
sementara itu disisi lain
Dinda memutuskan untuk melanjutkan perjalanan nya
Disaat ingin melangkah kan salah satu kaki nya
DRACK! DRACK! DRACK!
suara keras menghentikan niat dinda untuk pergi dari sana
"Suara apa itu?"
Dinda melihat sekitar merasakan kehadiran seseorang di sekitar nya
"Siapa?"
Suara itu berhenti sejenak lalu kembali berbunyi
DRACK! DRACK! DRACK!
Tidak ada pilihan lain! dinda memasang telinga nya berusaha mencari sumber suara
Langkah demi langkah berusaha mendekati asal suara
Deg!
"Apakah suara itu berasal dari ruangan ini?"
"Mungkin kah itu alda? Apakah alda ingin memberi isyarat kepadaku?"
Dinda memegang gagang pintu dari ruangan yang mungkin adalah sumber dari suara yang mengganggu pikiran dinda saat ini
"Tidak! Mungkin saja sebalik nya"
"Mungkin saja yang membuat suara keras itu adalah orang-orang suruhan pak indra agar aku terkecoh dan masuk kejebakan mereka"
"Tapi... Mungkin kah informasi tentang kabur nya diriku dari sekapan pak indra sudah terbongkar secepat ini?"
"Atau bu Ririn sebenar nya dari awal sudah menjebak ku? Dan berbohong tentang kisah putri nya?"
Berbagai asumsi penuh dipikiran dinda
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan?"
Dinda kembali mengurungkan niat nya untuk membuka pintu ruangan itu
Seketika sesuatu kembali terlintas di pikiran dinda, suara yang sangat ia kenal
"Dinda yang gw kenal gk takut apapun dan dia selalu percaya pada dirinya sendiri, apapun yang terjadi meskipun air mata membasahi wajah nya untuk mencapai apa yang ia inginkan"
Membayangkan siapa yang mengucap kan kalimat itu membuat dinda sedikit tersenyum
"Tidak kusangka nostalgia bisa jadi kekuatan di saat ku sendirian seperti ini"
"Ku harap ingatan dan kenangan selama ini akan abadi"
Dinda memutuskan untuk memutar gagang pintu dan bertekad memeriksa apapun itu, jebakan atau tidak nya urusan belakangan
CRACK!!
Sengaja dinda hanya membuka sedikit pintu dan memberikan nya celah melihat ke dalam
Dinda melihat sekitar dan tidak melihat barang apapun maupun seseorang di dalam ruangan itu
CRACK!
"Apa maksud dari ini semua?"
"Tidak ada barang ataupun seseorang disini! Bagaimana bisa suara tadi bisa ada?"
Dinda mulai tenggelam dalam pikiran nya sendiri
C-C-CRACK
Seketika dinda kaget gagang pintu yang masih ia sentuh bergerak dengan sangat kuat seakan pintu itu sebentar lagi akan terbuka lebar
"Apa?"
Tanpa pikir panjang dinda bergerak dengan sangat cepat menuju ruangan lain yang berada di depan ruangan itu
Bersembunyi!
Setelah masuk dinda sedikit memberi celah pada pintu dan mengintip ke arah tempat tadi ia berdiri
__ADS_1
DRACKKK!!
Pintu terbuka sangat lebar sangking kuat nya suara pintu bergema di sekitar tempat itu
"Bagaimana bisa? Apakah memang ada seseorang? Kenapa tadi aku tidak melihat apapun diruangan itu?"
Sungguh dinda sangat bingung dengan situasi yang saat ini ia hadapi, berusaha diam dan tetap memperhatikan dengan intens
Beberapa menit kemudian....
Seorang wanita keluar dari ruangan itu di ikuti angin yang sangat kencang
"Dari mana datang nya? Perasaan gk ada jendela atau celah yang cukup untuk angin sekuat ini! di tempat seperti ini sangat tidak mungkin!"
Wanita itu berdiri beberapa saat di tengah pintu masuk ruangan itu
Wajah nya tidak terlalu jelas karna tertutup oleh rambut yang terburai panjang, ia dengan pakaian seragam sma h.i.s tampak begitu lusuh
"siapa dia?"
"seragam itu? mungkinkah dia juga korban pak indra yang berhasil kabur dari sekapan?"
dinda mulai menerka-nerka siapa sebenarnya wanita ini
tak lama berselang wanita itu mulai pergi dari sana
dinda yang melihat wanita itu pun beranjak dari tempat saat ini hendak bergegas menemui nya, dengan sigap dinda berlari ke arah wanita itu.
secepat apapun dinda berlari ternyata wanita itu lebih cepat bagai kilat
"apa? cepat banget..!! aku harus menyusul nya!"
"apa aku panggil aja ya? supaya dia berhenti dan berbalik?"
"ya!! tidak ada pilihan lain sebelum aku kehilangan jejak wanita itu!"
dengan posisi yang masih tengah berlari sekuat tenaga dinda berusaha menghentikan wanita itu
"PERMISI!! KU MOHON BERHENTI!! ADA YANG INGIN AKU TANYAKAN PADAMU!!"
mendengar teriakan dinda, wanita itu benar-benar berhenti dan....
__ADS_1