
Selesai mengatakan hal itu pada Hendry dan Anne kakek Wisson keluar mendahului menuju bangunan belakang, dan tak lama kemudian Terlihat Anne dan Hendry menyusul dibelakangnya namun mereka masuk tidak melalui pintu melainkan melalui tembok di sebelah pintu, tembok yang sudah seperti bayangan itu tembus pandang oleh kakek Wisson, ia hanya berjalan melaluinya dan kemudian menghilang dengan sekejap.
Tampa berkata apapun Anne dan Hendry mengikuti apa yang kakek Wisson lakukan namun mereka berdua tidak berhasil.
"ayo masuk" ucap kakek Wisson tiba-tiba dengan kepala yang sudah keluar dari tembok
"Mana bisa kek, ini tembok kami mana bisa lewat seperti yang kakek lakukan tadi" ucap Hendry heran
"ya bisa lah, kamu itu pegang tangan istri kamu cu..... kemudian pejamkan mata sebentar lihat dengan mata hati kamu, di sini tidak ada tembok, yang ada hanyalah sebuah pintu portal, cobalah" ucap kakek Wisson lagi
"baiklah" jawab Hendry menurut kemudian
Hendry mencoba melakukan apa yang kakeknya katakan tadi ia mulai menutup matanya dan benar saja, tembok itu bukanlah benar-benar tembok tembok itu tembus pandang sekarang di depan sana tampak sebuah pemandangan yang asing.
perlahan Hendry menggenggam tangan Anne lalu menariknya menuju portal.
sesampainya diseberang Hendry takjub, karena walaupun dia juga bukan manusia tetap saja dia baru pertama kali melihat dan menyaksikan dunia yang harusnya ia tinggali sejak dulu itu, namun pemandangan indah itu hanyalah sesaat, Hendry tiba di sebuah gua saat selesai menyeberang portal tadi dan setelah keluar gua, pemandangan disana sangatlah mengerikan.
kekacauan dimana-mana daratan sudah tak berbentuk, banyak pulau mengapung yang hanyalah tinggal sebuah pulau tanpa pohon yang indah, ya disinilah mereka
di dunia sihir, namun dunia sihir dengan kekacauan yang merata.
melihat semua itu Anne hanya terdiam sedih walaupun dirinya merasa akrab dengan udara dan aura didunia itu, Anne tak tau menahu mengapa itu terjadi
__ADS_1
yang ada dipikirannya saat ini hanyalah bagaimana cara membereskan kekacauan besar ini seperti yang kakek Wisson katakan.
"Kek tempat tinggal ayah dan ibu dimana, dan mereka ada dimana juga sekarang" tanya Hendry tiba-tiba
"Pegang tangan kakek" ucap kakek Wisson
mereka berdua memegang tangan kakek lalu menghilang dan muncul kembali di sebuah bangunan kastil bernuansa gelap terang, yaa aneh sekali suasana di kastil itu memang terkesan suram namun juga terang.
"Kakek, ada apa dengan bangunan ini" tanya Anne
"ini bangunan perpaduan gelap dan terang, seperti yang ada pada diri suamimu" jawab kakek santai
"maksudnya?" heran Anne
"waaaahhh kerenn" kata Anne sambil menangkup kedua tanganya ke dada.
setelah sepersekian detik takjub Anne tersadar dan segera berkeliling di kastil itu.
ruangan yang begitu besar dan megah namun kosong tak ada satu pun barang terlihat disana hanya sebuah meja tanpa kursi di tengah-tengah ruangan, dengan segera Anne bertanya pada kakek Wisson
"Kek kemana semua barang-barang disini kenapa cuma ada meja" tanya Anne
"mereka ada ditempatnya" jawab kakek Wisson singkat
__ADS_1
"maksud kakek" ucap Anne
"lihatlah baik baik" kata kakek Wisson lagi
Anne menajamkan penglihatannya menutup kedua mata sebentar lalu membukanya kembali dan Kakek Wisson benar semua benda2 memang tersusun rapi pada tempatnya mereka seperti transparan seperti garis tipis, Anne mencoba menduduki kursi yang seperti ilusi, dan kursinya memang ada di dekat meja hanya saja mereka semua tak terlihat, ternyata semua di dunia ini mengandung sihir bahkan sampai barang-baranynya pun mempunyai sihir tersendiri.
saat hendak berdiri tiba-tiba muncul beraneka ragam makanan di atas meja, Anne pun mengurungkan niatnya dan duduk kembali.
"Hendry, darimana datangnya semua makanan dan minuman ini " tanya Anne pada suaminya yang diam sedari tadi,
ynag ditanya hanya mengedikan bahu lalu duduk diseberang Anne.
"hhhhuhh" seru Anne agak kesal
"Mana kakek" ucap Anne pada dirinya sendiri karena kakek Wisson tak terlihat saat ia ingin bertanya lagi, karena masih banyak yang hendak ia tanyakan pada kakek.
ctarrrrrr bommmmmmm
tiba2 terdengar sebuah suara ledakan dari kejauhan dan kemudian kakek Wisson muncul secara tiba-tiba di depan Hendry dan Anne, memegang tangan mereka berdua dan menghilang begitu saja.
mereka muncul di sebuah ruangan terpencil penuh dengan cermin bahkan kursi di sana bisa untuk bercermin.
"Dimana ini kek, kenapa kakek membawa kita kesini, dan suara ledakan apa tadi" tanya Anne panjang lebar penasaran sedangkan Kakek Wisson hanya duduk dan diam menundukan kepala, raut muka kesedihan terlihat jelas disana.
__ADS_1
"Ada apa kek" tiba-tiba terdengar Hendry besuara untuk pertama kalinya.