Justin masih menjadi misteri, Anne meletakkan buku itu kembali dan mencari buku lainya, sayang tak ada buku lain yang menjelaskan arti sebuah simbol.


Anne keluar kamar dan kembali menuju kamar Justin.


"bagaimana apakah Justin baik-baik saja" tanya Anne pada Hendry


"hei istriku kau harus membuat sebuah panggilan untukku" protes Hendry


"hhmm.. baiklah kalau begitu... ehem....SUAMIKU.. apa Justin baik-baik saja" jawab Anne sambil tersipu malu


"kak... sepertinya aku mau pingsan aja, aku tak tahan sepertinya ada bau2 cinta disini"goda Justin


Anne hanya terdiam tanpa menimpali ucapan Justin ataupun Hendry, ia berjalan keluar kamar tanpa sepatah kata.


"kak Hendry, kak Anne marah tuh" tunjuk Justin pada Anne yang sudah pergi


"yahhh.... aku pergi dulu" Hendry menyusul Anne dan meninggalkan Justin di dalam kamarnya


"Istriku... "panggil Hendry


mendengar panggilan Hendry Anne berlari menghampiri


"duh jangan keras-keras, nanti mamah sama papah denger malu tau" protes Anne sambil menutup mulut Hendry


Hendry tersenyum jahil lalu menarik Anne ke dalam kamar.


"hei... lepasin mau ngapain" ucap Anne


sampai di dalam kamar Hendry membuka bajunya


"aduhh... ngapain dilepas pakai lagi gak" protes Anne sambil menutup wajah dengan kedua tangannya


Hendry menatap Anne bingung


"hei apa yang kau pikirkan, lihat aku.." pinta Hendry


Anne perlahan membuka mata melihat six pack Hendry membuat Anne semakin malu


"pikiran kotor apa yang kau pikirkan sekarang, kita harus berlatih, si kekacauan mungkin akan kembali, kau harus menjadi lebih kuat dari sekarang" jelas Hendry dengan santai


mendengar perkataan Hendry Anne semakin malu dan malu, Anne sudah salah mengartikan keadaan.


Hendry mengubah penampilannya, kedua mata Hendry menyala kuning terang taring muncul di sela giginya, rambut Hendry yang semula pendek hitam berubah menjadi putih dan panjang, Anne terkejut melihat penampilan Hendry suaminya.


"ini wujud asliku, kita akan menuju dimensiku jadi tunjukan penampilan aslimu" ucap Hendry

__ADS_1


Anne memejamkan mata sayapnya muncul


Hendry membuka portal dan mereka berdua masuk ke dalam.


sementara itu di kamar Justin .


Justin memejamkan mata memanggil pasukannya.


tak lama kemudian


"ada tugas untuk kami kah prince" ucap salah seorang komandan


"awasi rumah ini sementara aku memulihkan diri" perintah Justin


"baik prince" jawab komandan kemudian menghilang dalam sekejap mata


Justin mengambil posisi bersila sebuah gelembung menutupi Justin ketika ia mulai memejamkan mata.


waktu seolah berhenti di dalam gelembung, diluar bulan malam sudah menampakan diri sementara di dalam gelembung terang seolah masih siang.


"Justin .... Justin....." sayup-sayup Justin mendengar suara mamah memanggil dirinya, Justin mengeluarkan sedikit kekuatannya dan membuat replika dirinya sendiri lalu keluar kamar.


"iya mah ada apa" jawab Justin replika


"Kakakmu sama suaminya kemana kok nggak keliatan dari tadi" tanya mamah


"ya udah sana lanjutin lagi tidurnya" ucap mamah yang kemudian juga meninggalkan kamar Justin


Justin masih terdiam melanjutkan pemulihan, namun tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah kamar kakaknya, spontan Justin menyudahi dan berlari menuju kamar kakaknya.


Justin mencoba mengetuk-ngetuk pintu namun tak ada reaksi apapun.


"kak .. kak Anne .... kakak..... buka kak.... buka....." Justin mulai panik


tanpa pikir panjang ia mendobrak pintu, betapa terkejutnya Justin melihat Anne dan suaminya tergeletak penuh luka dimana-mana, Justin menutup pintu kamar meletakan Anne dan Hendry diatas kasur, kedua mata Justin bersinar seiring dengan kedua tangannya yang bersinar mengeluarkan cahaya, sebuah potongan kejadian muncul di depan Justin.


Justin melihat kakaknya sedang berlatih namun tiba-tiba seseorang muncul entah dari mana.


"siapa dia, aku belum pernah melihatnya" ungkap Justin


"dia bukan si kekacauan, namun wajahnya tak asing untukku" gumam Justin


Justin terus memandangi dengan seksama namun masih tak mengenali wajah itu, akhirnya Justin memilih untuk merawat kedua kakaknya yang tak sadarkan diri.


Seolah merasakan apa yang Anne alami mamah tiba-tiba berteriak dari luar.


"Anne.... Justin ..... Justin......" teriak mamah

__ADS_1


Justin akhirnya keluar kamar dan menghampiri sang mamah.


"ada apa mah" tanya Justin


"entahlah mamah sangat khawatir, hati mamah sakit" ucap mamah dengan gerakan yang tergesa-gesa, tak bisa diam akhirnya mamah masuk ke dalam kamar Anne.


"ya ampun... apa yang terjadi Justin... kenapa mereka berdua seperti ini.." mamah hampir menangis melihat kondisi putri dan menantunya yang terluka parah tak sadarkan diri.


dengan kekhawatiran yang terus memenuhi diri mamah, secara tak sadar mamah memperlihatkan wujud aslinya di depan Justin.


"mamah.... sabar mah..." ucap Justin


"nggak bisa nak mamah harus melakukan sesuatu, kenapa Anne bisa seperti ini, apa yang mereka berdua lakukan sampai mendapatkan luka ini" jelas mamah panjang lebar.


mamah berusaha menyembuhkan putri dan menantunya namun sia-sia tak terjadi perubahan apapun pada keduanya, mamah melakukan penyembuhan berulangkali namun tetap gagal.


"mah Justin juga sudah mencoba menyembuhkan Kakak tapi sia-sia seolah kekuatan Justin tak berpengaruh pada tubuh kakak dan kak Hendry" jelas Justin


"lalu apa yang harus kita lakukan, apa yang harus mama lakukan, papah sedang pergi... apa mamah harus panggil dokter" ucap mamah yang sudah menitikkan air mata


ketika mamah berada diambang putus asa papah tiba-tiba muncul dengan sangat cepat entah darimana, papah langsung berdiri di samping keduanya, melakukan penyembuhan dengan tangan yang terus bergerak papah menarik tangan mamah dan meletakkan di atas perut Anne.


Hendry tersadar terlebih dahulu, melihat Anne belum sadarkan diri Hendry hendak bangun dan memeriksanya, namun papah mencegah Hendry.


"tetap tidur dan pulihkan tenagamu, Anne baik-baik saja"jelas papah


namun bagaimanapun Hendry tetap khawatir, sementara itu Justin melihat tangan mamah yang terus memegang perut Kakaknya Anne.


"ada apa mah, kenapa dengan perut kak Anne" tanya Justin


"kemarilah" ucap mamah


Justin menurut dan mendekat, lalu mamah meraih tangan Justin dan meletakkan di atas perut Anne.


"kekuatan apa ini mah, terasa sangat besar, tangan Justin sampai lemas, seakan menyerap kekuatan Justin mah" ungkap Justin


Mendengar apa yang Justin katakan papah dan Hendry serempak menoleh.


"ayolah nak kau tak tahu apa yang terjadi pada kakakmu" ucap mamah dengan wajah berseri-seri


Justin hanya menggeleng pelan, Hendry dan papah sontak mengikuti Justin memegang perut Anne.


setelah merasakan perut Anne Hendry membelalakkan matanya, dengan senyuman yang tulus, Hendry berteriak.


"Anne seperti ya hamil, ya aku merasakan ada kehidupan di dalam perut Anne, Anne hamil...." Hendry berteriak tanpa sadar sudah memegang tangan papah


Justin tercengang, terkejut sama terkejutnya dengan papah, sementara mamah terus tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2