Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
kediaman pak indra


__ADS_3

"jadi lo jangan terlalu berharap banyak, takutnya ntar lo kecewa dan sakit hati" {lanjut kevin}


"iya gpp, gw ngerti kok jadi jangan khawatir" {ucap dinda}


"malam ini gw dan dinda bakal pergi kesana! dan tugas lo kevin sebagai siswa patah hati yang ingin curhat kepada seorang kepala sekolah" {ucap Rendy}


"yah… sebenarnya gw emg patah hati sih" {balas kevin}


setelah mendengar perkataan kevin, sontak dinda menatap tajam ke arah kevin


"gk deh, gw gk patah hati" {ucap kevin sembari tersenyum menoleh ke arah lain}


"kevin, lu harus ngulur waktu selama mungkin agar pak indra tidak turun tangan langsung menjaga ruangan itu" {ujar Rendy}


"siap!! " {ucap kevin sembari mengangkat tangan bak sedang hormat bendera}


"biasa aja kalik bilang siapnya, udh kek pasukan tentara aja lu" {jawab dinda ketus}


"idihh!! sirik lo? " {sahut kevin menirukan gaya bicara dinda yang ketus}


"bodo amat, siapa yang peduli HIH!! " {balas dinda}


"udh-udh sekarang bukan waktunya drama, simpan akting kalian nanti didepan pak indra" {ujar Rendy}


"iyain" {ucap dinda}


"yaudh sekarang kita kembali kerumah kevin dan istirahat, ntar malem kira jalankan misi ini" {ucap rendy}


dinda dan kevin lantas mengangguk


setelah kejadian teror tempo hari, kini kevin, dinda, dan Rendy tinggal bersama orang tua kevin di rumahnya, mereka sepakat akan tinggal selama sebulan hingga suasana membaik


tentu saja ini sangat menguntungkan bagi mereka karena dengan begini gerakan mereka jadi lebih leluasa lagi, dan kapan saja bisa saling menginformasikan rencana masing-masing


beruntungnya malam ini orang tua nya kevin tidak pulang karna perjalanan bisnis diluar kota membuat mereka tidak perlu khawatir saat memberikan sebuah alasan lagi


skipp


[pukul 22:00 wib]


mereka keluar dari kamar masing-masing dan berhenti didepan pintu rumah, dinda dan Rendy memakai pakaian switer dan topi hitam masing-masing agar bisa menutupi wajah mereka nantinya


"kevin, lo hati-hati yaa! jangan sampai salah bicara didepan pak indra apalagi sampai terbawa emosi, karena lo sedang sendirian menghadapinya" {ucap dinda}


"ciee khawatir ya? " {balas kevin sembari tersenyum}


"boleh gk sih gw geplak kepala lo sekali aja" {ucap dinda sembari tersenyum jahat}


"boleh kok, apasih yang gk boleh? " {balas kevin}


dengan santuy dinda kemudian memukul kevin


plakk


"arghh! aduh sakit banget, gw kira lo bercanda, ekhh malah beneran mukul" {ucap kevin}


"makanya jadi orang jangan terlalu lebay lo!" {balas dinda}


"kalo gk khawatir jadi namanya apa?"{ucap kevin}


"paan sih, mimpi kalik lo! gw cuma memperingatkan supaya lo berhati-hati" {ucap dinda}


"udh-udh, sekarang ayo kita selesaikan misi ini" {sahut Rendy}


dinda dan Rendy bergegas menuju mobil sementara kevin kembali ke kamarnya dan mengambil handphone


.


.


.


"halo" {ucap kevin}


"ya? ada keperluan apa? "{jawab pak indra}


" pak! saya mau curhat kerumah bapak boleh gk? "{ucap kevin sembari merubah nada suara}


" mau curhat apa? "{balas pak indra}


" saya mau minta pendapat bapak mengenai balas dendam saya pak"{ucap kevin meyakinkan}

__ADS_1


"owh itu... baiklah silahkan datang kesini, alamatnya saya sharelook aja ya" {ucap pak indra}


"oke Pak saya otw kesana" {ucap kevin sembari menutup telfonnya}


.


.


.


sementara itu di sisi lain


dinda dan Rendy sampai di sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari sekolah


"kita parkir disini aja ya! takutnya kalau parkir di sekolah ntar kita ketahuan" {ucap Rendy}


"iya" {ucap dinda}


setelah memarkirkan mobilnya, dinda dan Rendy turun dari mobil dengan pakaian serba hitam nya melihat sekitar sembari pergi menuju sma H. I. S


/gerbang masuk sma H. I. S


dinda serta Rendy saling berhadapan dan mengangguk sekilas menandakan "ayo"


mereka memasuki perkarangan sma, dan terus berjalan


hingga....


terlihat dari jauh tangga ruang bawah tanah di jaga oleh beberapa bodyguard berbadan kekar


"bagaimana?" {bisik dinda}


"kita hadapi!" {jawab Rendy}


dinda lantas membuka tas ranselnya yang berisi banyak perlatan dan mengambil sebalok batu bata


"ayo"{bisik dinda}


dinda dan Rendy perlahan mendekati para bodyguard itu tanpa disadari oleh mereka, dan dengan sigap Rendy memukul mereka dengan tangan kosong sedangkan dinda memukul bodyguard lainnya dengan batu bata hingga pingsan


melihat mereka sedang tidak berdaya, dinda dan Rendy menyandarkan para bodyguardh itu satu sama lain dan mengikatnya dengan tali yang erat


"ya!"{jawab Rendy mengikuti langkah dinda memasuki ruang bawah tanah}


.


.


.


sementara itu disisi lain


/kediaman pak indra


ting tong (anggap saja suara bel rumah)


terlihat pak indra yang membukakan pintu


"selamat malam Pak" {sapa kevin}


"selamat malam juga kev" {balas pak indra}


"bapak sendirian ya dirumah? " {ucap kevin}


"tidak, saya disini bersama anak saya" {jawab pak indra}


"anak bapak? bapak punya anak berapa?"{ucap kevin sembari mencari tahu data tentang pak indra}


"dua"{jawab pak indra}


"owh, kalau begitu boleh saya masuk pak? dingin soalnya" {ucap kevin}


"tentu, ayo!" {jawab pak indra}


kevin memasuki kediaman pak indra sambil melihat keadaan sekitar


"disini saja silahkan duduk, tunggu sebentar saya ada rapat penting dengan pemerintah daerah mengenai sekolah di telfon jadi saya tinggal dulu ya" {ucap pak indra sembari meninggalkan kevin}


kevin kemudian duduk di sofa ruang tamu, terlihat ada seorang pria sebaya dengan nya yang lalu lalang sana kemari sembari asyik bermain ponsel nya


"hai"{ucap kevin}

__ADS_1


pria itu hanya menoleh sekilas kearah kevin kemudian melanjutkan kegiatannya


"lo anak pak indra ya?"{ucap kevin}


"ya"{singkat pria itu}


"kalau begitu berarti lo punya saudara dong, saudara lo mana?"{ucap kevin}


"aku tidak punya saudara seperti dia!!"{bentak pria itu}


"m-mm... maksud ku aku tidak punya saudara tapi saudari, aku punya adik perempuan"{lanjut pria itu sedikit gugup}


"ahaha... iya-iya gw ngerti.. "{ucap kevin}


pria itu mendekati kevin dan duduk tidak jauh dari kevin


"lalu, apa yang kau lakukan disini? ada urusan apa?"{balas pria itu}


"eitss... sebelum gw jawab, perkenalkan dulu nama lo siapa?"{ucap kevin sok asik}


"perkenalkan nama aku keyy"{ucap keyy sembari menawarkan telapak tangannya}


"gw kevin salam kenal"{balas kevin sembari meraih tangan keyy}


"ya"{ucap keyy}


"btw, lu ganteng juga ya! gw jadi insecure"{ucap kevin}


"ahaha, kamu juga ganteng kok"{balas keyy}


"bisa ae lu, tapi gw ditolak berkali-kali ama cewek yang gw suka"{ucap kevin sembari memberikan senyum palsunya}


"masa sih? wah... keterlaluan banget tuh cewek, bisa-bisanya nolak cowok ganteng kek lu"{balas keyy}


"karena dia edisi spesial"{ucap kevin sembari tersenyum bangga}


"iya deh iya"{balas keyy}


"asli sih! tadi gw kira lu itu orangnya cuek dan nyebelin, ekh ternyata lu orangnya asik juga ya"{ucap kevin}


"ek hehe, sory.. kalau kesan pertamanya buruk"{ucap keyy}


"iya gpp, btw adik perempuan lo mana? kenalin dong"{ucap kevin}


"dia... gk disini!"{balas keyy}


"terus dimana?"{ucap kevin}


"m-mm di-di luar kota, dia sekolah diluar kota sama tante kami"{balas keyy}


"owh, gw kira bisa kenalan, ternyata lagi gk disini toh"{ucap kevin}


"yoi"{jawab keyy}


"kei, lo bukan murid sma H. I. S..?"{ucap kevin}


"iya"{balas keyy}


"pantes aja gw gk pernah liat lo disekolah, kok bisa sih? ayah lo kan kepala sekolah, masa iya gk disekolahin ditempat yang sama?"{ucap kevin}


"gw…"{balas kei terpotong}


Tiba-tiba pak indra datang dan keyy menghentikan perkataannya


"kei sepertinya waspada dengan pak indra, ada apa ya? pasti ada sesuatu"{ucap kevin dalam hati}


"sudah ngobrol? bagaimana? apakah kalian sekarang berteman? " {ucap pak indra}


"gk! kami bukan temen kok"{ucap keyy lalu pergi begitu saja meninggalkan kevin dan pak indra}


"LAH?"{ucap kevin}


.


.


.


.


thanks

__ADS_1


__ADS_2