Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
a bloody book!


__ADS_3

"dengan senang hati aku akan membantumu" {ucap pak indra}


"yess! masuk jebakan perangkap maut lo! mampus!" {ucap kevin dalam hati}


sementara itu disisi lain


"aku pasti akan menemukan mu chelsea" {gumam dinda}


dinda terus berjalan dengan tatapan kosong


kakinya terus melangkah hingga sampai di sebuah lantai 4 yang merupakan tempat tragis yang dijadikan tempat penyiksaan kejam


kejadian itu terus berputar dikepala dinda yang merupakan awal dari penderitaan mereka selama ini, seakan mimpi buruk yang dialaminya bersama sahabat tersayangnya,


dinda menyentuh dinding dari sudut ke sudut terus hingga berhenti tepat di depan sebuah ruangan


ruangan yang tak lain adalah tempat dimana anak-anak yang kurang pada kemampuan belajar nya dikumpulkan menjadi satu dan dipaksa untuk menguasai setiap mapel yang ada


dinda perlahan memasuki ruangan itu dengan kaki yang bergetar dan tubuh yang goyah memapah pada dinding sudut ruangan kemudian menduduki bangku paling depan sembari meletakkan buku diatas meja


TERDIAM SEJENAK


dinda menarik nafas perlahan


"chel, terimakasih ya selama ini kamu selalu bersamaku, setengah tahun menemaniku walau kau merubah wujud mu dihadapanku"


"apakah kau tau chelsea? alda menghilang aku tidak tau dia sekarang ada dimana, bahkan aku sempat ragu apakah dia masih hidup atau sedang bersamamu"


"ya chelsea aku tau, kamu berusaha untuk membuat ku mengingat semua kejadian itu dan membalas perbuatan nya dengan setimpal"


"tapi... sekarang aku sudah mengingat nya chelsea, aku sudah menepati janji ku, kini giliranmu muncul dihadapanku dan memenuhi permintaan ku"


tiba tiba


druk druk!


suara aneh apa itu!?


dinda melihat ke arah luar


"tidak ada orang"

__ADS_1


"apakah hanya halusinasi ku saja? "


tidak disangka suara orang sedang mengobrol dan mendekati ruangan itu pun terdengar


"gawat! aku harus sembunyi"


dinda mengambil buku nya dari meja guna tidak meninggalkan jejak, sembari melihat ke arah lemari kosong dan bersembunyi disana


"apa yang kita lakukan disini pak? "


"kita kekurangan bangku untuk ruangan khusus"


"kenapa kita harus pindah ruangan pak? "


"karna dinda sudah mengingat semuanya"


"ya kau benar pak jika dinda kesini dan menemukan bukti maka kasus itu akan kembali dibuka"


"betul sekali, tapi... tidak mudah kalau hanya mendapatkan satu bukti untuk melawan pak indra, karna pak indra akan melakukan lebih dari yang dinda lakukan dan akan memusnahkan semua bukti yang ada"


"oke, bangkunya udh siap pak tinggal diangkat aja"


"siip ayo"


suara obrolan tidak lagi terdengar dan suara jejak kaki pun mulai menghilang membuat dinda merasa lega dan membuka pintu lemari dengan perlahan


"aku harus pergi sebelum mereka datang lagi"


dinda dengan cepat meninggalkan lantai 4 tersebut dan pergi ke lantai dasar


/toilet


dinda membasuh mukanya setelah mendengar perkataan mereka tadi, ia jadi sadar bahwa ia masih belum setengah jalan untuk bisa mengalahkan indra


tiba tiba


perlahan pergelangan tangan menepuk pundak dinda, sekilas terlihat bayangan seorang laki-laki


membuat dinda reflek membanting tubuh pria tersebut ke dinding walau tidak terlalu kuat


"akhhh"

__ADS_1


"suara itu...! kevin?! lu ngapain di toilet cewek woy"


"gw mau bicara ama lu tapi gk tau tempat yang aman"{ucap kevin}


"yaelah"{keluh dinda}


"jadi gimana? berhasil? "{ucap kevin}


"kgk kev, keknya itu bukan chealse deh"{balas dinda}


"yaudh sabar ya, nah gw ada berita baik nih"{ungkap kevin}


"apa?"{ucap dinda}


"indra udh masuk jebakan kita"{jawab kevin}


"yess, lanjutkan peran mu kev dan bantu aku mencari petunjuk tentang alda"{ujar dinda}


"assiap"{sahut kevin}


"btw, din itu buku apa? "{lanjut kevin sembari menunjuk ke arah sebuah buku}


"owh ini buku gw.. " {sembari menengok kearah buku}


"lah kok bukunya aneh?"{ucap dinda}


"ini darah din? lu abis bunuh siapa din?"{sahut kevin}


"sembarangan.. ! gw gk bunuh siapa-siapa"{kekeuh dinda}


"lah buktinya ini buku kok ada darah, amis lagi asli sih ini darah beneran"{ujar kevin}


" darah? JANGAN-JANGAN...! "{ucap dinda berusaha menebak}


.


.


.


. thanks

__ADS_1


__ADS_2