Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
sandiwara


__ADS_3

"iya gw gpp, ayo kita masuk"{balas dinda}


"ayo"{ucap kevin sembari mengikuti langkah dinda memasuki perkarangan sekolah}


skipp


tringg....


~jam pelajaran pertama telah selesai, saatnya jam istirahat dimulai


terimakasih~ (ucap operator sekolah)


kevin mengarah ketempat duduk dinda dan mereka saling memberi kode sudah siap


"ayo sini!! "{bentak kevin sembari menarik tangan dinda}


"gk mau!"{bantah dinda berusaha melepaskan cengkraman dari kevin}


"lo berhutang banyak sama gw! dan sekarang giliran lo bayar semua yang sudah gw lakuin!"{bentak kevin}


" HAH? jadi selama ini lo cuma pura-pura baik? gk nyangka gw ternyata kata-kata manis lo itu cuma tipuan!"{bantah dinda}


"di dunia ini semua itu gk ada yang gratis! lo kira gw ngorbanin nyawa untuk hal yang sia-sia? gk!"{bentak kevin}


"semua ini gk masuk akal keknya lo udh gila! lepasin gw, gw bilang gk mau!!"{bantah dinda sembari berusaha melepaskan cengkraman kevin}


"ikut gw sekarang!"{ucap kevin}


dinda kemudian menginjak kaki kevin dengan keras


"aww"{reflek kevin}


"jangan letoy, bentak gw lebih keras"{bisik dinda}


"iya-iya"{bisik kevin}


"akhh! payah banget naskah dari Rendy, sekarang gw harus pura-pura jadi cowok gk bener"{gumam kevin}


"tidak ada penolakan! ikut gw sekarang"{bentak kevin sembari menarik dinda keluar ruangan}

__ADS_1


semua siswa dan siswi sibuk memperhatikan sandiwara dinda dan kevin bak sebuah pertunjukan


dinda melepaskan cengkraman kevin sembari menampar nya


plakkk...!


" akhh..! " {ucap kevin}


"kuat bener! bisa pelan dikit gk? " {bisik kevin}


dinda kembali menginjak kaki kevin dengan kuat


"akhh.. aduh duh" {ucap kevin kesakitan}


"udh jangan protes, lanjutin aja drama nya" {bisik dinda}


"sekarang ikut gw! " {bentak kevin}


"gk akan! mimpi lo! " {bantah dinda}


dinda dan kevin sedari tadi telah menyadari bahwa mereka sedang diawasi oleh pak indra dari balik pintu kelas


pak indra yang terus mengamati seakan puas dengan pertunjukan tersebut dan menghampiri mereka


semua murid terdiam melihat kepala sekolah mereka secara langsung meleraikan mereka berdua


"saya hanya ingin mengambil apa yang sudah menjadi milik saya pak! " {ucap kevin terlihat meyakinkan}


"hak kamu? " {ucap pak indra}


"bapak tidak perlu tau, biarkan saya mengurus urusan saya sendiri! permisi!" {ucap kevin sembari meninggalkan ruangan}


belum sempat meninggalkan ruang kelas, kevin telah dihentikan oleh pak indra


"hai tunggu! ada yang mau saya bicarakan ikut keruangan saya sekarang! " {ucap pak indra}


"ya!! kena sasaran! " {gumam dinda dan kevin dalam hati}


"buat apa? " {balas kevin seakan tak peduli}

__ADS_1


"nanti kamu tau, saya hanya ingin bicara empat mata sama kamu" {ucap pak indra sembari pergi menuju ruangan}


kevin melihat ke arah dinda sambil memperlihat kan jempol tangannya dari bawah seakan mengisyaratkan semua berjalan lancar


kemudian ditanggapi dinda dengan mengangguk sekilas


kevin berjalan mengikuti langkah pak indra menuju ruangan kepala sekolah


/ruang kepala sekolah


"jadi..? apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan dinda? " {ungkit pak indra}


"kau tidak perlu tau! " {balas kevin ketus}


"anggap aku ada di pihak mu dan ceritakan apa yang terjadi" {ucap pak indra}


"sebenarnya aku selalu membantu dinda mengatasi masalahnya dan berperang nyawa melawan mu, bahkan beresiko bagi keluargaku, tapi ketika aku meminta sesuatu dari nya dia tolak mentah-mentah, maka aku memaksanya menuruti ku" {balas kevin}


"apa yang kau pinta dari nya?" {ucap pak indra}


"menikah denganku"{jawab kevin}


"berarti dia menolak menikah denganmu?" {ucap pak indra}


"ya! sepertinya pengorbananku hanya sia-sia" {balas kevin}


"apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" {ucap pak indra}


"melawan nya dan Rendy serta menggagalkan seluruh usaha mereka, untuk membalaskan dendamku karna sakit hati telah di tolak!" {jawab kevin}


"dengan senang hati aku akan membantumu" {ucap pak indra}


"yess! masuk jebakan perangkap maut lo! mampus!" {ucap kevin dalam hati}


.


.


.

__ADS_1


.


thanks


__ADS_2