Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
MELEPAS DENGAN BERAT HATI


__ADS_3

"ada apa kek" tiba-tiba terdengar Hendry bersuara untuk pertama kalinya .


sang kakek hanya terus tertunduk lesu diam seribu bahasa dan wajah sedih itu masih ada disana.


Anne hanya memperhatikan wajah kakek tanpa mengeluarkan satu patah katapun melihat Hendry yang ikut terdiam Anne akhirnya memulai lagi pembicaraan,


"Kek, kenapa kakek terlihat sedih, apa yang terjadi diluar sana, kakek bisa memberitahu kami" ucap Anne


"itulah yang kakek khawatirkan" balas kakek


"Kakek khawatir ada apa" ucap Anne lagi


"kakek takut Hendry tak menerimanya" kata kakek terus terang kemudian


"Apa yang tidak bisa aku terima kek" kali ini Hendry ikut menimpali


"Ayahmu ..." kata kakek terputus


"ada apa dengan ayahku" jawab Hendry


"Dia gugur dan ibumu menghilang" ucap kakek sedih


"Apaa" bukanya Hendry yang terkejut tapi Anne lah yang tak percaya dengan ucapan kakek Wisson


"Bagaimana bisa kek" ucap Anne masih dengan keterkejutanya


"Kemarin malam bangsa vampir menyerang kediaman orangtua Hendry keduanya menghilang, kakek mengira ayah Hendry gugur karena giok kehidupannya meredup sedangkan giok kehidupan ibunya masih terang benderang"


jelas Kakek


"apa itu giok kehidupan kek" Tanya Anne penasaran


"itu sebuah batu permata yang diberi kekuatan oleh keduanya sebagai pertanda kondisi dan keadaan sang pemilik, jika pemilik giok dalam keadaan bahaya giok akan retak, namun jika nyawa pemilik giok tak terselamatkan giok akan meredup dan padam" jelas Kakek Wisson lagi


"ooh" jawab Anne singkat

__ADS_1


"jadi apa yang harus aku lakukan kek" ucap Hendry


"cari mereka berdua" jawab kakek Wisson


"dimana Hendry harus mencarinya" ucap Hendry lagi


"di hutan terkutuk, disanalah terakhir kali orangtuamu tinggal" jawab kakek


"baiklah Hendry akan mencari ayah ibu" ucap Hendry


"Sekarang apa yang harus Anne lakukan kek" tanya Anne


"terserah kamu" kata kakek


"huhhh bosan" Kata Anne malas


Anne mulai menyusuri ruangan itu, menyentuh setiap sudut ruangan siapa tahu ada ruang rahasia Anne menggeser salah satu cermin dan terbukalah sebuah pintu lalu terlihat sebuah ruangan penuh rak buku dengan sampul yang terlihat sangat kuno, ia mengambil salah satu dan mulai membukanya terpampang jelas disana penuh dengan tulisan yang Anne tak mengerti satu pin, seperti aksara namun aksara yang rumit, karena tak tau apapun yang ia lihat, Anne meletakannya ketempat semula.


Hendry berjalan menghampiri Anne yang sedang berdiri di depan rak buku


"kenapa" jawab Anne


"Saya harus mencari ibu dan ayah saya, kamu gak papa kan disini dulu" kata Hendry


"Pergi pergi aja sana, aku bisa kok walaupun ditinggal sendirian disini" jawab Anne ketus


tiba-tiba Hendry memeluk Anne dan menatap arah barat kemudian menghilang disusul oleh kakek Wisson.


"Huhhhh, kenapa semua orang sama saja, tau gini aku di rumah aja tadi, hahh, bodo amat aku mau keliling rumah ini siapa tau ada harta karun" kata Anne sambil terkekeh pelan kemudian berlanjut menyusuri ruang demi ruang.


Tempat pencarian Hendry


"kakek aku akan mencari di bagian Utara dan barat" ucap Hendry


xc Qaeda

__ADS_1


"baik pergilah, temui kakek disini setelah kamu selesai" balas kakek


"baik kek" ucap Hendry yang kemudian menghilang dari sana


Suasana sunyi dan senyap di segala penjuru membuat semuanya sangat suram, tak ada satupun suara selain suara langkah kaki diri mereka sendiri.


Disisi lain Anne terus menyusuri ruangan berjalan pelan memandan setiap sudut Tampa terlewatkan satupun, sampai kemudian ia melihat sebuah patung seseorang dengan sebuah buku di tangan kanan dan tongkat setinggi dada, Anne menatap patung heran, ia mengedikan bahu melanjutkan langkah kaki dan belum jauh ia melangkah terdengar suara dari patung.


"hmm ......." gumam Anne sambil berbalik dan menatap lekat


namun tak terjadi apapun jadi ia kembali melangkah kan kaki tetapi


greeekgh


Suara itu terdengar lagi membuat Anne membalikan badan dan berjalan menghampiri patung


"Hei .... jangan macam macam yahh!" ucap Anne menunjuk nunjuk hidung patung, seluruh ruangan bergetar lantai yang ia pijak bergeser naik turun sebentar kemudian seluruh isi ruangan berganti.


" Apa yang terjadi, dan apa ini semua" ucap Anne heran


kakinya kaku tak bisa bergerak seolah ada sesuatu yang menahannya.


Tiba2 muncul kakek dan Hendry secara bersamaan, mereka membawa seseorang di gendongan masing2


"Kakek, apa yang terjadi, dan ini dimana, lalu siapa mereka berdua itu" tanya Anne


"ooh jadi kau sudah menemukan ruangan ini, baguslah" ucap kakek tenang tanpa menjawab pertanyaan Anne


"mereka orang tua Hendry, kita harus melakukan upacara" ucap kakek tanpa ekspresi sementara Hendry hanya diam dengan tatapan kosong


"apa maksudnya kek" sela Anne


"untuk melepas mereka pergi" jawab Hendry kemudian


"kakek....... Hendry......." ucap Anne tetap tak mengerti

__ADS_1


__ADS_2