Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
MERESAHKAN


__ADS_3

Rumah utama keluarga Andreas


Anne berlari menuju suara jeritan berasal, terlihat sang mamah sedang berdiri dengan tangan di atas meja adiknya Justin memasukan makanan ke dalam mulut, papahnya justru dengan santainya memegang pisau buah memotong apel didepanya kecil2 dadu lalu memakanya dengan lahap.


"Ada apa mah, kenapa mamah teriak" tanya Anne begitu sampai di sana


"Tanya tuh sama papah kamu, mamah juga gak tau semuanya jadi kacau gara-gara papah kamu" jawab Nala lalu kembali duduk


"Ada apaan pah, kenapa mamah sampai teriak gitu" tanya Anne pada papah nya


"Oh itu kemarin papah ketemu Pak Jack Nandra Wisson ayahnya Henry dan kita berdua sepakat acara pernikahan kamu diadakan besok" kata papah mengayun-ayunkan garpu dengan santai di udara sejenak kemudian kembali menusukan pada potongan buah apel di piring.


"Apa!!!!" jerit Anne kemudian


"Kak!! berisik tau budek nih tadi mamah sekarang kakak yang teriak pada gak punya lubang telinga apa!" kesal Justin tapi tetap melanjutkan acara makanya


"tapi pah gak bisa gitu dong, bisa bisa aku mimpi buruk seumur hidup tau!!!" lanjut Anne berteriak


"hmm ... hmmm" timpal papah dengan terus mengunyah apel.


"Ihhhh papahhh" jerit Anne


"yah papah kan cuma menyetujui saran pak jack doang , dan papah ngga ada pilihan selain menyanggupi" jelas papah


"Huuuh kalian semua ini benar benar kejam" sesal Anne kemudian


"Sayang maafin mamah yang gak bisa lakuin apapun" ucap Nala Sedih


"udah lah kak lebih cepat kan jadi lebih enak" sambung Justin cuek

__ADS_1


"lebih enak katamu, sini... tak ajarin seperti apa enak yang kamu bilang itu" kata Anne beranjak berdiri menghampiri Justin


Justin yang sudah tau apa yang hendak kakaknya lakukan langsung berlari menjauh.


mereka berdua terus berlarian kejar kejaran kesana kemari mengelilingi rumah, Nala tersenyum murung melihat kedua anaknya yang terus berlarian seperti anak kecil, dia pasti akan kehilangan keceriaan di rumah ini begitu Putrinya menikah dan mengikuti suaminya kelak.


"pah, kita pasti akan rindu masa2 kedua anak kita berkejaran tak peduli umur mereka seperti sekarang"Kata Nala sambil menghela nafas berat


"Yahhh, kedua anak kita sudah dewasa mah, bahkan Anne besok akan menikah papah juga pasti merindukannya, suara berisik seperti sekarang bisa jadi besok sudah usai mah" jawab papah


"hmm" Nala mengangguk setuju


"oh ya, kalau gitu kita buat adik buat Justin aja gimana?" tawar Papah sambil menggandeng tangan istrinya


"hih gak sadar umur kamu pah, kita ini udah tua mana bisa Justin punya adik lagi, nggak gak bisa mamah gak mau!" sungut Nala langsung menolak


Nala yang melihat sikap suaminya seperti itu begidik ngeri mengingat saat2 kehamilan kedua anaknya dulu


yang membuat bingung semua orang.


pada saat Nala hamil entah mengapa justru suaminya yang terus mengidam, dan sialnya lagi Nala harus menuruti semua permintaanya itu, mengingat hal itu Nala takut hal itu terulang kembali.


"No.. pah Mamah masih takut sama ngidamnya papah" jawab Nala sambil menggelengkan kepalanya


"huhhh belum juga dicoba, siapa tau kali ini mamah yang mengidam, yahh... yah..." rayu papah tak mau menyerah


"dasar papah ini tak tau malu, tuh liat anak2 kita udah duduk dari tadi loh" kata Nala sambil menunjuk kedua anaknya


"cie... papah ternyata lembek banget kalau sama mamah" goda Justin

__ADS_1


"iya nih Anne juga batu tau dek kalau papah sebucin itu waktu berduaan sama mamah" sambung Anne


"kalian berdua .... jangan goda papah" tegas papah


"sudah biarkan saja papahmu itu... tuh mukanya udah kayak udang rebus telinganya kayak tomat matang, kasian tau" kali ini Nala ikut menjahili suaminya


"aduhhh" papah tertunduk lesu dan terdiam seribu bahasa


semua orang yang melihat itu hanya tertawa tertahan. sedangkan Anne yang sudah tak tahan melihat sikap sang papah justru tertawa terbahak-bahak


"udah diam dong papah malu nih" kata papab kemudian


akhirnya acara tertawa bersama berakhir, Anne jadi agak melupakan kekhawatirannya sejenak.


namun..... tiba-tiba


Ting... tong....


Ting... tong....


Ting... tong....


Ting... tong....


"Den di depan ada pak Jack dan istrinya" kata bibi tak lama setelah bunyi bel berakhir


mau apa mereka kesini sekarang


heran Anne

__ADS_1


__ADS_2