
"Halusinasi? Kata itu pernah tertuju kepada gw, disaat gw ungkap kalau lo sebenarnya selama ini gk pernah hilang dan selalu berada di dekat gw!"
Alda terdiam sejenak, memikirkan mungkinkah hal yang dialami nya juga nyata!
"Apa yang terjadi!" dinda melihat Alda yang terus berfikir tanpa mengatakan sepatah kata lagi
"Nanti gw cerita... Tapi lo beneran niat gk sih nolongin gw?"
bukan hal yang tidak wajar alda mengatakan itu jelas saat ini mereka sedang diambang bahaya apalagi jika salah seorang saja yang merupakan suruhan pak indra datang, bisa habis semua!!
"Ehh... Sory, gw kirain lo masih mau berlama-lama disini buat pamit sama tempat yang udah biarin lo tinggal selama ini"
dinda sedikit mencairkan suasana, tidak ingin mereka termakan oleh kepanikan yang dapat menimbulkan keributan
"Gilak lo? Masa iya gw pamit ama tempat yang gk hidup?"
Sontak reaksi alda menunjukan kekesalan yang saat ini ia rasakan namun tentu saja ini hanya lah senda gurauan mereka saja
Dinda memperhatikan dengan intens dari lengan kanan dan juga kaki kiri alda masih terikat oleh rantai panjang yang ujungnya langsung menempel ditembok
"Pantes aja, pintu nya gk di gembok ternyata orang yang disekap langsung dirantai kek gini"
"Yang bener aja lo, nangkap gw itu gk mudah karena gw itu tangkas, ahahah"
Mendengar tanggapan alda yang lagi-lagi masih bisa berbicara dengan santai membuat dinda sedikit tenang
mungkin saja jika orang lain yang berada di posisi alda saat ini mereka akan menangis tersedu-sedu sampai ada yang menemukan mereka tanpa tertawa sedikit pun
"Gk usah maksain diri lo dulu buat tertawa, lo pasti masih lemes kan? Udah berbulan-bulan gk pernah keluar dan bergerak bebas"
"Hmm? Iya juga sih, kalau dipikir-pikir gw jadi kangen sama orang tua gw"
Dinda memegang dan meraba rantai yang ada di lengan alda hingga ke dinding berusaha melihat celah agar bisa terbuka
"Bagaimana?"
"Sepertinya ini lebih seperti borgol penjara!?" Dinda menerka-nerka dengan sedikit asumsi itu
"Waw... "
"Kok waw sih? Lo terpesona hah?"
"Mungkin lo bener sih, tapi gimana cara lepasin nya?"
"Gw..." dinda memegang kepalanya mencoba mengingat apa saja yang dapat ia jadikan alat
"Apa?"
"Gw tau, tapi lo mau sabar tungguin gw disini kan?"
"Lo mau kemana lagi?"
"Bentar doang"
Tanpa persetujuan lagi oleh alda, dinda beranjak dari tempat ia duduk saat ini dengan sigap keluar dari ruangan tempat alda di sekap
Crack!! Pintu terbuka
Dinda memasuki ruangan yang tak jauh dari tempat alda saat ini, mungkin saja ruangan itu sama dengan ruangan lain yang dinda periksa tadi, didalam nya terdapat banyak barang lama
__ADS_1
(Hm? Bau banget!)
Dinda menggunakan pergelangan tangan kiri nya untuk menutup hidung dan tangan kanan mencari sesuatu yang berguna
lumayan banyak barang yang ada disana mulai dari baju kaos usang, botol minum, plastik-plastik, korek api usang, dsb
"Tidak ada yang bisa dipakai!"
Crack!! Pintu ruangan lain terbuka
Dinda masuk memeriksa barang yang mungkin berguna untuk mereka saat ini
"Gawat! Masih belum ketemu!"
Dinda hendak beranjak pergi dari sana namun langkah nya terhentikan oleh barang yang tak sengaja dinda pijak
DUH!!
"Wah... ini pasti berguna banget!"
*kembali ke ruangan lain*
"Al?"
Dinda memanggil alda memastikan apakah dia baik-baik saja beberapa saat setelah ia pergi
"Gimana? Dapet sesuatu?"
Alda memperhatikan kedatangan sahabat nya dan melihat dengan intens pergelangan tangan dinda barang apa yang ia bawa
"Itu?"
Dinda berjalan mendekat ke arah alda
"Gimana cara lo pakai ini? Inikan cuma klip kertas yang hampir karatan?"
Alda memandang sinis ke arah dinda seakan sangat tidak percaya apa yang akan dilakukan sahabat nya itu
"Huh..!! Bisa diem dulu gk? Lo percaya gk sih sama gw?"
"Hmm...!" Alda mengangguk-angguk kan kepalanya
"Hmm? Jawaban macam apa itu?" Dinda kembali membalas tatapan alda
"Itu... gw udh kenal lo lama banget...! Dan sampai sekarang gw gk tau apa sebenarnya yang tertanam di otak lo itu, ekhe-he"
"Hah!!? Maksud lo gw aneh? Oke! Kalau begitu orang yang aneh ini bakalan pergi ninggalin lo sendirian"
Dinda menaikkan nada suaranya dan beranjak pergi menjauhi alda
"Etss! Maksud gw bukan itu din" alda menarik baju lengan dinda sebelum wanita itu benar-benar meninggal kan nya
"Jadi?"
"Gw jadi ingat masa lalu kita, ingat gk? saat sd.. lo ngajak kita bertiga buat ngerjain eksperimen, namun guru ngelarang kita buat melakukan eksperimen tanpa bantuan pengawasan dari orang tua" ucap alda panjang lebar
"Dan gw maksa untuk tetap ngelakuin eksperimen beneran" sahut dinda
"Parah nya lagi kita malah ngelakuin eksperimen di rumah pohon tempat biasa kita bermain" jawab alda
__ADS_1
"Alhasil rumah pohon itu terbakar habis dan kita malah berurusan dengan polisi karena menghasilkan kobaran api yang besar serta kepanikan yang luar biasa dari warga sekitar" sambung dinda
"Lalu setelah nya kami dilarang bermain dengan lo lagi"
"Loh? Kok gw gk tau sih? Kalian gk pernah cerita ke gw!" Dinda kembali menaikkan nada bicara nya
"ekhehe! Kami melihat setelah kejadian itu... lo selalu nungguin kami dan bermain sendirian ditaman beberapa minggu, maka dari itu kami sepakat akan menerima lo apa ada nya dan membantu menjawab semua keingintahuan lo itu, dengan kata lain kami juga tertarik dengan keingintahuan lo!" Alda tersenyum ke arah dinda
"Kenapa orang tua kalian menyambut baik kehadiran gw saat di rumah kalian?" Dinda kembali menurunkan nada bicara nya
"Karena ada suatu kejadian din" alda menyingkat ucapan nya
"Kejadian apa? Maksud gw begitu banyak kejadian yang kita alami saat kecil kan?"
"Ahahah, suatu saat akan gw ceritain"
"Wftt!! Cepat ceritakan!! Gw penasaran!!"
Dinda kembali duduk dihadapan alda
"Pertama-tama kita harus keluar dari sini dulu, gw udah bosan banget tinggal ditempat ini" ucap alda
"Oke deh, lo pandai mengalihkan pembicaraan" balas dinda
"Yaudah cepetan!"
"Bisa sabar gk!"
Dinda menekan kuat klip kertas hingga lurus, lalu memasukkan klip kertas ke dalam lubang kunci yang ada pada borgol rantai di tangan alda
Selanjutnya dinda membengkokkan klip kertas hingga kurang lebih tujuh puluh derajat, sekarang ia membengkokkan klip kertas kearah lainnya, Dinda kembali memasukkan klip kertas kedalam lubang kunci dan membengkokkan ujungnya
"Nah... bentuk yang dihasilkan dari klip kertas ini adalah sudut seperti lingkaran kecil" ucap dinda memperlihatkan klip kertas yang sudah ia ubah
PROKK!! PROKK!! alda menepuk kedua tangannya
"Waww...! Gw gk kepikiran sampai disitu!" Ucap alda
"Emg tadi lo mikir nya gw mau apa?" Balas dinda
(Gk mungkin gw bilang tadi gw mikir nya dia mau potong tangan gw yang ke borgol ini, Hiks! Hiks!) Ucap alda didalam hati tentunya
"Akhh.... tadi gw mikir nya lo mau cari pecahan kaca atau gergaji yang udah berkarat" balas alda
(Pecahan kaca? Jangan-jangan pikiran aneh nya ke gw belum hilang juga ya? Huh...!) Gumam dinda
"Ide bagus! Kenapa tadi gw gk cari aja tuh benda sampai ketemu ya?" Balas dinda tersenyum miring
GLEKK!! Alda menelan ludah kasar
"B-buat apa?" Ucap alda
"Ya... buat nyingkirin sesuatu yang mengganggu, misalnya aja tangan lo yang sekarang lagi diborgol itu, dari pada capek-capek membuka borgol nya lebih baik langsung singkirin sama tangan-tangan nya, pasti seru!" Dinda tersenyum lebar
Mendengar itu alda bergelidik ngeri tapi rasanya juga ia ingin tertawa, tentu saja mereka saling mengenal satu sama lain
"Licik!! Dasar licik!!" Alda mengerucutkan bibir nya
"Cup! Cup! Jangan cemberut gw cuma bercanda hehe" dinda tertawa puas
__ADS_1