Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
kotak apa ini?


__ADS_3

Terlihat sebuah kotak peti berukuran sedang berwarna cokelat tua yang sepertinya sudah lama sengaja dikubur ditumpukan pasir tersebut


"peti!?" ucap keduanya


dinda mengangkat peti kembali ke atas permukaan lantai keramik lalu sedikit membersihkan pasir-pasir yang masih menempel di bagian luar nya


alda menoleh ke arah bawah lubang tempat awal peti itu ditemukan, sekilas sepertinya ia melihat sesuatu


"ha? Apa itu?" alda menggali lebih dalam tumpukan pasir di area bawah lubang memastikan sesuatu yang ia lihat barusan


Srekk.. Sreekkk.. Tuk!


"din, ini tombol apa!?" dinda menoleh kearah mana mata alda tertuju, dan menemukan sebuah tombol tuas kecil berwarna hitam dibawah permukaan


"entahlah, gw juga gak tau tapi... Sepertinya tombol ini juga ada hubungannya dengan peti yang kita temukan tadi, lebih baik kita buka dulu kotak peti ini baru nanti kita putuskan langkah selanjutnya" dinda menunjuk kearah peti yang mereka temukan


"hmm.. Iya juga sih, lagian kita nemuin tombol dan kotak peti ditempat yang sama, ini semua pasti ada hubungannya" alda mendekat ke arah dinda, mereka saling berhadapan dengan peti yang mereka temukan tadi


Dinda membolak- balik peti melihat celah bagaimana cara membukanya?, namun yang mereka temukan hanya sebuah gembok kecil yang tergantung di samping peti

__ADS_1


"duh, gembok lagi nih!?" keluh dinda, dirinya sudah muak dengan sesuatu yang berhubungan dengan gembok, butuh waktu lama untuk bisa membukanya jika memakai alat yang tidak sesuai


"oh iya! tenang din, sepertinya ini gembok yang sudah lama dan usang apalagi sepertinya ini bukan gembok mahal yang tidak bisa dibobol tanpa alat" alda menyentuh gembok dan mengamati sekeliling bagian gembok


"meskipun harus pakai alat, sekarang ini kita sama sekali gak mempunyai benda apapun yang dapat dijadikan alat, dan parahnya lagi ini juga salah gw yang ceroboh ninggalin kawat diruangan tadi" oceh dinda


"bukan hanya kawat, tadi lo juga ninggalin sahabat lo ini yang sekarat sendirian loh..?" ucap alda memakai nada memelas


"sory, gw yang salah deh kali ini" dinda menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"ahaha iya deh" alda tertawa puas diikuti dengan senyuman yang terlihat di wajah dinda


mereka pun saling bertatapan beberapa saat lalu menganggukan kepala simbol kode bagi mereka, dinda mengangkat peti itu di susul oleh alda yang juga ikut memegang bersama


"satu....." ucap dinda dengan nada yang dibuat-buat


"dua...." giliran alda yang menyahut dengan nada yang dibuat-buat juga


"tiga..!" ucap keduanya bersamaan

__ADS_1


Brakkk...!


...---------------...


Terlihat sosok laki-laki remaja tengah duduk di ruangan private cafe, logatnya seperti tengah menunggu seseorang, berulang kali menghidupkan dan mematikan handphone nya


CRACKK...! TUK...!


Pintu terbuka sesaat lalu tertutup lagi diikuti dengan seseorang yang masuk kedalam ruangan


"hai!, lama tidak jumpa kevin dirgantara..! aku sudah menunggumu sekitar dua puluh menit disini, beginikah caramu menemui orang yang sangat sibuk? Padahal aku sudah menyempatkan waktu luang ku untuk menghabiskan waktu bicara bersamamu" sapa laki-laki itu menoleh kearah pintu


kevin tidak mengubris ucapan laki-laki itu, dirinya perlahan mendekat dan duduk dihadapan meja tepat didepan laki-laki tersebut


"jadi... Apa yang membuat dirimu yang membenciku ini tiba-tiba sampai mau menghubungiku dan mengajak bertemu setelah sekian lama?" ucap laki-laki dengan paras tampan dan tubuh yang tegap itu


"langsung saja gw jelasin ke intinya Velix Alexander, atau harus kupanggil teman lama?"


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2