
"butuh bantuan? " {ucap kevin}
"pastinya" {balas dinda}
skipp.....
/gerbang sekolah
"kevin, kita pisah disini aja ya"{ucap dinda}
"din, gw udah hubungi orang profesional buat bantuin lo didalam" {sahut kevin}
"thanks ya kev" {ucap dinda sembari membuka pintu mobil}
kevin menahan lengan dinda yang ingin beranjak keluar mobil
"Hati-hati ya din, gw punya firasat buruk" {ucap kevin}
"hmm? kevin yang katanya pemberani ini jadi penakut ya!?" {ledek dinda}
"gw serius! hati-hati ya dan jangan gegabah gw gk mau lo kenapa-kenapa" {balas kevin}
"iya gw bakalan hati-hati kok dan jaga diri" {balas dinda}
dinda melepaskan cengkraman kevin dari lengan nya
"nah.... sampai nanti ya" {ucap dinda}
dinda keluar dari mobil dan pergi meninggalkan kevin
"gw harap lo baik-baik aja din, maaf gw gk bisa dampingi lo didalam, kalau gw masuk sekarang pasti pak indra bakal manfaatin gw buat jahatin lo" {gumam kevin sembari melihat punggung dinda yang mulai menjauh}
sementara itu disisi lain diwaktu yang bersamaan......
/ruang kepsek
"bagaimana pak? " {ucap salah satu guru}
"sepertinya saya berhasil menjebak dinda dan kevin, walaupun jebakan ini gk ada artinya buat saya" {ucap pak indra}
__ADS_1
"maksud bapak? " {ucap pak deri}
"awal nya saya harus menelfon bodyguard yang menjaga tempat penyekapan kiyya didepan anak saya sendiri, lalu keyy akan menyuruh dinda waspada, setelah itu kevin akan melakukan sesuatu seperti...." {ucap pak indra}
"seperti apa pak? " {ucap pak kuro}
"kau tau? sebenarnya aku ingin membuat sebuah drama juga seperti mereka" {ucap pak indra}
"saya semakin tidak mengerti pak" {ucap pak Erwin}
"mereka selama ini melakukan sebuah drama didepan ku agar mendapatkan sebuah keuntungan dari ku" {ucap pak indra}
"tapi akting mereka lumayan" {jawab bu rina}
"awalnya saya juga percaya tapi setelah saya mendengar pembicaraan mereka lewat penyadap suara yang kutempelkan di pakaian kevin secara diam-diam, aku mengetahui tujuan mereka dan fakta bahwa anakku ada dirumah kevin saat ini" {ucap pak indra}
"tapi pak..... drama apa yang bapak buat saat ini? " {ucap bu rina}
"aku ingin kevin melihat sendiri bahwa teman dekat nya itu akan menghilang dari hadapannya, agar dia tidak berani ikut campur dengan urusanku, tapi.....karena kevin tidak mungkin muncul saat ini. " {ucap pak indra}
"maka aku membuat nya semakin waspada agar dia mengirim orang kepercayaan nya untuk menjaga dinda, lalu orang kepercayaan nya itu akan memberi informasi secara langsung detik-detik hilang nya dinda dari hadapannya" {lanjut pak indra}
"apa kau emang seorang guru pak? " {ucap pak kuro}
"apa maksudmu!!! " {bentak pak indra}
"m-maaf pak saya cuma bercanda" {balas pak kuro}
skipp......
/laboratorium
dinda mengambil gelas kimia dan beberapa cairan yang ada didalam lemari dan meletakkan nya diatas meja praktek
"gw harus mencampur beberapa cairan ini agar terjadi ledakan kecil" {gumam dinda}
"mereka gk boleh ngenalin wajahku" {lanjut nya}
setelah beberapa menit dinda mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukannya.....
__ADS_1
dinda kemudian menyusun alat-alat praktek kimia sesuai dengan aturan untuk menciptakan ledakan kecil
"oke tinggal satu langkah lagi maka ledakan kecil akan terjadi" {ucap dinda}
dinda mendekatkan wajahnya tepat didepan alat-alat eksperimen
10 detik kemudian....
"duarr...!! "
"aduh" {ucap dinda}
"akhh... perih banget" {lanjutnya}
dinda kemudian mengambil sebuah cermin yang sudah ia persiapkan dan melihat wajahnya
"dengan begini tidak mungkin bodyguard itu mengenali wajah ku jika hanya sekali lihat saja" {ucap dinda sembari memegang wajah nya secara perlahan}
"tapi.... emg iya sih bisa aja ini semua hanya jebakan, masuk akal juga! ehh... walaupun berkemungkinan seperti itu gw gk boleh putus asa menunggu mereka maju terlebih dahulu" {gumam dinda}
"jika aku masuk ke jebakan mereka berarti besar kemungkinan aku akan lebih dekat dengan keberadaan alda" {lanjutnya}
"maju atau mundur keduanya sama-sama beresiko... "{gumam dinda}
trringg......!
" halo? "{ucap dinda}
" din lu gpp kan? "{sahut kevin}
" iya gw gpp kok "{balas dinda}
" dokter profesional yang sudah gw hubungi sekarang sedang berada didepan labor"{ucap kevin}
"oh ya? bentar lagi gw bukain pintu" {sahut dinda}
"din, kebetulan hari ini kita tidak belajar, kemungkinan guru-guru tidak akan masuk ke kelas" {ucap kevin}
"sepertinya pak indra benar-benar berniat memfokuskan perhatian nya pada pergerakan kita ya" {balas dinda}
__ADS_1
"tidak masalah, jika gagal kita akan memulai drama ini lagi, sampai jumpa di panggung yang kita buat" {ucap kevin sembari menutup telfon}
dinda kemudian membuka pintu laboratorium dan menyambut seorang dokter....