
kevin mengambil amplop tersebut dan memeriksa ternyata ada sebuah surat yang berisi "jangan ikut campur urusanku, jika ingin selamat maka pura-pura lah tidak mengetahui apapun, dan berhentilah mencari tahu lebih dalam"
"apa maksudnya semua ini!"{ucap papa nya kevin kesal}
"ancaman pah"{balas kevin}
"mencari tahu apa? dan.. mengapa?"{sahut papahnya kevin}
"maaf om, tapi.... sepertinya ini ulah dari orang yang mau celakain saya tadi"{alibi rendy}
"i-iya pah sepertinya begitu"{sahut kevin}
"bagus ren, jangan bilang apapun tentang pak indra ke papah dan mama"{ucap kevin dalam hati}
"lalu, sebenarnya apa yang kamu ketahui hingga mereka meneror kita seperti ini?"{ucap papah nya kevin}
"k-korupsi omm"{balas rendy}
"korupsi?"{sahut papahnya kevin}
"ya, jadi diperusahaan ku itu ada investor
yang ternyata berkhianat om, nah karna gk terima dan takut nama perusahaan nya tercoreng, maka nya dia neror kita kek gini"{balas rendy}
"Lah, kok bisa? padahal kan cuma korupsi, kok sampai nyerang bik inah dan salah satu bodyguardh kita kek gini"{jawab papahnya kevin sedikit tidak yakin}
__ADS_1
"pah, kan kalau membangun sebuah perusahaan itu gk mudah, jadi... mungkin aja orang nya takut usaha yang selama ini dibangun sirna"{balas kevin meyakinkan}
"ayo pah percaya dong, aku udh keringet dingin nih"{ucap kevin dalam hati}
"owh, yaudh kalau begitu kita laporkan ini semua kepada polisi sekarang"{ucap papanya kevin}
"eitss, pah nanti pas melapornya jangan kasih tau tentang ini ya!"{ucap kevin}
"Loh kenapa? ini kan demi keamanan kita semua"{balas papah nya kevin}
"takutnya nanti malah salah sasaran lagi, kan belum tentu yang celakain kita tadi pelakunya"{ucap kevin}
"owh, bener juga ya, nanti malah jadi salah paham, yaudh papa gk jadi bilang masalah ini kepolisi"{ucap papanya kevin}
tiba-tiba
ting-tong
"permisi"{ucap salah satu pria yang tak lain adalah seorang polisi}
"ya!"{jawab papahnya kevin sembari pergi menuju pintu yang agak jauh}
setelah melihat ayahnya kevin menjauh, kini rendy dan kevin kembali berbincang
"untung aja lu pinter buat seribu alasan ren"{ucap kevin sedikit ngeledek}
__ADS_1
"hehe, lu memuji atau ngeledek kev?"{balas rendy}
"dua-dua nya ahaha"{ucap kevin sembari tertawa terbahak-bahak}
"truss? ini gimana?"{sahut rendy}
"kalau soal mereka sepertinya hanya dibuat pingsan dan babak belur saja"{ucap kevin}
"dan... soal itu apa kita harus ceritain ke dinda?"{jawab rendy}
"gw gk tega liat dinda merasa bersalah terus, tapi.. kita gk boleh nutupin apapun dari dia, pasti dia bakalan sakit hati nantinya"{balas kevin}
"busett, gw mencium aroma-aroma bucin disini, kasian cintanya bertepuk sebelah tangan, haahah"{sindir rendy sembari tertawa terbahak-bahak}
"apaan sih lu! cinta gw gk bertepuk sebelah tangan! gw masih belum ngungkapin dengan benar perasaan gw ke dinda"{balas kevin sedikit kesal}
"yaudh ungkapin aja langsung, dari pada didahuluin orang, emg mau dinda diambil sama orang lain?"{ucap rendy}
"takut ditolak ya?"{lanjut rendy sembari tertawa}
"yoi bro, pasti ada masanya gw berani ngungkapin ke dinda, gw bakal buat dinda jadi suka ama gw"{jawab kevin}
"dinda? suka ama lu? gk mungkin! dinda itu gk suka cowok genit kek lu"{ucap rendy}
.
__ADS_1
.
thanks