
Sore hari di kediaman kevin tepatnya di ruang belajarnya yang lumayan besar, lima orang remaja mengadakan sebuah rapat atau diskusi penting yang mungkin memiliki resiko yang sangat besar bagi nyawa seseorang nantinya
"oke! sesuai rencana awal, kita harus menunggu sampai velix berhasil menyusup ketempat dinda setelah itu velix akan menghubungi kita lagi" ucap alicia, matanya berkeliling kesekitar memperhatikan lawan bicara
"lalu saat itulah kita bergerak membuat keributan besar di SMA H.I.S !" sahut rendy, sedangkan keyy dan kiyya hanya mengangguk kecil menandakan mereka sudah mengerti
"gw dan rendy sudah selesai menyiapkan barang-barang yang kita butuhkan nantinya, sesuai apa yang kalian katakan tadi, kita hanya perlu aba-aba dari velix karena malam ini dia sudah mulai bergerak menyelinap diantara para bawahan pak indra" kevin menyilangkan lengannya didepan dada dan menatap kearah tumpukan barang yang ia maksud,
lalu mereka berlima saling bertatapan satu sama lain menunggu saat itu tiba
...----------------...
Alda mengucek kedua matanya lalu bangkit dari posisi nya saat ini, ia melihat dinda yang masih anteng duduk manis dengan selembar kertas ditangannya
"masih fokus? Gimana? Udah nemuin jawabannya?" Alda menatap ke arah dinda yang masih sibuk dengan pikiran dan selembar kertas itu
"hmm... Hampir selesai" balas dinda singkat namun tidak begitu menghiraukan ucapan Alda yang lainnya
"bye the way..udah berapa jam gw tidur?" alda mendekatkan posisi nya tepat disebelah dinda
"hm.. Kira-kira sekitar kurang lebih udah lima jam"
sontak Alda tersentak matanya terbelalak kaget "whattt..!? Lama banget, berarti sekarang udah malam dong?"
"hmm... Iya"
"lo gak capek mikir dari tadi?" Alda mendekatkan wajahnya ke arah dinda
"lumayan sih, akhh... Gw istirahat dulu deh" Dinda menurunkan kertas dari tangannya dan merebahkan dirinya ke lantai
"jadi... Sekarang gimana?" Alda menoleh ke arah dinda yang merubah posisinya itu
Dinda menutup wajah nya dengan tangan "ada! Ada yang harus kita lakukan sekarang!" Dinda kembali terduduk wajah nya yang tadi kelelahan sekarang terlihat lebih bersemangat
"apa?" Alda memperhatikan Dinda yang mulai terlihat aneh itu
"kita bisa menghubungi teman-teman gw!"
"kenapa gak lo bilang dari awal!? Ikhh nyebelin, kalau dari tadi kan kita gak perlu repot-repot" Alda menyipitkan matanya kini dahinya mulai mengerut tapi gak menua
"huh.. Baterai handphone gw lobet, jadi cuma bisa menghubungi sekali lagi, mungkin?" Dinda dengan nada suara yang ragu-ragu
"ayo kita coba! Kita gak akan tau sebelum mencoba kan!?" Alda menggenggam tangan Dinda berusaha meyakinkan
"hmm.. Boleh juga, tapi peluang nya cuma sedikit" Dinda mengangguk sekilas menandakan dirinya setuju, tidak ada salahnya kan jika kita mencoba?
Dinda mengambil handphone yang sudah ia sembunyikan di awal, kini dirinya mulai menekan tombol (hidupkan daya) karena sengaja dimatikan daya sejak ia terakhir kali menghubungi mereka
Klikk!
Layar handphone mulai bercahaya meski redup akibat baterai yang menipis
"bagaimana? Berapa sisa baterainya?" Alda mulai memperhatikan layar ponsel yang redup itu
"hm.. cuma sepuluh persen (10%) doang" wajahnya memelas tanda dirinya mulai kecewa, belum apa-apa sudah dibanting oleh kenyataan
"bisa kok! Kita bisa menghubungi mereka walau sebentar, jangan bicara panjang lebar cukup bicara dengan hal-hal yang penting aja" Alda mengeluarkan pendapatnya membuat dinda tersentak
"waw.. Bener juga, berarti ini yang terakhir kali kita menghubungi mereka" Dinda kembali menatap layar ponsel meski ragu-ragu, apakah hal-hal penting itu akan tersampaikan pada mereka?
"ayo kita mulai!" Alda memberikan dorongan aba-aba agar dinda berani mengambil resiko, alias kesempatan terakhir yang akan digunakannya
Dinda mengangguk sekilas lalu menekan aplikasi panggilan dan berusaha mencari sebuah nama yang sangat ia kenal
"yakin ini bisa membantu kita? Apakah....?"
"hmm.. Meski tidak meyakinkan sih, namun gw tau banget kalau dia gak bakal jauh-jauh dari handphone nya saat ini" Dinda kembali menscrol hingga menemukan sebuah nama
Klikk!!
Tut-Tut-Tut
Bunyi ponsel menandakan bahwa panggilan sudah mulai tersambung
*halo din? Lo baik-baik aja?
sekarang lo ada dimana?
(kevin)
^^^udah diem dulu,^^^
^^^baterai gw sekarat^^^
^^^(dinda)^^^
oke?
(kevin)
__ADS_1
^^^hai,^^^
^^^Lo pacar dinda kan?^^^
^^^Kenalin gw sahabatnya^^^
^^^(alda)^^^
Alda?
syukurlah kalian bisa
bertemu, gw senang
^^^Hehehe^^^
^^^(alda)^^^
^^^diem lo, berisik!^^^
^^^(dinda)^^^
jadi sekarang kalian
ada dimana?
kalian baik-baik saja?
(kevin)
^^^gak, sekarang kita sedang^^^
^^^Bertaruh nyawa dan waktu^^^
^^^(dinda)^^^
Maksudnya?
(kevin)
^^^ada orang misterius^^^
^^^yang minta kami buat^^^
^^^nyelesain masalah dan^^^
^^^teka-teki gak jelas ini^^^
^^^empat jam^^^
^^^(alda)^^^
kalian bakal selamat, gw
janji! Ada orang profesional
yang bakal jemput kalian
disana
(kevin)
^^^Beneran?^^^
^^^Syukurlah makasih kev^^^
^^^(dinda)^^^
^^^Akhirnya...^^^
^^^Gw gak jadi mati diusia muda^^^
^^^(alda)^^^
Ahahah.. Gw janji,
jadi kalian juga harus janji
bakalan bertahan dan
pulang dengan selamat ya?
(kevin)
^^^Iya, gw janji wanita lo ini^^^
^^^bakalan pulang dengan selamat hehe^^^
^^^(alda*)^^^
__ADS_1
^^^*kletakk!^^^
^^^aduh! Sakit din,^^^
^^^jangan asal mukul dong*^^^
^^^(alda)^^^
^^^*itu karena lo,^^^
^^^masih aja gak peduli^^^
^^^tempat dan waktu^^^
^^^(dinda)^^^
ahaha..
udah-udah..
gw gak masalah kok
dengan ucapan Alda,
malah gw senang
setelah mendengar kalian masih
bisa bercanda saat ini
(kevin)
^^^Hmm..^^^
^^^Sekarang apa rencana lo^^^
^^^kev?^^^
^^^(dinda)^^^
setelah orang
kepercayaan gw udah
disana, maka kami
akan buat keributan
yang besar untuk
mengalihkan
perhatian pak indra
(kevin)
^^^Oke, kami akan me....^^^
^^^(dinda)^^^
Tut...Tut....Tut*...
pangilan terputus kini handphone dinda otomatis mati
"yahh.. Baterainya habis beneran deh" Keluh Alda
"hmm.. mau bagaimana lagi?" balas dinda singkat, wajahnya yang tadi terlihat panik kini
sudah mulai terlihat tenang
"wah.. Lo udah gak panik lagi ya? sudah dikabari sama orang spesial jadi tenang" goda Alda membuat dinda menatap sinis kearah nya
"gw cuma sedikit lega dan merasa sedikit aman karena bakalan ada orang yang akan menjemput kita, itu aja kok gak lebih!" balas dinda kembali mengambil selembar kertas yang tadi sempat ia letakkan diatas lantai, ingin melanjutkan mengartikan isi dari pesan surat itu
"terserah lo deh, tapi satu hal gw yakin lo bakal berubah" Alda menatap dinda yang tidak mengubris ucapannya sama sekali
...****************...
mobil yang terpakir agak jauh dari bangunan sekolah SMA H.I.S itu memperlihatkan dua orang remaja yang tengah duduk didalamnya
"terputus!" gumam kevin, (mungkin baterainya sudah benar-benar habis) batinnya
"huh... Jadi gw bergerak sekarang ni?" ucap velix yang dari tadi memang sudah berada didekat kevin dan mendengar pembicaraannya ditelfon
"hm... ya, lo cuma perlu berada didekat mereka dan bawa mereka keluar dari sana hidup-hidup tanpa ada yang lecet sedikit pun" balas kevin dengan wajah yang terlihat dingin
"gw mengerti!" balas velix singkat
Brakk..!
__ADS_1
Pintu mobil tertutup keras meninggalkan suara sesaat, diikuti dengan pria yang berjalan menjauh dari mobil itu mengenakan pakaian serba hitam dan sebuah tas dipunggungnya