Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
putri seorang penjahat


__ADS_3

"sebenar nya nama ku adalah kiyya, aku adalah salah satu saksi yang menyaksi kan betapa kejam nya ayah ku menyiksa murid-murid SMA H.I.S" {jelas kiyya}


"itu berarti....... " {tebak dinda}


"ya, pak indra adalah ayah ku dan pada saat tragedi kalian bertiga aku dan kakak Laki-laki ku ada di lokasi saat kejadian itu (TKP), namun kami memilih untuk bersembunyi sementara waktu karena kakak laki-laki ku melarang ku untuk memergoki kejahatan ayah ku pada saat itu" {jelas kiyya}


"kau sangat tega!! bisa-bisa nya kau tidak menghenti kan perbuatan kejam ayah mu saat itu bahkan kalian hanya diam dan bersembunyi saat kami benar-benar membutuh kan kesaksian mu, apakah kau tahu!? aku kehilangan kedua sahabat ku dan parahnya lagi selama ini aku sama sekali tidak mengingat apa pun tentang apa yang terjadi pada ku dan sahabat ku saat pristiwa itu!"{balas dinda}


"sungguh! aku benar-benar minta maaf atas nama ayah ku" {ujar kiyya}


"maaf katamu!? apakah maaf mu bisa mengembali kan keadaan dan bisa mengembali kan sahabat-sahabat ku!"{bentak dinda}


"mungkin tidak dengan sahabat mu yang satu nya, namun aku masih bisa membantu mu mencari keberadaan alda"{balas kiyya}


"alda? kau mengenal nya?"{sahut Rendy}


"ya, aku pernah bertemu dengan nya"{balas kiyya}


"dimana kau bertemu dengan nya? apakah dia masih hidup? kapan itu terjadi?"{tanya dinda beruntun}


"baiklah, aku akan mencerita kan semua nya dari awal..... "{jelas kiyya}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


flashback onn


pagi hari (hari kejadian)


"kiyya....! cepetan dong masak nya kakak laper nih" {ucap keyy}


"duh... sabar dong kak, bentar lagi mateng kok!" {balas kiyya}


"hmm... iya deh" {sahut keyy}


5 menit kemudian


"nih makanan nya" {ucap kiyya sembari menyaji kan makanan di atas meja}


"nasi goreng mulu dek, lama-lama bisa bosan nih kakak makan nya tiap hari" {sahut keyy}


"iihh kakak kok gitu sih! kan kakak tau aku gk terlalu bisa masak" {balas kiyya}


"hehe iya, biasa nya yang masakin makanan untuk kita kan chef intan (seorang koki restoran) tapi dia gk dateng akhir-akhir ini dan kakak juga gk tau alamat dan nomor telfon nya" {jelas keyy}


"sabar kak, jika saja ayah tidak menghilang terus beberapa hari ini tanpa kabar dan memanggil chef intan ke rumah mungkin kita gk bakal kelaparan kayak gini" {keluh kiyya}


"sebenar nya ada apa sih dengan ayah? dari dulu saat kita masih sangat kecil setelah ibu meninggal, ayah selalu sibuk dengan urusan sekolah nya!" {ujar keyy}


"kita tidak bisa terus begini!! memang nya apa yang lebih penting dari pada anak nya sendiri? kita harus menyusul ayah ke sekolah, aku ingin tahu apa yang dia lakukan selama ini" {ucap kiyya kesal}


"baiklah jika itu mau mu adik ku, bagaimana kalau hari ini kita ke sekolah ayah dan memberikan kejutan? "{balas keyy sembari mengelus rambut adik nya hingga berantakan}


"ikhh... kakak apaan sih! rambut ku sekarang jadi berantakan nih!"{ucap kiyya kesal}


" ya udh kita beri kejutan ke ayah"{lanjut kiyya}


skipp


"gimana kak? udh siap blom?" {ucap kiyya}


"udh dong, ya udah yuk!" {ajak keyy}


kiyya dan kei menyusul ayah nya ke sma H.I.S, namun saat tiba di lokasi..kia dan kei kaget, karena tidak ada satu pun siswa atau pun siswi yang berada di sekolah itu

__ADS_1


"kak! ini hari libur ya? kok gk ada orang sih?" {ucap kiyya heran}


"harus nya sih gk! mungkin ada rapat penting atau ada sesuatu sehingga murid di sini terpaksa di liburkan" {balas keyy}


"dari pada penasaran mending kita masuk kak" {ajak kiyya}


"ya udah yuk!" {sahut keyy}


mereka pun mulai memeriksa papan nama satu persatu ruangan yang ada di sekolah untuk mencari keberadaan ayah nya itu namun tak kunjung ketemu


"kantor kepsek di mana sih? susah amat nyari nya" {keluh kiyya}


"sabar dek, ya udh kita cari mading aja dulu, siapa tau ada denah sekolah ini di sana"{ucap keyy}


"oke kak, aku ikut kakak aja" {jawab kiyya}


5 menit kemudian


/mading


.


.


.


"kak ini denah nya ada! " {ucap kiyya kegirangan}


"akhir nya ketemu juga, ya udh ayo kita pergi ke sana! " {ajak keyy}


mereka pun bergegas pergi menuju kantor kepsek, dengan tujuan memberikan suprise dan kejutan kepada ayah mereka..


/kantor kepsek


"kantor kepsek." {ucap kiyya sembari membaca papan nama di depan pintu}


"udh dong" {ucap kiyya dengan senyuman lebarnya}


"oke, satu dua tiga.... " {ucap keyy memberi aba aba sembari memegang gagang pintu}


crack!


"kok gk ada orang sih? " {ucap kiyya}


"ayah kemana? " {ucap keyy}


"yah.... sia-sia dong kita kesini" {keluh kiyya}


"seperti nya hari ini kita kurang beruntung kia, lebih baik sekarang kita pulang aja deh mungkin aja ayah sudah pulang" {ajak keyy}


"iya, mungkin ayah sudah dirumah" {balas kiyya}


kiyya dan keyy pun pergi meninggal kan kantor kepsek, namun......


duarr!!


"akhhh...! " {ucap kiyya sembari menutup telinganya}


"kamu gpp kan dek? " {ucap keyy}


"iya kak gpp kok, aku cuma kaget aja, itu suara apa ya kak? " {balas kiyya}


"sepertinya suara tembakan! " {ucap keyy}

__ADS_1


"tembakan? disini ada orang jahat ya kak?" {jawab kiyya}


"kakak gk tau sih, tapi lebih baik kita pulang sepertinya tempat ini berbahaya, nanti dirumah kita lapor ke ayah tentang sekolah ini" {ucap keyy}


tiba-tiba......


duarr!


"suara itu lagi! sepertinya ada sesuatu, ayo kak" {ucap kiyya sembari berlari menuju lantai atas}


"kiyya.... kamu mau kemana di sini berbahaya!" {ucap keyy sembari mengejar kia}


mereka terus berlari hingga kia berhenti dibelakang tembok dan tidak sengaja mereka berdua kini menyaksikan sebuah tragedi


satu tembakan melayang tepat dikepala chealse, cairan merah keluar dari luka dikepalanya


"chealse…" {ucap dinda dan alda, air mata mereka tidak tertahan melihat sahabatnya dalam keadaan mengenaskan}


"enyahlah kau dari hadapanku! aku tidak akan memaafkan semua perbuatanmu itu!"{ucap dinda sembari menghampiri chealse}


namun belum sempat menghampiri chealse, kepala sekolah sengaja menjatuhkan chealse dari balkon hingga terhempas jauh kebawah


belum puas dengan perbuatannya itu dia kembali mendaratkan beberapa tembakan lagi ketubuh chealse hingga hancur lebur


membuat alda dan dinda terpaku dan mematung seakan waktu berhenti sejenak


"siapapun tolong chealse dia sekarat, kumohon dia masih bisa diselamatkan…"{ucap dinda memohon}


"jangan konyol, tubuhnya sudah hancur lebur tidak mungkin dia selamat!"{ucap pak kepala sekolah dengan tawa jahatnya}


*Dinda yang dimakan api amarah karna mendengar perkataan kepala sekolah lantas merebut senjata dari salah satu guru dan menembakkan 2 peluru di lengan dan kaki kepala sekolah


"arghhh.."{ucap pak kepala sekolah kesakitan}


"kau tidak pantas disebut seorang guru, begitupun kalian semua yang ada disini"{bentak dinda}


"bagaimana? apakah sakit? ini belum seberapa dengan apa yang kau lakukan pada murid lain terutama chealse"{ucap alda yang juga termakan api amarah}


"kau...."{ucap pak kepala sekolah geram}


dengan darah yang tercecer dari luka yang terdapat pada kepala sekolah, dia berjalan kearah dinda dengan wajah kesal


lantas menyekik leher dinda beberapa menit lalu menghempaskan kepala dinda berkali-kali kedinding, alda yang melihat itu semua kemudian menghalangi kepala sekolah beberapa kali namun gagal


guru yang ada disana lantas menahan alda dan membawa alda dengan paksa, karna takut alda akan membuat kepala sekolah makin marah dan menjadi korban selanjutnya


sementara itu kepala sekolah yang mengingat perkataan dinda seakan belum puas dengan perbuatannya kembali menginjakkan kakinya ke kepala dinda, hingga wajah dinda tertutupi dengan darah, dengan yakin kepala sekolah berfikir bahwa dinda telah tewas setelah itu pergi meninggalkan dinda begitu saja


"al... tunggu aku, lepaskan alda.."{ucap dinda terbata-bata yang hampir tak sadarkan diri}


hingga penglihatan dinda hilang secara perlahan*


/sisi tembok lain


melihat kejadian itu kiyya hampir terjatuh pingsan namun keyy yang siap siaga menjaga adiknya itu dan menangkap adiknya dalam pelukan serta menenangkan hatinya


" kak! ayah.... kejam!! aku tidak bisa membiarkan ini begitu saja, kita harus melaporkan ayah ke polisi! "{ucap kiyya mengambil HP genggam di tas nya}


"jangan dek!!........"


.


.

__ADS_1


.


thanks


__ADS_2