
"Bahkan kau lebih muda dariku" ucap Anne
Lea mempersilahkan Anne duduk, kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka berdua, Anne memandangi seluruh ruangan yang tersusun rapi dalam satu tempat, Anne terpaku pada sebuah kotak yang tergantung di langit-langit, tak lama kemudian Lea datang sembari membawa beberapa makanan ringan dan dua gelas minuman, seperti tahu apa yang Anne pikirkan Lea segera memberi tahu apa yang Anne lihat.
"kau ingin aku menunjukanya apa itu" ucap Lea
"bolehkah" tanya Anne
"Tentu saja" ucap Lea kemudian menjentikkan jari, kotak itu turun membesar dan berhenti tanpa menyentuh meja, Anne berdiri dan takjub
"apa ini tempat tidur, ini hebat, ruangan sekecil ini bisa menampung begitu banyak barang dalam posisi yang tersusun" ucap Anne lagi
""Ya, tidak semua bangsa seperti kami memiliki sihir, oh iya kau belum tau kamu ini bangsa apa, karena si Wisson itu belum memberi tahumu iya kan" ucap Lea
"iya begitulah, jadi kau ini apa" ucap Anne
"kami bangsa elf fairy karena ukuran kami yang begitu besar dan lebih mirip ke bangsa elf jadi ya inilah kami, dan kau pasti tahu apa keahlian ku dari hanya melihat penampilanku iya kan" ucap Lea
"ya tentu saja penampilanmu terlihat sangat mencolok pasti itulah keahlianmu" jawab Anne
"dan oh iya, aku hampir lupa ada sesuatu yang harus aku berikan padamu, tunggu sebentar" Lea pergi lagi
"berapa lama kita harus bersiap kek" tanya Anne
"Sebentar lagi kita tunggu Lea kembali, benda yang akan ia berikan salah satu peran penting" ucap kakek Wisson
Lea kembali membawa sebuah kantong kecil dengan ukiran bunga, ia memberikan pada Anne
"ini kantong ruang, masukkan sedikit sihirmu ke kantong ruang ini, kau bisa menyimpan barang-barang mu didalam sebanyak apapun" jelas Lea
"tapi milik siapa ini" tanya Anne
"Aku menerimanya dari seseorang, dia bilang aku harus memberikanya kepada seseorang dari ras manusia berkekuatan khusus" ucap Lea
"jadi maksudmu aku manusia yang berkekuatan khusus itu" ucap Anne
"yah, begitulah yang dia katakan, dan dia juga bilang kau akan datang tepat pada saat terjadi kekacauan di sini" jelas Lea lagi
"dan itu tepat seperti yang dikatakan" sambung Anne
Kakek Wisson bangun dari duduknya
"baiklah kami harus pergi, ada banyak tempat yang harus aku tunjukan pada anak ini" ucap kakek Wisson
"yah.. pergilah" ucap Lea
__ADS_1
"terimakasih Lea, kami pergi dulu" Anne juga bangun dari duduknya
"ya.... ya... Wisson jaga anak ini untuk kami" ucap Lea lagi, lalu kakek Wisson pun menjawab
"dia yang akan menjaga kita semua nantinya kau tahu itu kan"
"ya aku tahu, tapi mungkin sekarang dia belum cukup siap, bimbing dia untukku, aku tak ingin membuat kecewa guruku karena kau tak membimbingnya dengan baik" ucap Lea lagi pada kakek Wisson
kali ini kakek Wisson tak menjawab ucapan Lea, Anne hanya penasaran siapa gurunya itu.
kakek Wisson kembali melanjutkan perjalanan, sementara itu Anne mencoba memasukkan sedikit sihir ke dalam kantong yang Lea berikan tadi, kantong itu bersinar sebentar dan kembali seperti semula.
setelah melalui perjalanan jauh Anne baru sadar kalau Hendry sejak dari rumah Lea sudah tak ada, Anne mulai panik,
"kek kemana suamiku Hendry pergi kek" tanya Anne pada kakek Wisson
"Anne apa kau sangat lupa, dia ada di dalam dimensi pribadi kakek, kau ingat" ucap kakek Wisson
"oh iya, aku hanya sedikit merindukannya"ucap Anne lirih
kakek Wisson hanya menggeleng pelan
"kek bolahkah aku bertemu Hendry sebentar" ucap Anne
"kau hanya harus bertemu satu orang lagi, kakek harap pelaku kekacauan belum mendahului kita" ucap kakek Wisson
kakek Wisson merapalkan mantra tanpa suara, seketika mereka berdua sudah berada di tempat yang berbeda, mereka seperti berada di dalam air namun mereka berdua masih bisa bernafas
"apakah ini di dalam air kek" tanya Anne
"ya kau haru menemui ratu suku duyung" ucap kakek Wisson.
Anne mengangguk pelan dan mengikuti langkah kakek Wisson, mereka sampai di depan sebuah kerang raksasa yang tertutup, kakek Wisson mengetuk kerang itu dengan tongkatnya dan terbuka keluar seorang putri duyung dengan tingkat dan mahkota kecil diatas kepalanya
"duduklah" ucapnya
Anne dan kakek Wisson duduk diatas batu yang muncul tiba-tiba mereka terdiam sebentar lalu
"hai kau Anne iya kan, kau bisa memanggilku Atlana" ucap Atlana
"ya aku Anne, kenapa kau ingin bertemu denganku" ucap Anne
"ada yang harus aku berikan padamu" ucapnya lagi lalu berbalik mengambil sesuatu dari dalam kerang
"ini mutiara kehidupan, aku harap kau menerimanya, aku tak tau kapan kekacauan menemukan tempat persembunyianku jika dia menemukan mutiara ini seluruh suku duyung akan musnah" ucap Atlana dengan gemetar
__ADS_1
sepertinya Atlana benar-benar takut hal itu terjadi.
"ok iya ada satu lagi, sebantar" Atlana pergi lagi ke dalam kerang ya mengambil lagi sesuatu
ia kembali dengan sebuah kalung dan memberikanya pada Anne
"ini kalung penyimpanan, hanya kau dan aku yang bisa membukanya, didalam ada benda pusaka kunci kehidupan seluruh suku di Dunia ini, aku selama ini menyimpannya karena ratu penguasa mempercayakannya padaku, tapi sepertinya aku tak bisa melakukanya lagi, firasatku kekacauan akan segera menemukan tempat persembunyianku, kau harus segera pergi Anne" ucap Atlana penuh ketakutan
"lalu bagaimana denganmu, bukankah jika kau musnah seluruh suku duyung akan kehilangan kekuatan" ucap Anne
"Bagaimana kau tahu itu" tanya Atlanta
"entahlah aku tak tau, aku terpikir begitu saja" ucap Anne
"kau akan masuk ke dalam dimensi pribadiku bersama yang lain" ucap kakek Wisson tiba-tiba
"semua ratu suku yang lain juga a
sudah masuk ke dalam, masuklah" setelah kakek Wisson mengatakan itu Atlana menghilang setelah itu terjadi tiba-tiba Anne merasa ditarik oleh suatu kekuatan yang sangat besar, kakek Wisson tercengang
"Anne kakek harus kembali ke dunia manusia, kau akan terbawa oleh kekuatan itu ke tempat kekacauan berada, kakek tidak bisa memberitahu namanya, karena itu berbahaya, kau akan segera tahu namanya nanti, kakek harus menyelamatkan mereka semua yang ada di dalam dimensi kakek, kau harus mengambil kekuatan si kekacauan itu, dengan begitu dunia sihir ini akan selamat, berjuanglah, maaf kakek tidak bisa membantumu" ucap kakek Wisson
setelah mengatakan semua itu kakek Wisson juga menghilang, sekarang Anne begitu bimbang dan cemas apa yang harus Anne lakukan.
Anne menghilang dan muncul kembali di sebuah tempat dengan nuansa mewah dan sangat indah semua benda hidup dan benda mati berbahan kristal, pohon dan bunga kristal, danau berkilauan, batu kristal salju turun di mana - mana.
"dimana aku" ucap Anne pada dirinya sendiri
"selamat datang di lapisan satu, aku sudah lama menunggumu" suara lelaki terdengar begitu Anne sampai
"siapa kau" tanya Anne
"oh bukankah si tua Wisson itu memberitahumu" ucapnya
"siapa yang kau panggil si tua Wisson sangat tidak sopan, dia kakek Wisson" jawab Anne
"bagiku dia hanya si tua Wisson" ucapnya lagi
"kau pasti penasaran siapa namaku bukan" tanyanya lagi
Anne hanya terdiam menebak karena ia sangat mirip dengan Hendry.
"siapa kau" tanya Anne
"perkenalkan.... namaku ...." ucapnya lalu berhenti
__ADS_1