
Hari itu Anne tertidur pulas namun lain dengan mimpinya, dalam mimpi ia sangat kacau Anne berada di suatu tempat dengan kehancuran dimana-mana hewan-hewan berbentuk aneh bersahutan riuh rendah seperti sedang menangis, Anne melihat perempuan sangat cantik bersayap putih di punggung dengan rambutnya yang merah menyala bagai api berkobar-kobar sangat panjang tertiup angin pakaian yang dikenakannya tampak familier, sebelum selesai menebak mimpinya suara berisik di dunia nyata terdengar dimana-mana membuat Anne terkejut bangun.
"kaaaakk,"
oh itu suara Justin
batin Anne
"Apaaa, berisik aku masih ngantuk nih" sahut Anne
"aduh kaak kesini bentar deh" teriak Justin lagi dari luar kamarnya
"iya iya bentar hah!, kamu itu ganggu banget deh" sebal Anne namun tetap membukakan pintu
"udah ada apa" tanya Anne
"cari mama yuk" ucap Justin tiba-tiba
"loh kok...." Anne terkejut karena Anne tahu ia belum memberi tahu nya
"aduh... aku tau dari kak Hendry, itu yang buat kakak terkejut ia kan" ucap Justin santai
Anne hanya mengangguk pelan dan lanjut bertanya
"ya terus ada apa cepetan" ucap Anne
"Aku mau kita cari mama, kak Hendry juga ikut kok" ucap Justin
__ADS_1
"ya iya tapi dimana" tanya Anne
"kok tanya aku, kata papah yang tau cuma Kaka loh" ucap Justin lagi kini dengan muka serius
Anne hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bagaimana caranya ia tau dimana mamahnya berada.
"caranya gimana dek" tanya Anne
Justin mengedikkan bahu dan berbalik meninggalkan Anne
"Justin..." teriak Anne
Lagi-lagi Anne dilanda kebingungan, disaat seperti itu pilihanya hanya perpustakaan, ya Anne harus ke perpustakaan mungkin ia bisa menemukan sesuatu di sana
"oke ayo ke perpustakaan" Anne berbicara sendiri dan melangkahkan kaki menuju ruang baca
bahkan langkah kaki Anne terdengar jelas, Anne mempercepat langkah, belum sampai di depan pintu ruang baca, Hendry menghampirinya,
"mau kemana" tanyanya
"ke situ" ucap Anne menunjuk ruang baca
"aku ikut, aku bisa bentu" kata Hendry
"hmmm, oke" sahut Anne singkat kemudian melanjutkan langkah nya.
Anne membuka pintu ruang baca dengan mudah, karena Hendry sudah memperbaikinya, ia berkeliling sebentar, tak menemukan apapun Anne menghampiri Hendry.
__ADS_1
"bagaimana caranya aku gunakan kekuatanku" tanya Anne
Hendry diam menatap Anne sekejap lalu berkata
"Rasakan aliran energi yang mengalir di seluruh tubuhmu pusatkan ke pikiran mu dan kau akan tau caranya" ucap Hendry
Anne melakukan apa yang Hendry ucapkan dan ia mencoba mencari buku yang ia inginkan
satu persatu buku2 beterbangan dan mendekat kearahnya, Anne terlalu takjub hingga tak fokus pada kekuatanya, buku-buku itu jatuh berserakan dimana-mana, ia hanya tersenyum simpul
"ups, maaf" ucap Anne sambil menutup mulut dengan kedua tanganya
"biarkan saja akan aku carikan bukunya" ucap Hendry
dua menit berlalu kini semua buku yang Anne berantakkan' tersusun rapih di atas meja, Hendry menyusun menurut fersinya.
Anne memilah satu persatu, ia mengambil satu dan mulai membacanya, setelah satu jam berkutat di depan buku setebal 2 cm Anne segera menyelesaikan bacaanya, dan ia tak menemukan apapun yang berguna, terlalu lelah membaca Anne melamun dengan tangan di atas meja, lama kelamaan ia tertidur.
mimpi aneh itu mendatangi Anne lagi, kini Anne tersesat dalam mimpinya sendiri, ia tak tahu ada di mana dan apa yang ia perbuat, hanya saja ia melihat mamahnya, bukan bukan, dia hanya seseorang dengan wajah yang mirip dengan mamahnya, tingkah laku, gaya bicara bahkan gaya berpakaian nya sangat berbeda, entah apa yang terjadi, namun Anne merasakan kerinduan saat melihat wajah itu.
merasa diperhatikan, wanita berwajah mamah menghampiri Anne, namun Anne hanya merasa aneh, bagaimana bisa mimpi terasa begitu nyata seolah semuanya Tah diatur sedemikian rupa.
saat jarak mereka berdua hanya tinggal 30 cm Anne spontan memanggilnya.
"mamah....."
wanita itu terlihat bingung dan berkata
__ADS_1
"siapa....kau"