Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
hilangnya dinda


__ADS_3

Alicia segera menutup hidung dan mulutnya, serta menahan nafas selama beberapa detik, berharap bisa bertahan dari asap yang diduga sebagai obat tidur itu


jika seperti ini pasti dinda dalam bahaya, karena target utama para penjahat itu adalah dinda seorang saksi juga korban, hanya itu yang terukir dibenak alicia


"Gawat.........! Dinda dalam bahaya" {ucap alicia dalam hati}


Alicia lantas membuka pintu ruang kepsek


Crackk......!


Tidak ada seorang pun disana, namun Alicia juga sudah diambang batas


Hingga......


Perlahan Alicia pun kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan


45 menit kemudian..........


"Akhh.....! " {ucap Alicia memegang kepalanya}


Setelah merasa pulih dan sadar alicia kembali memeriksa ruang kepsek, dan benar saja memang tidak ada sama sekali orang disana


"Dimana dinda? Dan pak indra? Bagaimana bisa mereka menghilang?" {gumam alicia}


Alicia memegang tangan kirinya dan menaikkan jas yang ada di lengan untuk memeriksa jam tangan nya


"Apa? 45 menit?" {ucap Alicia}


"Berarti aku gk sadarkan diri selama hampir satu jam!!? " {lanjutnya}


alicia panik tak karuan, menyadari bahwa dinda hilang bagai lenyap ditelan bumi padahal dari tadi alicia sama sekali tidak pernah meninggalkan pintu ruangan sedetik pun


bukan hanya itu, sekarang pikiran alicia semakin buyarr mengetahui dirinya yang kehilangan dinda begitu lama


harusnya aku tidak pingsan terlalu lama, jika saja...... mungkin aku masih bisa mencari jejak dinda ataupun petunjuk yang mungkin masih ada


"Aku harus mengabari kevin" {gumam Alicia}


Alicia mengambil handphone genggam di saku jas nya


15 PANGGILAN TIDAK TERJAWAB


(KEVIN)


"Kevin? Akhh.....! Dia ternyata dari tadi menelfon? Aku harus bilang apa kepada-Nya?" {keluh Alicia}


bagaimana ini? bagaimana aku menjelaskan nya? bagaimana aku meminta maaf kepada kevin?


alicia tidak berhenti bertanya, bagaimana, bagaimana dan bagaimana, hingga..... suara dering ponselnya memecah pikirannya yang tak karuan itu


PANGGILAN MASUK (KEVIN)


"kevin? aku harus menjelaskan secara rinci kepadanya" tekadnya akan menghadapi dan bertanggung jawab penuh


[Alicia]

__ADS_1


"Halo kevin"


_Dengan suara terengah-engah_


^^^[kevin]^^^


^^^"bagaimana kak?^^^


^^^apakah urusan dengan^^^


^^^kepsek telah selesai? "^^^


[Alicia]


"maaf kevin, aku..... "


^^^[kevin]^^^


^^^"kakak? apa terjadi^^^


^^^sesuatu pada dinda? "^^^


[alicia]


"ya..! dinda menghilang!!"


^^^[kevin]^^^


^^^"menghilang?"^^^


[alicia]


"aku dari tadi selalu berdiri


di depan pintu ruangan,


tapi... Tiba-tiba


mereka sudah menghilang


dari ruangan tersebut"


^^^[kevin]^^^


^^^"pasti ada yang tidak beres,^^^


^^^baiklah kak aku segera^^^


^^^kesana"^^^


panggilan pun terputus secara sepihak, membuat keheningan kembali terjadi


alicia masuk dan kembali memeriksa ruangan yang menjadi TKP itu,


"bagaimana ini!! " keluhannya dalam hati

__ADS_1


alicia yang masih merasa bimbang terus meremas tangannya sendiri di penuhi rasa kekhawatiran


hingga......


drak... drak.....


suara pijakan kaki yang begitu terburu-buru menghampiri alicia yang tengah mencari sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk keberadaan dinda


"bagaimana kak" ucap kevin


alicia tidak mengubris pertanyaan kevin, ia hanya fokus dan berharap dinda baik-baik saja


kevin yang mengerti pun tidak melanjutkan pertanyaan nya, dan memilih untuk melakukan apa yang dilakukan oleh alicia sekarang, yaitu mencari sesuatu yang berguna


seperti...... panti rahasia mungkin? ekhhh.... maksudnya pintu rahasia, atau.... tombol tersembunyi?


didalam kesunyian mencari benda yang tak berwujud atau benda yang tidak tau apa itu Tiba-tiba....


"apa yang kalian lakukan di ruangan saya?" bentak pak indra seakan tidak mengetahui apapun


"apa!? " sahut alicia hingga terheran-heran, mengapa pak indra berada diluar ruangan? kapan dia keluar? mungkinkah? begitu banyak pertanyaan yang terlontar kan dibenak alicia saat ini


"wah...... bukankah anda yang memanggil dinda kesini" balas kevin yang sedang dipuncak kekesalan nya, bagaimana tidak kesal? bukan hanya dinda yang dibuat hilang seperti ditelan bumi, sekarang malah seakan-akan pak indra seperti baru nongol dari luar negri dan tidak mengetahui apapun yang terjadi dinegri sendiri


"saya memang memanggilnya tapi dinda tidak kunjung datang jadi saya pergi dari ruangan untuk beberapa jam" bantah pak indra dibuat-buat nya, padahal bukan itu yang terjadi


"hah!!? bukannya bapak yang mengajak bicara dengan dinda 4 mata, dan menyuruh saya berjaga didepan ruangan!!" bentak alicia,


terus terang alicia memang begitu kesal dan marah saat ini, entah dari mana pak indra bisa ada diluar ruangannya, dan bagaimana dinda menghilang diruangan yang tertutup ini? pasti ada sesuatu kan? mungkinkah memang ada jalan rahasia?


"saya tidak mengerti maksud anda, dan anda ini siapa?" balas pak indra, Lagi-lagi pak indra berbohong dengan sangat jelas


"oh?"


"apa perlu saya mengenalkan diri saya lagi? atau perlu saya membacakan dongeng yang merupakan kejadian beberapa menit yang lalu?" lanjut alicia dengan nada bicara dan wajah terlihat sinis


"jadi.... anda berpura-pura lupa ingatan? tidak terpikir oleh saya bahwa anda akan melupakan kejadian yang tak berselang lama ini dalam sekejap" sahut kevin melanjutkan ocehan dari alicia,


tanpa disadari sebenarnya raut wajah kevin bukan hanya menggambarkan rasa amarah nya pada pak indra tetapi juga bercampur rasa cemas, panik, dan takut terjadi sesuatu pada pujaan hatinya itu


"dan tidak terpikir oleh saya bahwa kamu akan membuat sandiwara selama ini kevin, tapi saya sedikit kecewa karena akting saya tidak sebagus kalian" ucap pak indra, bukan tanpa alasan semua orang memang terkecoh dengan perselisihan yang dibuat oleh kevin dan dinda


"jadi ini ulah anda? anda sengaja menjebak kami semua?" ucap kevin tanpa mengubris perkataan pak indra, memang wajar karena isi kepala kevin saat ini hanyalah dinda


"kamu pikir bagaimana cara saya bisa menduduki posisi ini" balas pak indra, dengan senyuman jahatnya dan tatapan nya yang kejam seakan ingin menerkam mangsanya


"ya.... aku sampai lupa bahwa kau adalah kepala sekolah, tentu saja kau akan lebih cerdik dari kami" ucap kevin yang sudah sangat geram melihat ekspresi pak indra tersebut


"kevin sangat benar, dasar licik!! picik!! jahat!! tidak punya hati!!" lanjut alicia yang sudah tidak dapat menahan unek-unek nya


pak indra hanya diam juga tak mengubris ocehan yang juga merupakan wujud hinaan terhadap dirinya sekarang itu tidak lah penting, yang terpenting baginya adalah misinya telah terselesaikan, orang yang dia waspadai sudah disingkirkan menurutnya


"aku begitu berharap pada perusahaan yang dipimpin oleh keluarga dirgantara itu, jadi kuharap kamu kevin bisa bekerja sama dengan baik bersamaku" tawar pak indra, sebenarnya dia sudah lama menargetkan kevin sebagai acuan untuk mendapatkan investasi, dan mewaspadai agar kevin tidak terlalu ikut campur


"aku tidak peduli dengan kerja sama konyol mu itu!! yang kau permainkan saat ini adalah nyawa seorang murid!! mana mungkin aku bisa percaya pada orang yang tidak punya hati seperti mu!! " bantah kevin

__ADS_1


__ADS_2