
Anne mengambil tongkat sihir dan kali ini kedua telinga Anne yang bersinar memunculkan tanda lain, Hendry melihat dengan seksama, Hendry terperanjat
itu tidak mungkin Anne istriku dia sang legenda yang tak pernah muncul berabad-abad.
"Tapi sepertinya ada yang kurang" lirih Hendry
Hendry coba mengingat apa yang salah, namun tak terbesit hal apapun di pikiran Hendry, akhirnya ia hanya mengedikan bahu.
"entahlah" lirih Hendry lagi
Anne memejamkan kedua matanya, ia merasakan tiupan angin begitu sejuk dingin dan panas sekaligus, ya itulah yang Anne rasakan, ia mencoba mengayunkan tongkat ke arah sembarang, namun tak terjadi apapun, Anne mencoba berulang kali namun tetap sama.
"bayangkan apa yang hendak kau lakukan dengan tongkat itu, rasakan sihirnya dan ayunkan" ucap Hendry tiba-tiba
"darimana kau tau" tanya Anne
"lakukan saja apa yang aku bilang, tidak ada salahnya mencoba kan"ucap Hendry santai
"bagaimana caranya aku mempercayai mu" tanya Anne lagi
Hendry menghela nafas pelan berjalan mendekat ke arah Anne memegang tangan kanan Hendry membayangkan sebuah mobil dan mengayunkan tangan Anne, benar saja sebuah mobil muncul di depan, Anne tercengang tak percaya.
"itu konyol kan, ada sebuah mobil di dunia sihir, lihatlah itu satu-satunya mobil di sini"
Anne mengakhiri ucapannya sambil menunjuk mobil di depan lalu berjalan mendekat, Hendry hanya mengikuti di belakang Anne.
__ADS_1
Hendry masuk ke bagian kemudi Anne duduk disebelahnya.
"nggak ada jalanya gimana mau jalan" tanya Anne heran
"gunakan sihirmu" Hendry menunjuk tongkat yang dipegang Anne
"ooh oke" Anne mencoba melakukan seperti yang Hendry ajarkan
Mantranya memang bekerja namun mereka terombang-ambing kesana kemari Anne mencoba menstabilkan sihirnya, Anne terus mencoba dan mencoba akhirnya ia dapat mengendalikan sihir pada tongkat dan mobil terbang menuju arah cahaya.
Dari kejauhan seorang perempuan berwajah cantik memakai gaun hitam dengan rambut dan sayapnya yang sama-sama putih bersih yang terbuka lebar melayang di atas awan ia membawa sebuah tongkat panjang berwarna hitam dengan mahkota hitam diatas rambut berpadu bagai dua kepribadian yang berbeda memandang sebuah mobil terbang ke arahnya, entah apa yang ia pikirkan ia hanya tersenyum kecil sambil berkata
"akhirnya kamu datang ke sini, aku sudah menunggu" ucapnya
ia terbang ke arah pulau terapung yang diatasnya berdiri sebuah Castell kuno megah dengan dua menaranya.
"pintu sebesar ini bagaimana cara membukanya, bahkan jika mengerahkan seluruh tenaga pun tak ada gunanya, pintu ini tak akan terbuka" ucap Anne sambil terus mengamati.
Hendry tetap tenang dan menekan tombol di tengah pintu dan secara ajaib terbuka sendiri.
Anne yang melihat itu menganga tak percaya.
"ayo cepetan, mau ditinggal apa ngga" ucap Hendry yang sudah lebih dulu berjalan masuk
Anne menghentikan lamunannya dan berlari menyusul Hendry "tunggu...." ucap Anne
__ADS_1
Hendry berjalan mengawal di depan Anne mengekor di belakang Hendry dengan pandangan terus menelusuri seluruh ruangan karena Anne tak terlalu melihat langkah kakinya
brukk " Aww sakit" Anne menabrak punggung Hendry yang tiba-tiba berhenti
"Ada apa" tanya Anne
"lihatlah" ucap Hendry sambil menunjuk ke depan, disana terdapat sebuah ornamen terbuat dari logam mulia berbentuk lingkaran dengan ukiran menyerupai bunga di dalamnya.
"tanda itu sama seperti..." Anne menghentikan ucapannya
"tanda yang ada di lenganmu, itu sama" sambung Hendry
"darimana kau tau itu" ucap Anne
"karena aku ada disana saat itu" jawab Hendry
Anne mengingat-ingat kembali awal mula ia mendapat tanda itu (eps Anne mulai menyadari)
dan Anne menyadari ada yang aneh hari itu, bagaimana bisa Hendry tiba-tiba muncul di depan Anne tepat setelah tanda itu menghilang lagi
"dimana kau saat itu" tanya Anne
"tepat di sebelahmu" jawab
"bagaimana mungkin aku tak melihatmu" Ucap Anne dengan sedikit berteriak
__ADS_1
"karena kau tidak memperhatikan" ucap Hendry lagi dengan santai
"apa kau bilang...." kali ini Anne benar2 tak mengerti