
...beberapa menit kemudian........
"ukhh..." alda membenarkan posisi duduk nya
"apa ada yang sakit al?" dinda memperhatikannya dengan intens
"gk! cuma lemes dikit aja, tapi sekarang udah ada sedikit tenaga kok"
"syukurlah" dinda pun tersenyum lega
...Tiba-tiba........
Tok! Tok! Tok!
mendengar sebuah ketukan pintu membuat dinda dan alda fokus pada sumber suara
"din..da!?" alda melirik ke arah dinda
"ssttt...!" dinda meletakkan jari telunjuknya tepat dibibir alda membuatnya berhenti melanjutkan ucapannya
menanggapi itu, alda pun mengangguk sekilas menandakan ia mengerti
Help! akan ku berikan kalian kebebasan asal bisa menyelesaikan perkara di masa lalu (suaranya begitu samar dibalik pintu)
"HEH! Siapa lo sebenarnya? Suruhan pak indra HAH? Gk usah sok misterius dengan menyamarkan suara lo itu!" Teriak dinda sembari mencoba membuka gagang pintu dan mendobraknya sekuat tenaga
alda menatap dinda sekilas lalu berteriak "woy, tujuan lo apa HAH? help? Lo mau minta tolong? gk jelas lo! Lepasin kita dari sini"
Akan ku serahkan segalanya jika kalian berhasil, maaf untuk sekarang aku tidak bisa membantu, waktuku hanya tinggal sedikit lagi aku harap kalian berhasil
"kita gk ada urusan dengan masalah lo itu! Jangan libatkan kami!"-dinda
sebenarnya dari awal kalian sudah terlibat terlalu dalam karena kalian adalah salah satu siswi disekolah ini yang mengetahui sedikit rahasia SMA H.I.S
"lalu apa yang harus kami lakukan?" -alda
waktuku sudah habis, jika kalian berhasil maka besok pintu ini akan terbuka
"jika kami gagal?"-dinda
Kalian akan terjebak disini seumur hidup hingga satu persatu dari kalian tewas karena kelaparan dan kehausan
"gilak lo? Gk mungkin kami bisa nyelesain masalah dalam waktu satu hari yang bahkan kami sendiri gk tau apa masalahnya!" teriak dinda
__ADS_1
See you! aku akan datang kembali dalam waktu 24 jam dari sekarang
"HEY! JANGAN PERGI LO YA!! HEH SINI LO" teriak dinda
"sepertinya dia sudah pergi din" ucap alda
Dinda duduk bersandar pada pintu dan melihat langit-langit (hah....apa yang akan terjadi sekarang? aku tidak bisa berfikir jernih...) ucapnya dalam hati sembari menghela nafas kasar
melihat dinda yang sedang kalut dalam pikiran-nya membuat alda juga ikut duduk disamping-nya
Alda melirik dinda lalu berkata "din! apa yang lo pikirin sekarang?"
Dinda menoleh sekilas "gw...kali ini sepertinya gak percaya diri"
"Ahahah! Ahahah!"
Mendengar itu dinda pun menoleh matanya menyipit "lo ngeledek gw ya?" -_-
"bukan.. Gw cuma... Lucu aja dengar kata-kata seperti itu dari mulut lo sendiri, rasanya ambigu banget"
dinda menaikkan salah satu alisnya "gw gak ngelawak njir, sekarang gw panik" lirihnya
"lo pernah bilang gini *film yang bergenre horor ama thriller itu tokoh utamanya selalu berani ambil resiko, kalau takut lo bakal dimangsa, tapi kalau lo berani melawan sekuat tenaga dan menggunakan segala cara maka lo yang bakalan jadi pemenangnya.
"emang gw pernah bilang gitu?" matanya berkeliling dan mulut nya membentuk senyuman
"gak tau" ledek alda menjulurkan sedikit lidahnya
"wkwk, gw udah ngerti njir... So... Gw gak bakal tarik kata-kata gw waktu itu.. " dinda tersenyum lebar tampak beberapa gigi nya yang rata
Alda lantas memukul pundaknya pelan "fine... Jangan berlarut-larut dalam kepanikan lagi oke? Yang ada kalau lo begitu terus malah gw yang ketakutan sendirian, lo lupa apa kalau sekarang gw ada disini? Dan lo gak sendirian"
Dinda memperhatikan sekilas dari bawah hingga atas tubuh alda membuat alda sedikit risih dengan sikap manusia disebelahnya itu
"lo liatin apa?" alda menyipitkan kedua matanya bibirnya sedikit mengerucut
"lo gak makan ya?" jawab nya pelan
"hmm... ya.. Gitu deh"
mendengar itu lantas dinda menggerakkan tanganya kebelakang dan melepaskan sesuatu yang ada dibelakangnya
Kemudian membuka isi tas dan menyodorkan beberapa makanan yang udah dibawa beberapa waktu lalu ke arah alda
__ADS_1
"sejak kapan lo bawa makanan ini?" ucap alda curiga mungkinkah magic? Pikirnya karena tidak memperhatikan dinda yang membuka tas sedari tadi
"hahah... Lo aja yang gak merhatiin kalau dari tadi gw nyandang tas sekolah" balas dinda sembari tertawa kegirangan
"kenapa tas lo kecil banget? Ketutup rambut lagi makanya gw gak lihat" sewot alda mengambil beberapa makanan yang ditawari oleh dinda lalu menyantap nya
"jadi.. Pas gw di ruang kepsek beberapa hari lalu gw emang udah pakai tas ini, tapi isi nya kosong hehe makanya gak ada yang nyadar" balas dinda
"lagian kenapa lo nyandang tas kosong kemana-mana sih?" tanya alda menaikkan salah satu alisnya, sekarang ia sungguh penasaran meski begitu tetap hikmat menyantap makanannya
"karena... Pas di mobil kevin gw nyari barang eh... Malah lupa masukin isinya lagi, hehe dan karena kosong jadi gak nyadar kalau masih ada tas di pundak gw" jelas nya panjang lebar
"kevin siapa? teman kelas kita itu ya?" balas alda santai
"iya... jadi sebenarnya d-...." belum sempat melanjutkan ucapan nya tiba-tiba saja dinda tesentak dengan suara yang di buat oleh teman disebelahnya itu
"uhukk..." baru menyadari sesuatu yang aneh dari pembicaraan membuatnya sedikit tersedak
"lo gpp? Njir gak ada minuman lagi, lupa gw..." dinda menepuk-nepuk punggung alda berharap tidak terjadi hal serius
alda menaikkan telapak tangannya didepan wajah dinda, membuatnya berhenti sebentar
"apa?" ucap dinda pelan sungguh penasaran
"kevin itu.. nama cowok kan?" tanya alda sorot matanya berbinar kearah dinda
"iya, emang ada ya nama cewek *kevin?* napa tiba-tiba lo jadi nanyain gender?" dinda memberekan makanan yang berserakan seakan tidak tertarik dengan materi pembicaraan mereka
"sejak kapan lo dekat sama cowok? Jangan-jangan semenjak gw hilang lo.. Kecelakaan terus kepala lo terbentur keras makanya jadi korsleting ya?" alda menarik pipi dinda hingga dinda berada tepat didepan wajahnya
"hmm... Korsleting? Gw bukan listrik..-_- " balas dinda dengan suara cubby
"jadi dia pacar lo?" alda semakin mencubit pipi dinda sekuat tenaga
"lepasin.. Hah...!" dinda menyentak tangan alda hingga terlepas dari pipinya yang sekarang terasa berdenyut dan kelihatan berwarna merah
alda menatap intens ke arah dinda, berusaha mengintrogasinya lebih ketat, dinda pun hanya melirik sekilas kearah alda lalu membuang nafas kasar mencoba bersabar
"huuhhh... Jadi gini ya al, dia itu bukan pacar gw! Gw masih waras, dan dia cuma sebatas teman yang mau bantuin misi kami selama ini" dinda memegang kedua pundak alda hingga dirinya mengangguk sekilas emnandakan mengerti
"kami? Lo udah punya teman berapa?" sinis alda, sebab selama ini alda merasa hanya dirinya lah satu-satunya teman dimata dinda..
"seingat gw sepertinya ada...empat lagi selain kevin" balas dinda dibarengi dengan angggukan kecilnya
__ADS_1
"what...!? Gw syok... Huh.." alda terduduk lemas penuh drama dihadapan dinda, benar-benar memperlihatkan isi hatinya