Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
saat menghilang 3


__ADS_3

Dinda masih terdiam dan terpaku kemudian berfikir, bagaimana jika hal yang sama terjadi pada Alda? Apakah aku akan bisa menerima nya?


5 menit kemudian.....


Bu Ririn kembali tenang, namun ia melihat dinda seperti memikirkan sesuatu mencoba menebak nya


"Kamu tidak perlu khawatir nak, Alda baik-baik saja aku menjamin keselamatan nya"


Ucapan bu Ririn sontak membuat dinda kembali menatap ke arah nya


"B-benar kah?" dinda mulai gelagapan mungkin efek dari pikiran nya tadi


"Ya, tidak akan ku biarkan dia juga menjadi korban seperti Rika"


"Dimana dia sekarang?" dinda yang tidak sabaran pun mulai bertanya secara langsung


"Alda berada di salah satu ruangan yang ada disini"


"Kalau begitu aku akan pergi menemuinya"


"Namun... Beberapa hari yang lalu Alda dipindahkan lagi, dan aku tidak tau di mana dari salah satu ruangan di tempat ini Alda berada"


"Owh... Tidak!!" dinda kembali terdiam setelah itu, kesempatan yang ditunggu-tunggu tapi hilang dalam sekejap


"Ekhh... Jangan sedih aku jamin Alda masih ada di sini kok, karena koki kami selalu memasak dan membawa makanannya ke tempat ini"


"Syukurlah..!" dengan refleks dinda bernafas lega


"Nak" panggil bu Ririn


"Ya bu?" sahut dinda


"Aku ada sebuah permintaan kepadamu, hanya kamu satu-satu nya orang yang bisa melakukan nya" bu Ririn mulai serius dan mengelus lembut pergelangan dinda yang masih terikat


"Apa itu?"


"Tapi sebelum nya aku ingin bertanya terlebih dahulu pada mu, apakah kamu percaya kepadaku?"


untuk berjaga-jaga dan ber antisipasi agar jika terjadi sesuatu, seperti ada orang yang menghasut dinda bahwa bu Ririn tidak benar sepenuhnya dan mengacaukan segala rencana mereka nantinya


"Mungkin aku hanya mempercayai mu delapan puluh persen, ibu tau? Aku masih mengingat bahwa ibu juga terlibat waktu itu"


"Tidak apa, itu sudah lebih dari cukup"


"Lalu apa yang ibu ingin aku lakukan?"


"Tolong, cari keberadaan Rika putriku"

__ADS_1


Seketika dinda terpelongo mendengar permintaan dari bu Ririn


"Hanya kamu yang bisa.... Karena jika aku yang mencari mungkin akan langsung ketahuan, sebagai gantinya aku akan membantu mu bergerak leluasa di tempat ini"


"Tapi.. Masalah nya, Rika yang kucari itu... Apakah dia adalah roh atau pun sesosok hantu?" dinda sedikit menggerutu apa aku harus berhadapan lagi dengan sosok-sosok seperti itu!


"Kurasa sebaik nya kita tanya langsung ke sosok itu dimana jasad nya berada, agar putriku bisa tenang dan pergi ketempat yang seharus nya"


"Yes iam understand...!!aku akan berusaha namun ibu juga harus menepati kata-kata ibu untuk membantu ku bergerak lebih leluasa"


"Baiklah, dinda tapi kamu belum boleh pergi hari ini juga"


"Maksud ibu?"


"Kamu hanya boleh memperhatikan saja ruangan di tempat ini, namun.... Jangan langsung membuat kegaduhan, karena kamu butuh energi untuk pulih! makanan tidak akan ditemukan jika kamu kabur dan bersembunyi"


"Jadi?" dinda sedikit mengangkat salah satu alis nya dan mengerutkan bibir nya


"Persiapkan dirimu dalam 3 hari ini makan lah yang banyak dan beristirahat lah yang cukup, jika kamu sudah yakin bisa bertahan hidup tidak makan dan minum dalam beberapa hari untuk mencari alda dan Rika maka kamu boleh pergi"


Bu Ririn memberikan sebuah syarat kepada dinda tujuan nya agar dinda benar-benar mempersiapkan dirinya dengan baik


"Baik bu!" dinda kemudian menyanggupi syarat dari bu Ririn


"Kalau begitu aku harus pergi, dan aku akan datang dalam waktu 3 hari lagi"


Dinda hanya mendengar suara langkah kaki bu Ririn yang lama kelamaan semakin sayup-sayup lalu menghilang


"Syukurlah kamu baik-baik saja al, aku akan membawa mu pulang" gumam dinda


Dinda bergerak liuk-liuk sana kemari sebab dirinya masih terikat oleh tali


"Ehh? Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang aneh? Kenapa aku tidak bisa bergerak leluasa ya?"


Dinda melihat kaki dan tangan dibelakang nya masih terikat oleh tali dan baru menyadari kalau bu Ririn belum melepaskan ikatan itu


"Owh... Tidak!!!!" teriak dinda


"Gimana cara lepasin nya coba?" dinda mengeluh sendiri, kenapa aku tadi tidak meminta kepada bu Ririn untuk melepaskan ini ya?? Akhhh....


Dinda frustasi sendiri dan makin bergerak sana kemari tanpa memperdulikan rasa sakit dari terkekang oleh tali itu


Guling...! Guling.....! Guling.....!!!


Dinda berguling kanan ke kiri sambil berkata


Guling...! Guling.....! Guling.....!!!

__ADS_1


Sangking senangnya mendengar kabar tentang alda, dinda pun tidak bisa menahan tubuh nya yang tidak pandai berbohong tentang perasaan nya saat ini


memang anak yang cerdas sih tapi... sifat nya tidak begitu menggambarkan anak yang terlalu serius dalam menghadapi berbagai hal


Ketika mulai terasa lelah dinda berhenti berguling dan nafas nya pun mulai terengah-engah


"Huh..."


"Apa aku tunggu bu Ririn aja sampai hari ketiga ya? Hmm... Sepertinya itu pilihan yang bagus, berpura-pura tidak berdaya huhuhu... " sedikit ada pikiran licik di kepala dinda saat ini


Kemudian dinda duduk dan berusaha menggerak kan tubuh nya sedikit demi sedikit menuju tikar yang sudah disediakan


"Sayang juga, kalau disediakan tapi gk dipakai hihi"


Setelah sampai dinda sedikit bersantai dan tiduran hampir seharian penuh, hingga lupa bahwa ada teman-teman nya yang cemas di luar sana


Hari kedua....


"Akhh.... " dinda begitu bosan karena tidak melakukan apapun dan sedikit lapar, sudah 2 hari dia tidak makan


"Siang kemarin, malam tadi, dan pagi ini aku belum makan dan minum apapun... "


Dinda sedikit kesal


Belum lama dinda menggerutu ingin makan, tiba-tiba...


Crack...!


Seorang koki di dampingi seorang guru yaitu bu irna muncul dan membuka pintu


"Buset, udah kayak jelangkung pas datang gk pakai permisi terus kerjanya ngagetin orang aja" dinda sedikit mengoceh dan mengerutkan dahinya


"Kurang ajar!! Siapa yang kamu bilang jelangkung hah!! " bu irna yang mendengar itu sontak merasa sebal dan tersinggung


"Ya emang sih bu, aku kurang diajarin tentang ham oleh guru-guru yang ada disini, hingga hak hidup orang aja direnggut, is is is"


Ham singkatan dari (hak asasi manusia) sindiran dinda mengenai hak-hak dari siswa siswi yang banyak menjadi korban hanya untuk kesuksesan sekolah belaka


"sialan...! berani kamu? mau mati sekarang!" bu irna menaikkan nada bicara nya


"gk kok bu, aku itu cuma mau belajar aja di kelas seperti biasa supaya ibu bisa mengajari aku dengan baik tentang sopan santun"


bu irna hanya terpelongo mendengar ucapan dari dinda ibarat kata-kata tadi seperti menjadi bumerang bagi dirinya sendiri


"apa?" ucap bu irna


"yaudah, ayo bawa aku ke kelas bu.. ajari aku dengan baik ya.... "

__ADS_1


__ADS_2