Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
VI


__ADS_3

"Hendry ayah punya tugas untuk kamu, besok pergi ke negara sakura perusahaan disana ada sedikit masalah cepat kamu bereskan dan perusahaan disini biar asisten ayah yang urus, ayah ada meeting di luar kota selama beberapa hari, jangan membantah dan turuti saja toh itu nantinya buat kamu, ayah tutup ya dah"


"Kenapa hari ini aku sangat siall!!!!"


Baru saja hendak bertanya ayahnya sudah menutup telepon, Hendry melempar hp ke sembarang arah dan mengacak acak rambut yang sudah susah payah ia tata rapi. Tanpa memperdulikan asisten yang sedari tadi menunggu perintah dari BOS nya yang galak itu.


Setengah jam berlalu sejak Hendry melamunkan entah apa akhirnya ia ingat kalau mobilnya belum berjalan kemanapun.


"Sita, antar aku ke villa dan jangan beritahu siapapun"


"Baik Bos, pak ayo jalan antar Bos ke villa Merume sekarang" kata sita sigap


Dengan hanya membawa kekesalan Hendry memasuki villa nya yang selalu terlihat sepi tak banyak bangunan berdiri disekitarnya hanya sebuah rumah agak tua beruntung pintu depan tak terkunci jadi ia bisa langsung masuk.


Begitu sampai tuang tengah tercium bau harum dari arah dapur dia langsung tau kalau bibi Ina sedang memasak sesuatu, Hendry melangkahkan kakinya menuju dapur dan bi Ina begitu terkejut dengan kedatanganya.


"Ya ampun, nak Hendry kenapa kesini nggak bilang bibi dulu, kan bibi bisa siap2 menyambut kedatangan nak Hendry" Bi Ina langsung memeluk Hendry senang.


Tentu saja karena sudah lama Hendry tidak berkunjung ke villa nya yang di jaga oleh BI Ina

__ADS_1


"Maaf bi, Hendry juga disini sampai besok aja kok bi, soalnya ayah suruh Hendry ke negeri sakura" kata Hendry yag sedari tadi memblas pelukan BI Ina


"ya udah, nak Hendry tunggu di meja makan sebentar bibi mau lanjutin masak dulu, nak Hendry belum makan kan" BI Ina seolah mengerti


"Iya bi, terimakasih Hendry tunggu di meja depan ya bi, bibi juga nanti temani Hendry makan" kata Hendry


"baiklah, bibi ke belakang dulu"


Tok.... tok..... tok....


Tiba2 terdengar suara ketukan dari pintu depan, Hendry beranjak membukakan pintu, dan tampaklah wajah sita dengan sebuah hp miliknya.


"jam setengah tujuh aja, baiklah terimakasih sudah mau mengantar, kamu boleh pergi" usir Hendry


"baik, saya permisi" sita langsung beranjak meninggalkan villa.


Sepeninggal Sita seolah menjadi ruang tersendiri bagi Hendry, ia kembali duduk dan didepanya sudah tertata rapi berbagai makanan lengkap dengan penutup dan jus kesukaanya.


"Bi, sini dong temani aku makan" teriak Hendry dari meja makan

__ADS_1


"iya nak tunggu sebentar Bibi cuci tangan dulu" sahut Bi Ina


Tak lama kemudian muncullah Bi Ina dari arah dapur dan duduk di depan Hendry, tanpa satu katapun yang keluar, mereka mulai menyantap makanan.


Di sisi lain Anne yang masih terlihat serius dengan layar di depannya dan jari yang aktif bergerak kesana-kemari kemari diatas keyboard, entah sudah berapa lama dirinya terduduk di kursi menatap komputer dengan beberapa berkas di sisi kiri komputer.


"Hiyahhhhh, duh duh duh pinggangku, rasanya lelah sekali, wah aku terlambat" Anne beranjak dan buru2 memanggil Nick


"Nick... Nick ..... suruh semua karyawan yang lembur pulang sekarang, sudah mulai petang, suruh dilanjut besok lagi" kata Anne


"Baik Non" jawab Nick tanpa banyak bertanya


"O iya Nick besok aku harus pergi, kalau ada rapat mendadak sambungkan saja ke tablet ku oke, juga kalau ada berkas yang harus ditandatangani kamu udah tau kan gimana caranya dan kirimkan saja data2 penting ke email ku, udah gitu aja Bye Nick thankyou" kata Anne sembari berlari pergi meninggalkan Nick yang belum sempat menjawab.


"Ba ... ik Non, huh.. belum juga dijawab udah kabur aja" ia juga beranjak dan segera pulang setelah memberi pengumuman pada semua karyawan.


Setelah memastikan semua pekerjaannya selesai Nick pergi meninggalkan perusahaan dengan mobil sport hitam legamnya dan melaju menuju sebuah bangunan yang terlihat seperti toko biasa.


ia memarkirkan mobil di tempat tersembunyi dan masuk ke dalam toko di sana sudah ada seseorang yang tengah duduk menunggu, dia melambaikan tangan dan mereka berjalan menuju sebuah pintu di sisi kanan toko.

__ADS_1


Entah apa yang akan Nick lakukan disana dengan orang yang sedang bersamanya, sifatnya yang begitu tertutup begitu dingin pada siapapun membuat semua orang enggan berbicara bahkan sekedar mengobrol santai dengannya.


__ADS_2