
"yah... udh masuk aja nih.. yuk!"{ucap kevin sembari menarik tangan dinda dan lari menuju kelas}
"ya!"{jawab dinda mengikuti langkah kevin}
*jam pertama dimulai*
seperti biasa di kelas, guru mapel sedang menjelaskan namun.... kejanggalan dirasakan oleh dinda saat guru tersebut terus menatap dinda dengan tatapan misterius
"a-apa? kenapa bu ririn terus menatap ku dengan tatapan seperti itu? apa yang harus aku lakukan?"{gumam dinda}
kevin yang juga sadar bahwa bu ririn dari tadi menatap dinda dengan tatapan aneh, terus berharap didalam hati agar bu ririn dan yang lain tidak mengetahui apapun tentang kembalinya ingatan dinda
skippp
***tringg....
jam pelajaran pertama telah selesai, saatnya jam istirahat dimulai
terimakasih***~ (ucap operator sekolah)
"yuk"{ucap kevin sembari menarik tangan dinda menjauh dari kelas terutama bu ririn}
"ya..."{jawab dinda lega}
belum sempat meninggalkan kelas
tiba-tiba.....
"dinda, kamu bisa ikut ibu sebentar?"{ucap bu ririn}
kemudian dinda menoleh kebelakang dengan wajah panik
__ADS_1
"maaf bu, dinda sedang sakit jadi…saya akan mengantar dia ke UKS"{alibi kevin}
"ya bu, kevin benar saya sedang tidak enak badan jadi saya permisi dulu"{ucap dinda sembari melangkahkan kakinya}
kemudian......
"tunggu sebentar, tidak ada penolakan, kamu harus ikut ibu keruangan kepala sekolah sekarang!"{ucap bu ririn}
"maaf bu saya sedang sakit, jadi bisa tunda dulu gk?"{ucap dinda}
"hmm... apa jangan-jangan kamu benar-benar sudah mengingat sesuatu?"{ucap bu ririn}
"ingat? ingat apa bu?"{jawab dinda}
"jangan bohong, trus kenapa kamu nolak buat ikut sama ibu?"{ucao bu ririn}
"saya gk ngerti apa maksud ibu! saya nolak buat ikut sama ibu? apa jangan-jangan ingatan saya yang hilang itu ada kaitannya dengan ibu?"{singgung dinda}
"baiklah"{jawab dinda pasrah}
"dan kamu kevin tetap disini jangan ikut campur, jika kamu tidak ingin celaka karna terlibat terlalu dalam"{ucap bu ririn}
"terlibat? terlibat apa bu?"{ucap kevin memastikan}
tanpa menjawab pertanyaan kevin bu ririn pergi meninggalkan kevin dan dinda
"bagaimana ini?"{ucap dinda dengan wajah panik}
"kamu harus tetap tenang din, jangan melakukan sesuatu yang mencurigakan didepan mereka"{jawab kevin}
"gw gk bisa kev, setiap gw bicara ama mereka, kejadian itu terus saja berputar dikepala gw"{ucap dinda}
__ADS_1
"berjanjilah kamu akan tetap tenang din, dan jangan lupa bawa hp dalam keadaan sedang menelfonku , jadi aku bisa denger semua pembicaraan kalian, jika kamu dalam bahaya, cepat minta tolong maka aku akan datang"{ucap kevin}
"baiklah"{ucap dinda sembari meninggalkan kevin}
"aku harap semuanya baik-baik saja"{gumam kevin sembari melihat dinda yang perlahan menjauh}
[ruang kepala sekolah]
terlihat kepala sekolah dan beberapa guru yang tengah menunggu kedatangan dinda
"maaf, ada apa ya memanggil saya kesini?"{ucap dinda}
"kamu.. apa benar kamu belum mengingat apapun tentang kejadian itu?"{ucap pak indra}
"ingat kejadian apa ya pak?"{ucap dinda yang sedang berpura-pura tidak tau apapun}
"jika kamu berbohong, maka sahabatmu itu akan tiada sekarang juga!"{ancam pak indra}
seketika tatapan dinda menjadi kosong
"ada apa? apakah aku salah? ekspresimu itu sudah menunjukan semua jawabannya"{ucap pak indra}
kejadian itu terus berputar dikepala dinda hingga.... suara kevin terdengar dikepalanya,(din kamu harus tenang)
"ya.. anda salah!"{ucap dinda yang tengah tersadar dari pikiran kacaunya}
"salah? apa maksudmu?"{ucap pak indra}
.
.
__ADS_1
thanks