Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
kabur dari sekapan


__ADS_3

"tunggu dulu, kayak nya buah-buah ini bisa jadi bekal nantinya"


Dinda menyisih kan buah-buah yang ada di sana dan menyembunyikan di sudut tikar hingga nanti dia bawa bersama nya


Hari ketiga....


Dinda terus mengumpulkan makanan yang bisa ia bawa dan bertahan lama


Tangan dan kaki nya tidak lagi di ikat, namun hanya pintu yang digembok dari luar membuat dinda tidak bisa kemana-mana selain tetap berada di ruangan itu


"Tinggal sebentar lagi... Aku harus sabar" Dinda berusaha meyakinkan diri nya sendiri


Pukul 23.20


Crack!!


Pintu terbuka, terlihat bu Ririn masuk ke ruangan dan menghampiri dinda


"Sudah saat nya dinda" ucap bu Ririn dengan wajah yang sedikit di tekuk


"Aku ingin bertanya satu hal kepada ibu"


"Apa itu?"


"Ibu pernah bilang akan membantu ku bergerak leluasa, tapi bagaimana cara ibu melakukannya?"


"Dalam waktu 3 hari kedepan, jadwal membawa makanan dan pantau ke ruangan ini adalah ibu, jadi ibu hanya akan berpura-pura selama 3 hari itu bahwa dinda masih ada di sini nak"


"Bukankah koki ikut masuk ke dalam ruangan ini bu?"


"Kalau itu tenang aja, ibu yang akan atur semua nya agar tidak ada seorang pun yang boleh masuk keruangan ini selain ibu"


Mendengar itu dinda sedikit mengangguk menandakan setuju


"Jika sudah, aku akan bergegas pergi terlebih dahulu" dinda berpamitan kepada bu Ririn


"Nak, jika sudah menemukan apa yang kamu cari segeralah pergi ke arah barat dan temukan sebuah pot"


"Pot bunga? Lalu setelah itu?"


"Geser pot itu, ada sebuah tombol pintu keluar disana"

__ADS_1


"Baiklah bu, aku pamit"


Dinda mengambil bekal makanan nya dan beberapa buah, bergegas meninggalkan ruangan


"Berhati-hati lah" ucap bu ririn dalam hati....


Dinda terus berjalan di lorong-lorong yang penuh dengan ruangan dan pintu dengan warna yang berbeda


"aku harus mulai dari yang mana?"


Tiba-tiba dinda teringat arah kemana pak indra pergi waktu itu


"Ya... Pasti disana!"


Dinda terus berjalan lurus ke depan, hingga teringat disinilah tempat dimana pak indra perlahan menghilang dari pandangan nya


"Sepertinya aku akan mulai dari sini"


Dua puluh pintu berwarna hitam akan dinda periksa satu-satu


Pintu pertama...


Hanya ruangan yang di penuhi dengan beberapa barang, namun masih ada bau sedikit busuk di sana


"Mungkin gudang?" pikir nya


Pintu kedua....


Sama hal nya pintu pertama, hanya saja pintu kedua di penuhi dengan beberapa barang yang berbeda, dan bau busuk nya semakin menyengat


Dinda menutup pintu nya lagi


"Mungkin gudang juga?" pikir nya


Pintu ketiga hingga ke enam....


Bau nya semakin parah dan menyengat hingga membuat dinda mau muntah, belum lagi barang-barang terbengkalai yang berserakan dilantai


Dengan cepat dinda menutup pintu itu


"Berapa banyak gudang ditempat ini?" dinda mulai geram mungkin dirinya sedang dipermainkan oleh tempat yang tak bergerak ini

__ADS_1


Dinda berdiri lemas sedikit bersandar ke dinding


"Baru enam pintu udah buat aku gk kuat nyium bau nya apalagi masih banyak didepan sana!" dinda mengeluh pada dirinya sendiri


Seketika dinda teringat jika di saat-saat lelah seperti ini selalu ada teman di sisi nya yang selalu memberi dinda suport untuk tetap bertahan


"Kev... " tanpa disadari dinda memanggil satu persatu nama teman-teman nya


"Kiyya.. "


"Ren... "


"Keyy.. "


Sudah puas mengeluarkan isi hati nya, dinda pun mulai tersadar....jika ia sama sekali belum mengabari kepada semua teman-teman nya tentang keadaan saat ini


"Oh iya? Aku harus mengabari mereka"


Dinda duduk di lantai itu dan mengambil handphone yang sudah disembunyikan nya selama ini


"Apa? 20%? Gawat ini mah gk bakal cukup untuk menelfon mereka"


"Belum lagi untuk penerangan jika berjaga-jaga nanti nya"


"Gk ada pilihan lain" ucap dinda


Dinda mengotak atik ponsel nya dan mengirim sebuah pesan kepada kevin, mungkin saja dia bisa diandalkan pikir dinda


setelah siap mengirim pesan, dinda mengatur ponsel nya pada mode hemat daya dan mengatur agar yang ada di layar depan hanya ada flash untuk penerangan jika di butuhkan


flashback off


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sedangkan di sisi lain


"lalu bagaimana sekarang?" kiyya merasa sedikit ngeri jika memikirkan apa yang akan terjadi pada dinda jika ayah nya menemukan dinda dalam waktu 3 hari kedepan


"karena dinda mengurus di balik layar maka kita akan mengurus sisa nya" kini kevin semakin percaya diri bukan hanya lega mendengar dinda baik-baik saja tapi juga bercampur dengan senang yang begitu luar biasa ketika tau diri nya lah yang dihubungi bukan yang lain


"aku mengerti kev, jadi kitalah yang akan berhadapan langsung dengan pak indra" alicia menyahuti ucapan kevin, baginya ketika kehilangan kliyen dan pasien pada pengawasan nya sendiri terasa sangat memalukan dan menodai nama baik karir nya

__ADS_1


keyy dan kiyya hanya menekuk wajah nya masing-masing seperti ingin mengatakan "kami setuju"


__ADS_2