Milionaire Life Of Love

Milionaire Life Of Love
CERITA KAKEK WISSON


__ADS_3

pintu ruangan terkunci yang hampir tidak pernah dibuka itu terbuka lalu keluarlah sosok kakek Wisson dari dalam mengenakan tongkat kayu di tangan kanan


"Kakek" ucap Hendry reflek


"sedang apa kalian berdua disini" tanya kakek Wisson


"jalan jalan kek" jawab Anne mendahului Hendry yang ingin menjawab


"iya jalan-jalan pandangannya bagus" lanjut Hendry menyetujui ucapan Anne


kakek hanya mengangguk kemudian berlalu meninggalkan Hendry dan Anne bedua di sana.


sedangkan Anne yang masih berdiri di tempatnya hanya menatap kakek Wisson tidak percaya, apa yang dilihatnya tadi seperti bayangan saja pintu itu telah tertutup kembali entah sejak kapan, padahal mereka berdua disana sepanjang waktu bersama kakek Wisson tadi.


"Hendry sebenarnya ada apa dengan keluarga kamu ini" tanya Anne yang mulai merasa aneh


"emm, tanya aja sama kakek dia pasti mau kok cerita, aku males mau ke kamar lagi aja, oh ya tadi makanannya enak besok aku mau makanan yang sama" ucap Hendry tanpa menatap Anne kemudian berlalu meninggalkan Anne tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"huh apaan tadi, main pergi aja terimakasih juga nggak tuh" ucap Anne kesal lalu segera pergi dari sana hendak menemui kakek Wisson, setelah mengelilingi rumah cukup lama akhirnya Anne melihat Kakek Wisson sedang duduk di kursi goyang mendengarkan radio sambil memainkan seekor kucing abu-abu di pangkuannya.


"Kakek" sapa Anne


"ada apa nak, kamu mau tau sesuatu" tebak Kakek


"bagaimana kakek bisa tau" jawab Anne dan tebakan kakek Wisson memang tepat sasaran


"tentu saja bisa, kamu mau tau dari mana nak" ucap kakek Wisson


"Aku mau tau semuanya dari awal" kata Anne


"haisss hei kalau dari awal bisa lemas mulut kakek nanti" ucap kakek sedih

__ADS_1


"Oke baiklah, intinya saja kek" kata Anne dengan muka penasarannya


"ya kalau begitu intinya kami bukan manusia seperti kalian dan asal kami bukan dari sini begitu intinya" jelas Kakek


"lho kok..... maksudnya bagaimana kek" Tanya Anne agak tak mempercayai ucapan kakek Wisson


"ya maksudnya begitu, kami sekeluarga ini dari dunia lain, dan Hendry juga, cuma Hendry lahir di dunia manusia karena dia berbahaya" jelas Kakek Wisson


"Berbahaya bagaimana kek" sambung Hendry tiba-tiba


"kok kesini, tadi katanya males mau ke kamar aja gitu kenapa gak jadi" kata Anne


"gak.... aku mau ketemu kakek" ucap Hendry


"Ada apa cu" kata kakek Wisson


"kek, papa mama kemana gak keliatan" tanya Hendry


"iya Hendry tau tapi pergi kemana" tanyanya lagi


"ke sana, cu... kapan kamu akan menghentikan kekacauan itu nak, kasihan ayah ibumu harus selalu menangani semuanya, sedangkan kakekmu ini sudah tua renta kekuata kakek sudah hilang cu" jelas Kakek Wisson


"tapi kek itu bukan salah Hendry kenapa harus Hendry yang bertanggungjawab atas semua itu kek" kata Hendry


"itu memang tugasmu cu dan tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali kau" seru kakek Wisson


"ada apa sebenarnya ini kek" sambung Anne yang tidak mengerti apapun sedari tadi


"kamu tau nak, suamimu itu incaran para raja2 di dunia kami, mereka semua ingin membunuh Hendry karena di masa depan kekuatannya yang tiada tanding hanya satu orang yang bisa mengalahkannya dialah si peri iblis penguasa dunia kami, namun sampai sekarang keberadaanya masih belum diketahui, para leluhur meramalkan jika sebentar lagi periniblis akan muncul di sana dan saat itu tiba kami semua tidak bisa apa2"


jelas kakek Wisson

__ADS_1


"peri iblis?" kata Anne heran


"kek Anne dari dulu baca dongeng ngga pernah ada kisah yang namanya peri iblis kek, kakek pasti bercanda kan iya kan ?" sambung Anne kemudian


kakek hanya menggelengkan kepala mendengarkan perkataan Anne kemudian mengetukkan tongkatnya pelan ke lantai.


tiba-tiba muncul sebuah peti menggantikan meja di sana kakek Wisson berdiri membuka tutup peti perlahan mengambil sebuah buku tebal dengan cover kuno seperti hampir hancur lalu menyerahkan pada Anne


"Apa ini kek" tanya Anne


"Bukalah, dari sana kamu akan tau semuanya" jawab kakek Wisson


"Nduk kakek merasakan hal yang istimewa jika ada didekatmu, kakek yakin kamu bukan anak sembarangan" lirih kakek Wisson


Anne yang mendengar itu hanya terdiam entah apa yang kakek Wisson maksud.


Anne perlahan membuka sampul buku tebal itu tanganya tepat membuka pada sebuah halaman menunjukan gambar yang tampak tak asing di matanya


"ini...."


Anne paham betul dengan simbol itu karena tak tahu apa yang tertulis disana jadi ia langsung menutupnya dan meletakan kembali di atas penutup peti


"Ada apa cu"


"Oh tidak apa-apa kek, Anne hanya tidak mengerti bahasa di buku itu"


"Apa kamu mau kakek ajari bahasa itu, kakek rasa kamu seperti tak asing dengan aksara kuno itu" jawab kakek


"iya memang, Anne merasa tidak asing dengan tulisan itu namun Anne masih belum mengerti" kata Anne


"baiklah datang kebangunan belakang tunggu kakek didepan pintu tertutup" ucap kakek kemudian berdiri dan berlalu meninggalkan Anne dan Hendry yang hanya diam mendengarkan dari tadi.

__ADS_1


__ADS_2