Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
saat menghilang 2


__ADS_3

"kau hanya bisa melakukan itu saat kau bisa keluar dari sini" jawabnya


dinda hanya diam tak bergeming, oh iya? gw kan sendirian dan mereka berempat bisa-bisa gw yg celaka lebih baik diam aja deh


mendengar tak ada jawaban....., dua dari mereka maju mendekat menahan pergerakan dinda dari sisi kanan dan kiri sedangkan yang lain sibuk mengikat lengan dan kaki dinda menggunakan tali


setelah benar-benar terikat mereka membiarkan dinda begitu saja


"apa yang kalian lakukan pada anak didik kalian ini?" tiba-tiba saja dinda memelas


Sontak guru-guru yang melihat itu merasa keheranan, di depan mata mereka beberapa detik lalu siswi itu berani menantang dan sekarang malah seperti memohon


"Heyy nak!? Apa ini?? Barusan kau menentang kami dan sekarang kenapa berubah seratus delapan puluh derajat?"


Bu irna pun buka suara


Tapp!!


Pak arga menepuk dahi nya sendiri


Dan berkata


"Bu, dia itu salah satu siswi terbaik di sekolah ini dengan kata lain dia genius"


"Oalah, pantesan aja jago akting" sahut bu irna


"Sampai jumpa nak! Mungkin kamu tidak akan lagi melihat dunia luar dan akan terjebak disini seumur hidup mu"


ucap bu Ririn, gaya bicaranya seakan menggertak, jangan berani kabur, mungkin itu yang ia maksud


"Maaf kan aku... Tolong lepaskan aku dari sini, aku tidak ingin terjebak selama nya ditempat ini... " tiba-tiba saja dinda memohon dengan histeris


"Hahahha.... " mereka semua tertawa terbahak-bahak


"Jika saja kau mau menurut dari awal dan tidak ikut campur mungkin kami akan berusaha menyelamatkan mu" ucap bu irna dengan tatapan sinis nya


"Tapi.. Baiklah ayo ikut bersama kami dan bergabunglah" lanjut bu Ririn


"Jika ada anak genius yang bergabung, bahkan mungkin polisi ataupun militer negara pun tidak akan mampu mengalahkan kita" lanjut pak Bima


Bu irna melepaskan ikatan yang ada ditubuh dinda


Saat semua ikatan terlepas bu rina berdiri sejajar dengan guru lainnya yang ada di sana


"Ayo.. " ucap bu Ririn mengulurkan tangan nya

__ADS_1


Melihat itu dinda pun perlahan mengangkat tangan nya, belum sempat menggapai tangan bu Ririn sepenuh nya


Tiba-tiba....


Pllakkk...!!


Bukan menyambut nya namun dinda justru menepis tangan itu


"Apa!!?"


Lantas semua yang ada disana terkejut bukan main


"Kenapa? Kalian pikir aku akan menyerah begitu saja dan membuang air mata ku yang berharga hanya untuk hal-hal yang kotor??"


dinda lantas tersenyum miring, sedangkan yang lain mengerutkan dahinya tanda stress berhadapan dengan anak yang satu ini


"Kau lupa? Beberapa detik yang lalu kau memohon untuk dilepaskan? Kau bosan hidup nak??" ucap pak arga


"Ya... Aku lupa bagaimana caraku menipu kalian dengan sangat mudah"


"Oh ya... Kalian tau gk? Ditipu saja kalian sudah marah dan ingin membalas dengan lebih keji, bagaimana jika salah satu keluarga atau orang tersayang kalian meninggal karena dijahati oleh seseorang? Wah.... Mungkin kalian akan lebih kejam?"


"Kau ini...!! " ucap bu irna yang sudah mau meledak ekhh marah maksudnya


"Itulah yang kurasakan bu, teman ku kalian ambil hak nya untuk hidup, dan aku sungguh benci dengan kalian semua" begitu ironis sekali menurut dinda


"Yah..... Padahal kukira akan sangat bagus jika kau bergabung, tapi tetap saja tidak mengubah apapun kalau kau memang saksi mata yang merepotkan" ucap pak Bima


"Tidak ada gunanya jika kita ingin bernegosiasi dengan anak ini, bahkan dia tidak menyayangi nyawanya sendiri" ucap bu irna


"Lebih baik kita pergi sebelum pak indra marah-marah lagi kepada kita" ucap pak arga pula


Disisi lain meskipun semua guru menentang nya, namun dinda hanya memperhatikan satu orang yang hanya diam yaitu bu ririn


(Setelah mendengar sindiran dari dinda tentang keluarga, bu Ririn sontak terdiam dan termenung)


pak arga, pak bima, dan bu irna bergegas meninggalkan ruangan itu, namun sebelum benar-benar pergi salah satu dari mereka berbicara


"bu Ririn, kamu cepetan kunci pintu nya setelah pergi, kami ada urusan" ucap bu irna


setelah selesai mengatakan apa yang dia ingin kan, mereka pun pergi terkecuali bu Ririn yang masih terdiam di tempat hanya menoleh sedikit


suara yang tadinya gaduh sekarang berubah menjadi keheningan


"saya yakin masa lalu ibu dan keluarga ibu juga tragis" dinda menatap miris bu Ririn yang hanya terdiam

__ADS_1


bu Ririn yang mendengar itu lantas menarik nafas perlahan


"huhhh....." sedikit membuang nafas kasar


"dulu, aku punya seorang anak perempuan seperti mu, dia sangat cantik dan baik namun kekurangannya hanya satu yaitu tidak secerdas dirimu dalam nilai akademik nya"


dinda hanya memperhatikan dan menduga-duga apa yang setelah itu terjadi selanjutnya "dia juga seorang siswi SMA h.i.s?"


"tepat sekali, namun... keadaan nya dulu tidak seperti ini" ucap bu Ririn


"7 tahun yang lalu Rika masuk kesekolah ini, aku ingat sekali pada saat itu, setiap hari nya setelah pulang sekolah pasti Rika selalu bercerita kepadaku tentang kehidupan disekolah nya"


"apa yang terjadi?"


"awal nya semua baik-baik saja, Rika selalu berkata 'mah, padahal pak indra adalah kepala sekolah tapi... meskipun begitu dia masih mau mengajar kami dengan sabar dan baik jika ada guru yang tidak hadir' putriku sangat mengagumi Pak indra yang baik dan tulus pada saat itu"


"itu berarti sekarang pak indra telah berubah..!?"


"satu tahun berlalu semua mulai berubah semenjak ada tamu misterius yang datang menemuinya"


dinda masih mengamati cerita bu Ririn


"setiap pulang tidak ada cerita tentang sekolah dari putriku lagi, hanya ada bekas luka ataupun memar-memar ditubuh nya, setelah satu minggu luka-luka itu bertambah"


"..... "


"aku mulai khawatir dan pergi kesekolah namun mirisnya tidak ada putriku disana, pihak sekolah memberikan CCTV palsu kepada polisi tentang titik terakhir keberadaan putriku"


"tch....! " dinda mengerutkan bibir nya


"aku terus mencari dan selalu percaya bahwa putriku masih hidup"


"dia pasti masih hidup percayalah!!"


"tidak, sebenarnya dia sudah meninggal"


"apa?"


"malam itu aku masih mencari dan tidak sengaja melihat putriku di gerbang sekolah ini tersenyum kecil kearah ku"


"lalu? bukankah berarti dia masih hidup kan!"


"Rika tidak menghampiri ku justru masuk ke pekarangan sekolah aku tidak peduli tentang itu, aku terus mengikuti nya masuk kedalam hingga aku melihat.. " air mata bu Ririn tidak sengaja berjatuhan silih berganti


"ada apa bu?"

__ADS_1


"kaki nya tidak menapak ke tanah" seketika bu Ririn semakin histeris menangis, sedangkan dinda hanya terpaku syok mendengar nya


__ADS_2