
Sepulang menjemput Laura Anne membawanya Laura ke dunia sihir.
"wah... mommy ini luar biasa, Laura tak tahu ada tempat seperti ini"
"baik, Laura tahu kan kalau Laura punya kekuatan"
"iya mommy Laura tahu jadi"
"mommy akan ajarkan Laura cara gunakan kekuatan Laura dengan baik"
"oke siap mommy"
"duduk di sana, mommy akan melepas sedikit kekuatan Laura"
Laura patuh dan duduk diatas sebuah batu, anne memulai melepas segel kekuatan Laura, ia melepas sedikit kekuatannya pada tubuh Laura.
selesai melepas segel
"mommy tubuh Laura terasa sangat ringan, terasa sangat bertenaga"
"mommy tidak bisa melepas semua kekuatan Laura, maaf ya sayang"
"tak apa mommy Laura tahu, kekuatan Laura pasti menakutkan iya kan"
"bukan menakutkan hanya sangat luar biasa, untuk sekarang Laura tak akan bisa mengendalikan semua kekuatan Laura"
"apa maksudnya itu mommy"
"maksudnya kekuatan Laura lebih besar tiga kali lipat dari ukuran tubuh Laura"
"ooh begitu, tak apa mommy segini saja cukup sekarang ayo ajari Laura cara menggunakan kekuatan Laura mommy"
"baik, mommy hanya akan mengajarkan hal-hal dasar dulu "
"tak masalah mommy ayo cepat"
Laura sangat bersemangat jadi Anne mengajari Laura beberapa sihir dasar.
tak membutuhkan waktu lama bagi Laura untuk mempelajari semua, kurang dari satu jam Laura bisa melakukan yang Anne ajarkan
"apa itu sangat mudah nak"
"iya mommy Laura sudah bisa melakukan semuanya"
"kalau begitu jangan sembarangan menggunakan sihir itu ya"
"siap mommy, mommy ayo makan Laura lapar nih"
"oh iya yo kita makan"
Anne menyuruh Laura menunggu sembari melihat tv sementara Anne memasak, selesai memasak Anne mengajak Laura ke meja makan.
"mommy Laura udah kenyang, sekarang ayo main"
"oke, Laura mau main apa" tanya Anne
"ke kantor Daddy"
"ngapain kita ke kantor Daddy sayang"
"ayolah mommy"
"oke oke ayo"
sebelum mereka berdua masuk garasi terdengar suara mobil.
"itu pasti Daddy" ucap Anne
Laura menunggu di depan rumah lalu
"Daddy, ternyata benar Daddy"
"apa Laura menunggu Daddy pulang"
"iya, Laura tungguin Daddy"
__ADS_1
"ya udah ayo masuk, Daddy capek mau mandi dulu trus makan habis itu kita main, gimana"
"Yeay, asikkkk oke Laura tungguin Daddy selesai kalau gitu"
"siap my princess, sebentar ya sayang"
Hendry membersihkan tubuhnya lalu menuju meja makan, selesai dengan makan nya Hendry menghampiri Laura di halaman belakang.
"apa yang Laura lakukan"
"lihatlah Daddy Laura sudah bisa menggunakan sihir"
"pintar princess nya Daddy, tapi jangan gunakan sihir sembarangan ya sayang"
"iya Daddy"
mereka bertiga bermain bersama sampai Laura merasa lelah.
selesai bermain dengan Laura Anne menarik tangan Hendry membawanya masuk ke dalam dimensinya.
" kenapa kau membawaku ke sini sayang" Hendry mengernyit
"tak ada, aku hanya merindukanmu" Anne bergelayut manja di dada Hendry
"ada apa denganmu hari ini, kau tak pernah melakukan ini padaku" Hendry heran dengan sikap Anne
"ayolah, aku hanya ingin sedikit bermanja"
"sayang, aku serius apa yang terjadi padaku" Hendry bertanya
"kau menyebalkan" Anne menjauh dan melepaskan pelukannya
Anne membelakangi hendry, melihat sikap Anne Hendry memeluknya dari belakang dengan lembut.
"aku mengerti, aku senang dengan sikapmu yang seperti ini, teruslah bermanja padaku" Hendry berucap lembut di telinga Anne sambil memeluknya erat.
Mereka berpelukan cukup lama sampai Anne berbalik dan menghadap Hendry, Hendry tersihir oleh tatapan Anne lalu mulai mendekatkan wajahnya, mengecup kening Anne turun ke hidung turun lagi ke pipi ia mengecup pipi Anne berulang kali hingga Hendry menjauhkan sedikit wajahnya kembali melihat Anne mereka berdua bertatapan tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Laura sudah besar haruskah kita memberinya adik" Hendry menggoda Anne
"aku yakin kita bisa menanganinya" bujuk Hendry
Anne berpikir sebentar lalu mengangguk menyetujui suaminya.
Hendry kembali mendekatkan wajahnya mulai mencium bibir Anne dengan lembut semakin lama ci*man itu berubah menjadi l*matan ci*man panas itu terus berlanjut hingga Anne tiba-tiba memunculkan sebuah ranjang besar di dalam dimensi.
Hendry mengangkat Anne dan membaringkannya di ranjang ia menatap Anne sebentar.
"Anne, aku mencintaimu sayang"
"aku tahu"
Hendry melanjutkan yang ia lakukan sampai mereka berdua merasa lelah dan tertidur bersama.
dan tiba-tiba
"Kakak!!! Kak Anne!!"
Hendry mendengar teriakan Justin dan membangunkan Anne, mereka berdua keluar dimensi, Anne bersiap untuk mandi sementara Hendry kembali tertidur di sisi Laura.
Selesai dengan mandinya, Anne menuju dimensi Justin.
"ada aoa" tanyanya
"kak, lihatlah"
Justin menunjukan sebuah permata merah di tangannya.
"darimana kau mendapatkan ini" tanya Anne
"aku memeriksa kembali badai lorong waktu, Kakak tahu aku muncul di dunia yang berbeda yang kita tahu selama ini"
"apa maksudmu" tanya Anne
"disana bukanlah dunia manusia ataupun dunia sihir rupa mereka bahkan tak sama dengan kita"
__ADS_1
"lalu kalau rupa mereka tak sama seperti para penghuni dunia sihir ataupun seperti manusia bagaimana rupa mereka"
Karena selama ini yang Anne tahu hanya penghuni dunia sihir dan juga manusia tanpa kekuatan sihir.
"kak permata ini aku membawanya dari sana, bisakah kakak memeriksanya, karena aku tak bisa kekuatanku tak cocok dengan permata ini" Justin memberikan permatanya pada Anne
"lalu bagaimana kau kembali dari dunia itu bukankah badai lorong waktu selalu menuju ke tempat yang berbeda"
"kak entahlah aku merasa seseorang membantuku keluar dari sana, karena tiba-tiba portal muncul di depanku dan aku kembali ke rumah ini"
Anne memandangi dengan seksama batu permata yang Justin berikan.
"baik tak usah dipikirkan aku akan memeriksa batu permata ini, kau istirahatlah aku akan memanggilmu kalau aku selesai memeriksanya"
"terimakasih kak"
"tak masalah, aku harus kembali ke kamar, sepertinya Laura bangun"
Anne keluar dari dimensi Justin dan kembali ke kamarnya, dan benar saja Laura duduk di atas kasur memandangi Daddy nya yang masih tertidur.
"ada apa sayang"
"mommy Daddy tak mau bangun padahal aku lapar"
Anne tersenyum kecil
"baik kau mau apa biar mommy buatkan"
"sandwich, strawberry dan susu" teriak Laura senang
"baik, Laura mau ikut atau disini saja"
"tentu saja Laura harus ikut mommy"
"kalau begitu ayo" Anne menggandeng tangan Laura lalu mereka berdua menuju dapur bersama, Anne membuat makanan yang Laura inginkan tak membutuhkan waktu lama untuk membuat sandwich dan segelas susu, Anne hanya perlu membersihkan strawberry dan meletakanya di mangkuk kecil mengambil garpu kecil menaruhnya diatas mangkuk.
"ayo kau mau makan di depan tv atau di kamarmu"
"di depan tv saja mommy"
Anne meletakkan nampan diatas meja
"baik kalau begitu makanlah, mommy harus membangunkan Daddy"
Laura hanya mengangguk kecil dan menikmati makanannya.
Anne melangkah menuju kamar untuk membangunkan suaminya.
"sayang, ayo bangun kau sudah lama tidur bangun dan pergilah mandi"
Hendry menggeliat, membuka selimut menatap wajah cantik Anne lalu menariknya ke dalam pelukan.
"ayolah cepat bangun Laura menunggu kita di ruang depan"
"sebentar saja, aku masih ingin memelukmu" ucap Hendry
"sebentar saja ya"
"ia sebentar" ulang Hendry
"Mommy!!!! Daddy!!!" Laura berteriak
"tuh kan ayo cepat bangun dan mandilah, aku akan menunggu bersama Laura"
Anne melepaskan diri dari pelukan erat Hendry.
"apa yang ingin kau makan"
"buatkan aku salad dan pancake, oh dan juga secangkir kopi"
"baik, cepatlah turun"
ketika Anne bersiap untuk melangkah keluar Hendry menarik tangan Anne dan ia kembali dipeluk hendry, Hendry mencium Anne sebentar lalu berlari mengambil handuk menuju kamar mandi.
"sayang.... kau ini benar-benar.."
__ADS_1
Anne mengusap bibirnya dan tersenyum lalu kembali melangkah keluar menemui laura.