
Setelah mendengar teriakan histeris mamah, papah bergegas masuk dan menuju sumber suara, betapa terkejutnya papah melihat putrinya Anne tak terkendali, Perubahan Anne melebihi batas dan kekuatannya menyebar, dinding energi yang mereka semua buat di sekitar rumah mulai retak tiba-tiba Justin muncul entah darimana.
"nak kau sudah pulih, papah bawa Laura pergi dari sini biar mamah yang tangani ini" tanya mamah sekaligus
"iya mah Justin hampir pulih, tapi kakak butuh bantuan Justin, dan sebentar lagi kak Hendry juga datang" jawab Justin
"mamah aja yang amankan Laura, biar papah aja yang disini" tolak papah
"tidak pah, papah belum pulih 100%" desak mamah
"tapi mah, papah merasa baik-baik saja"
ditengah perdebatan keduanya Anne tiba-tiba mengambil Laura dari tangan papah, cahaya keluar dari tubuh Laura energi yang meluap - luap perlahan membaik, Laura tersenyum melihat Wajah Anne namun tak lama kemudian kesadaran Anne hilang, Anne hampir saja menjatuhkan Laura tepat sebelum Hendry datang dan menangkap Laura.
"syukurlah" semuanya menghela nafas lega
Hendry meletakan Laura di kasur lalu menghampiri istrinya yang terbaring tak sadarkan diri.
"ada apa dengan istriku mah" tanya Hendry pada Nala
"mamah gak tau tiba-tiba aja Anne begitu" jawab Nala mamah Anne
Hendry memeriksa keadaan Anne, lalu tiba-tiba kakek Wisson muncul entah darimana.
"kakek, kenapa kakek kesini" tanya Hendry
"ada yang harus kakek periksa, ada yang aneh dengan nak Anne" ucap kakek
"ada apa memangnya kek" tanya Hendry
"berapa umur Laura sekarang" tanya kakek Wisson
"dua bulan kek, memangnya kenapa" tanya Hendry lagi
"sudah kakek duga kau tahu nak ada sebuah legenda mengatakan, bayi perempuan yang lahir pada saat terjadi kekacauan ia akan menyerap kekuatan alam dan mengalirkan pada ibunya" jelas kakek Wisson
"lalu apa hubungannya dengan putriku pak Wisson" tanya papah
"untuk sementara Laura tak boleh terlalu dekat dengan Anne, atau Anne akan tak terkendali dan menghancurkan dunia manusia ini juga, jadi Justin harus membawanya ke dimensi beku"jelas kakek Wisson
"kenapa harus Justin kek, Anne itu istriku aku bisa melakukanya" ucap Hendry agak marah
"tidak bisa nak hanya Justin yang bisa melakukanya, karena hanya dia yang mempunyai dimensi beku" jelas kakek Wisson sedih
"lalu bagaimana dengan Laura, bukankah ia harus menyusu" ucap Nala
__ADS_1
"itu tugasmu nak Nala, kau harus mengambil stok susu untuk Laura ke dimensi beku, tak ada yang bisa masuk kesana salain Anne dan kau" jelas kakek lagi
"bagaimana mungkin kek" protes Hendry
"karena hanya anne dan Nala yang mempunyai sedikit kekuatan Justin di dalam darah mereka" ungkap kakek Wisson
"baiklah" pasrah Hendry yang terduduk lemas di samping Anne, ia mengusap wajah Anne yang lembut dan mengecup kening Anne sebelum Justin membawanya.
Sebelum Justin membawanya Anne membuka kedua matanya perlahan dan
"sayang, mah, pah jangan khawatir aku selalu menyiapkan stok susu di freezer" ucap Anne
"kau ini masih sempat mengatakan itu dalam keadaan lemah" ucap mamah
Justin menghilang bersama Anne dan Laura pun menangis, mamah mengambil susu di dalam freezer menghangatkan sebentar lalu memberikannya pada Laura, mamah menggendongnya keluar rumah.
"bagaimana semua ini terjadi sekaligus, tak memberikan waktu istirahat sedikitpun, bahkan menantu belum kembali sampai sekarang" gumam mamah
"mamah ada apa" tanya Hendry
"ada kabar dari ayah ibumu nak" tanya mamah
"belum mah, kakek bahkan tak bisa mengetahui mereka ada dimana sekarang, masalah terus terjadi, kekacauan tak ada henti aku bahkan teru mempunyai firasat buruk setelah kelahiran Laura, seolah suatu tragedi besar akan terjadi, yang melibatkan dua alam" jelas Hendry
"haahhh, sudah lama mamah mengkhawatirkan ini sebenarnya sepatu merah itu, ada hal misterius yang belum mamah pecahkan, setelah Anne memakainya waktu itu, mamah tau akan ada tragedi mematikan yang terjadi, namun belum pasti kapan itu" jelas mamah
"ya, kau belum pernah melihatnya, sepatu itu masih ada di rumah kecil Anne, sepertinya mamah harus mengambilnya karena sudah sangat lama rumah itu kosong" ucap mamah
"tapi ada banyak pemburu diluar sana mah, tidak aman mamah keluar sendiri" ucap Hendry
"apa kau meragukan kekuatanku" kesal mamah
"tidak mah, baiklah biar Laura sama aku aja" ucap Hendry
mamah menyerahkan Laura pada Hendry ia menyembunyikan seluruh kekuatannya, aromanya sudah seperti manusia biasa, mamah memanggil sopir dan melaju menuju rumah kecil Anne.
sekitar sepuluh menit menempuh perjalanan, mereka berhenti di depan rumah kecil Anne betapa terkejutnya mamah karena ada yang berjaga di depan rumah kecil itu.
"siapa kalian" tanya mamah was-was
"maaf nyonya kami diperintahkan menjaga rumah ini oleh tuan" jawab salah satu dari mereka
"baiklah, aku harus mengambil sesuatu setelah kuambil barangnya kalian boleh kembali ke rumah utama" ucap mamah
"baik nyonya" jawabnya
__ADS_1
mamah masuk kedalam dan mencari dimana Anne meletakan kotak itu, sekitar setengah jam mencari akhirnya mamah menemukan kotak itu, mamah keluar dan kembali kedalam mobil, semua penjaga juga meninggalkan rumah itu.
Hendry yang menunggu di teras melihat mobil masuk ke dalam dan berhenti di depan teras, mamah turun dengan membawa sebuah kotak usang.
"ayo kita ke dalam tidak aman disini"ajak mamah
Mereka masuk kedalam rumah dan mamah membuka kotak itu, sebuah sepatu merah terlihat di sana dan sebuah kalung juga.
"darimana kalung ini datang, setahu mamah tak ada kalung hanya sepatu dan sebuah foto" ucap mamah
belum sempat mengambil, kalungnya terbang melayang dan menggetarkan seisi rumah, papah berlari panik menghampiri mereka berdua
"mamah Hendry menjauhlah, amankan Laura" teriak papah
"ada apa pah" tanya mamah
"itu benda sihir kiriman, ada yang menyusup ke dalam rumah itu dan meletakanya di sana" jawab papah
"benda sihir" ucap mamah heran
"benda itu akan mempengaruhi kekuatan Laura dan ia akan mengubah kekuatan Laura menjadi hitam dan jahat" jelas Papah
mendengar itu Hendry membawa Laura menuju rumahnya menemui kakek wisson dengan menggunakan portal, sementara itu papah sibuk menghancurkan benda sihir itu.
"papah apa mamah boleh bantu" tanya mamah
"tidak, jangan" ucap papah
"tapi pah, mamah sepertinya bisa menghancurkan itu" ucap mamah percaya diri
"benda ini lebih kuat dari yang terlihat, mamah bantu stabilkan papah, papah hampir kehabisan kekuatan" ucap papah
mamah berdiri di belakang papah dan memeluknya, secara otomatis kekuatan mamah mengalir.
mereka berdua terus berjuang hampir Berjam-jam, para pelayan dan penjaga hanya bisa terus khawatir melihat nyonya dan tuan mereka kelelahan.
Tanpa mereka ketahui kakek Wisson, dan kedua besan mereka datang dan membantu, melihat itu Nala tersenyum bahagia, tak membutuhkan waktu lama, benda sihir akhirnya hancur.
tak selesai sampai disana mereka pikir begitu benda sihir hancur semuanya akan berakhir,
namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, langit berubah menjadi sangat gelap, waktu seolah berhenti.
mamah terkejut muncul seseorang yang sangat dia kenal.
"terimakasih karena membebaskanku" ucapnya
__ADS_1
"kau... kau....." ucap Nala terbata-bata