Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
PERJALANAN KEHAMILAN ANNE


__ADS_3

Setelah mengetahui dirinya hamil, Anne tidak pernah diizinkan kemanapun bahkan Hendry rela kesana kemari hanya untuk memastikan Anne baik-baik saja.


Masa kehamilan Anne membuat Anne lemah, tenaganya terkuras habis walaupun ia tak melakukan apapun, wujud asli Anne muncul tak beraturan dengan wujud manusianya, membuat Anne tak bisa kemanapun selain didalam rumah.


kedua orang tua Anne dan juga Hendry mencoba berbagai hal untuk membantu Anne namun sepertinya tak membuahkan hasil.


Anne hampir tak peduli dengan keadaanya dan terus menjalani masa kehamilannya dengan sebahagia mungkin.


seperti hal nya hari ini Anne terus berulangkali berubah-ubah wujud.


"mah Justin dimana" tanya Anne pada mamahnya dari agak kejauhan


"Justin belum pulang sayang ada apa memangnya" jawab mamah


"nggak mah barangkali Justin punya beberapa hal yang bisa menunda perubahan ini sebentar saja mah" keluh Anne


"tunggu Justin pulang kalau begitu, ada yang kamu inginkan nak, Mamah bantu Carikan deh" bujuk mamah


"nggak deh mah, Anne mau jalan-jalan di halaman belakang aja kalo gitu" tolak Anne sambil berjalan menuju halaman belakang


mamah menghembuskan nafas pelan.


"maafin mamah nak, karena mamah kau juga harus merasakan apa yang mamah rasakan dulu saat mengandung" ujar mamah dengan sedih.


Hari berganti Minggu kemudian berganti menjadi bulan, Anne menjalani kehamilannya dengan keadaan tubuh yang lemah, kini kehamilannya menginjak 7 bulan, Hendry semakin siaga menjaga Anne sementara mamah selalu mengikuti kemanapun Anne pergi, kini tubuh Anne tak lagi lemah, ia bahkan merasa sangat energik, hampir menginjak usia kandungan 8 bulan, Anne selalu penuh tenaga, tubuhnya yang semula benar-benar lemah kini merasa sangat segar, Anne bahkan kuat berjalan jauh, hanya karena dia tak bisa terus diam.


"Anne berhenti kesana kemari nak, mamah capek liatnya" ujar mamah yang melihat Anne terus berjalan kesana kemari tak berhenti


"Duh Anne nggak bisa diem mah, kalau diem kaki anne kaku, ya udah mah Anne mau siram tanaman di belakang dulu deh, dah ma" jelas Anne sambil melangkah pergi menuju belakang rumah.


setelah anne menuju halam belakang, suara papah terdengar dari luar.


"mah papah pulang" teriaknya


"iya..." jawab mamah singkat


begitu di depan istrinya papah duduk disamping mamah dan mengambil posisi tidur


"aduh pah mandi dulu sana, ganti baju aja juga gak papa deh"usir mamah


"bentar deh mah papah capek nih, tadi habis meeting lama banget" jelas papah


"ya udah bangun dulu mamah buatin minum dulu ya" tawar mamah


"suruh bibi aja deh mah, mamah sini aja" protes papah sambil memegang erat tangan mamah


saat sedang asyik santai melepas lelah tiba-tiba Hendry sudah berdiri di depan mamah.


" mah Anne dimana" tanya Hendry


mendengar suara Hendry papah terkejut dan spontan berdiri.


melihat kelakuan suaminya mamah hanya bisa terkekeh pelan.


"ada di belakang" jawab mamah


Hendry bergegas menuju halaman belakang namun

__ADS_1


"menantu... mendi dulu, minimal ganti baju dulu juga ngga papa" ujar mamah agak berteriak


mendengar ucapan mamah Hendry membalikan badan melangkah menuju kamar, beberapa menit kemudian Hendry keluar memakai kaos dan celana training bergegas menuju halaman belakang.


sementara itu papah yang spontan berdiri langsung melarikan diri menuju kamarnya untuk membersihkan tubuh selepas bekerja.


"nah gitu dong baru namanya papah tampan " puji mamah


papah hanya bis tersenyum malu lalu melarikan diri ke dapur.


"mah buah di freezer kok habis sih" teriak papah dari dapur


"oh iya mamah lupa belum belanja lagi" jawab mamah


papah berjalan menghampiri mamah dan


"ayok mah kita belanja" ajaknya


"tumben papah mau nemenin" goda mamah


"aduh cepetan mah, papah lagi mood nih" ajak papah


"ya udah iya tunggu sebentar" jawab mamah


mamah berjalan menghampiri Hendry dan Anne, ia melihat putri dan menantunya sedang bersantai melihat tanaman.


"nak mama pergi dulu ya mau belanja sebentar" pesan mamah


"iya mah pergi aja, udah ada suami Anne yang nemenin" jawab Anne


mendengar persetujuan putrinya mamah bergegas menuju mobil bersiap untuk pergi.


"Hendry ... aku harus memanggilmu bagaimana nanti" tanya Anne tiba-tiba


"tak mungkin aku harus memanggilmu suamiku setiap saat, terdengar sedikit berlebihan" sambung Anne


"kalau gitu panggil Sayang" goda Hendry


"ih kalau di rumah kita cuma berdua aku mau, tapi disini ada mamah papah loh" gerutu Anne


"ya udah aku panggilnya mas Hendry aja gimana" tawar Anne kemudian


"jadi aku harus memanggilmu apa" protes Hendry


"ya udah aku panggil sayang aja ya" tawar Hendry


"oke deh terserah kamu" jawab Anne


"sayang mau makan apa" imbuh Hendry


mendengar itu Anne tersipu malu memalingkan wajahnya


"hadap sini dong, wajah cantikmu jadi nggak keliatan kalo gitu" goda hendry


"iiih apaan sih, geli tau" jawab Anne


Hendry memaksa mengubah posisi wajah Anne agar bisa ia lihat.

__ADS_1


"nah gini kan cantik istriku" lanjut Hendry


Anne semakin tersipu malu sudah terlalu malu Anne menangkupkan wajahnya di dada Hendry.


"kalau gitu panggil aku sayang juga dong, aku gak akan godain kamu lagi" protes Hendry


"iya deh iya, Sayang.." ucap Anne pelan


"apa tadi... ulangi dong aku gak denger" ucap Hendry


"iya sayangku suamiku Hendry" teriak Anne yang kemudian berdiri berjalan cepat pergi menjauh


melihat Anne melarikan diri Hendry mengejar dan menggendong Anne ala bridal menuju kamar.


sampai di dalam kamar.


"istriku lucu banget deh, halo anak papah mamah kamu lucu banget nih, papah gak sabar liat kamu deh" ucap Hendry diatas perut Anne yang semakin besar


"sayang kira-kira anak kita perempuan atau laki-laki" tanya Hendry


"nggak tahu, aku belum sempat USG kan" jawab Anne


"mau USG sekarang" tawar Hendry


"nggak deh kita tebak-tebak an aja" jawab Anne


Anne dan Hendry masih bercanda ria membicarakan banyak hal, lain halnya Justin yang tak muncul sejak pagi.


entah apa yang Justin lakukan Anne bahkan mamah dan papah sudah tak begitu penasaran.


masa-masa menuju HPL Anne jalani dengan bahagia, Anne tak terlalu sering ngidam ataupun mual.


kakek Wisson bahkan selalu berkunjung setiap saat demi memeriksa keadaan cicitnya, seperti hari ini tiba-tiba kakek Wisson muncul dengan Justin bersamanya.


"kakek kenapa bersama Justin" tanya Anne


"oh ada yang Justin tanyakan pada kakek jadi belakangan ini Justin sering menemui kakek" jawab kakek


"bagaimana keadaan ponakanku kak" tanya Justin


"baik-baik saja" jawab Anne singkat


"kakak belum merasakan tanda-tanda akan melahirkan kak" tanya Justin lagi


"belum..." jawab Anne lagi


namun tiba-tiba air mengalir di kedua kaki Anne, Justin dan Hendry panik.


"Hendry panggil menantu kemari" pinta kakek Wisson


Hendry berlari sambil memanggil mamah dan papah.


mendengar teriakan Hendry mamah dan papah berlari menuju sumber suara.


melihat Anne mamah segera membawanya ke dalam mobil, papah sudah stand di kursi kemudi, Hendry di samping Anne sementara kakek Wisson dan Justin berada di kursi belakang.


"ayo lah kita ke rumah sakit sekarang juga" pinta mamah

__ADS_1


Anne mulai merasakan kontraksi selama dalam perjalanan, membuat Hendry semakin khawatir.....


__ADS_2