Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
teka-teki


__ADS_3

Cklekk!


gembok yang tadinya masih menempel pada kotak berukuran sedang itu terbuka dan terpental jauh akibat benturan dari lantai yang keras


"akhirnya kebuka juga, terkadang kita harus mengandalkan otot dibanding otak" Alda menyengir dihadapan dinda seakan berkata, *kali ini gw yang akan berguna hehe, dibanding otak lo itu*


"ck ck ck, ada masalah apa sih lo sama otak gw? Perasaan salah mulu deh dimata lo" dinda menepuk jidatnya sendiri sembari menggelengkan kepala beberapa kali


"lo gak bakal tau gimana posisi gw yang sebenarnya, punya temen yang otaknya encer kek lo bisa jadi ancaman dirumah gw" Alda menyeringai kini tangannya melipat silang didepan dada


"ancaman? jadi selama ini rumah lo itu berbahaya??" tanya dinda sekarang dirinya sungguh tidak mengerti


"yah.... kalau gw ngelakuin sebuah kesalahan dirumah pasti bunda gw bakal marah terus dengan kejamnya membandingkan gw dan lo yang otaknya encer" berbicara sambil menganggukkan kepala beberapa kali seakan membenarkan ucapannya sendiri


"oh... Jadi itu asal usul otak gw jadi musuh lo" mata dinda berkeliling tak habis pikir


"Din, sepertinya kita harus bergegas mengingat waktu kita gak banyak buat nyelesain teka teki masalah ini" Alda mengembalikan topik di awal pembicaraan membuat Dinda tersentak kini bukan saat nya mereka berleha-leha mengingat masa lalu, reunian nya ditunda dulu! Sekarang situasinya masih genting!


"ah!? Iya bener juga, ayo cepat kita periksa isi kotak itu" dinda kembali menata peti untuk membuka nya dengan cepat


TAKK!


Kotak peti terbuka memperlihatkan sebuah isi berupa tiga gelang hitam yang masing-masing memilki sebuah lonceng kecil ditengahnya, sedangkan dibawahnya tergeletak sebuah buku tua bersampulkan merah yang usang, dan diikuti selembar kertas yang kelihatan lusuh


"kertas!?" ucap keduanya tak kalah salah satu dari mereka hanya mengambil kertas yang berisi sebuab catatan aneh didalam nya


"din, coba lo bacain deh"


Dinda mengangguk sekilas lalu mulai membaca

__ADS_1


"Tiga gelang membawa tiga petualang"


"Sebuah buku menjadi penentu dan penyelamat"


"Simbol membantu gerbang agar kembali terbuka"


"Terbuka nya gerbang menjadi penentu awal kehidupan yang baru bagi petualang"


"cairan merah merupakan kuas asli dari penentu, apabila benar maka sosok itu akan hilang! dan jika salah maka sosok itu masih tetap akan disana menunggu jiwamu yang kosong!"


"jika sudah terjebak didalamnya maka kalian harus membereskan semuanya, delapan nama akan menunggu dengan setia"


...----------------...


"sekarang apa lagi!?" Alda menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"mungkin.... catatan ini ingin memberitahu kita sesuatu, tapi sebelum itu... Kita harus mengumpulkan kata-kata yang sulit dipahami maknanya, sepertinya harus mengartikan kata-kata yang tidak jelas seperti.." Dinda kembali menatap selembar kertas yang penuh catatan itu berulang kali mencoba mencari celah untuk memahami makna nya


"tepat sekali, untuk lebih tepatnya lagi sepertinya harus mengartikan sesuai urutan" Jelas Dinda kembali fokus pada catatan yang dipegangnya sedari tadi


"hoamm!! udah dapet jawabannya?" dirinya kini sudah tidak tahan lagi menahan kantuk yang luar biasa Alda sungguh ingin beristirahat untuk memulihkan kepalanya yang pusing tak karuan


Dinda menatap sekilas lalu kembali fokus pada lembaran kertas catatan itu "yaudah, lo tidur aja lagi.. Masih ada waktu kok, biar gw aja yang nyelesaiin"


Mendengar jawaban Dinda membuat Alda langsung menumbangkan dirinya ke lantai tak beralas itu, lantas membuat posisi nya yang nyaman untuk beristirahat dan menutup mata hingga tubuh nya tak bergerak lagi, sudah tidur lelap!


...----------------...


...sementara itu disisi lain diwaktu yang bersamaan...

__ADS_1


"jadi.. siapa wanita yang buat lo jadi rela berhubungan lagi dengan gw!?" velix menyeringai menatap intens kearah kevin, membuat kevin membalas dengan tatapan tajam dan dingin


"lo gak perlu tau apa alasannya yang jelas wanita itu harus selamat apapun yang terjadi, gw bakal bayar dengan bayaran lima kali lipat dari bayaran lo yang biasanya" kevin masih menatap dingin kearah velix


"apa gw boleh membunuh wanita itu apabila posisi gw gak menguntungkan nantinya?"


Brakk!!


Kevin mendaratkan pukulan keras kearah meja membuat suara keras yang terdengar sesaat


"hoho... Jadi gak boleh nih!? kalau begitu berarti wanita itu... Sangat... Berharga bagimu ya?" Kevin tak mengubris ucapan velix


"melihat lo yang gak menjawab ucapan gw sama sekali... gw sudah tau jawabannya, jadi siapa nama dan bagaimana wajah nya?" velix memberikan telapak tangannya kearah kevin meminta sesuatu dari nya


"dia adalah DINDA VICTORIA, putri semata wayang dari keluarga VICTORIA, umurnya enam belas tahun, status..pelajar di SMA H.I.S" kevin menyodorkan sebuah foto ke atas meja mendekat kearah velix dan mengabaikan telapak tangan velix yang sedari tadi sudah terbuka lebar membuat velix menurunkan tangannya lagi dan mengambil foto yang tergeletak diatas meja


{Tcihh... Dicuekin lagi, ya.. Pasti lah dia kan kevin yang asli} batin velix sembari membalik foto untuk melihat gambar didalamnya


"waww, beautiful... lumayan juga selera lo, kalau gw nanti buat dia jatuh cinta sama gw dan bawa dia jauh dari lo... seru kali ya? secara kan... Gw yang bakal jadi superhero nya" velix menyeringai dan lagi-lagi dibalas dengan tatapan dingin seorang kevin


"mau ngerasain di hajar habis-habisan sama kumpulan mafia seindonesia? Kalau berani lo macam-macam...habis lo!" Kevin menekan kata-kata nya membuat velix bergelidik ngeri jika memikirkan akan dikroyok oleh kumpulan orang profesional sekaligus


"Glekk!" velix menelan ludah kasarr


"Oke gw udah ngerti, gimana kalau sekarang kita pesan makanan aja..? Kan udah lama kita gak ketemu!?" velix menjamu kevin dengan senyuman hangat yang ia berikan namun lagi-lagi di balas dengan tatapan dingin


"gw gak nafsu makan, lo aja yang makan nanti kirimkan tagihannya ke gw, dan mulai malam ini lo harus jalani misi lo buat nyelamatin dinda" kevin berdiri dari tempat duduk nya lalu pergi begitu saja meninggalkan velix sendirian dimeja kafe privat itu


Setelah melihat punggung kevin yang lambat laun menghilang membuat velix membuang nafas kasar "hufft.... Padahal ini kesempatan kita buat ngobrol setelah sekian lama, tapi sepertinya lo masih benci gw ya kev? Yah.. Memang sudah takdir sih, gw kehilangan satu-satunya teman yang berharga" gumam velix

__ADS_1


Kevin duduk dikursi kemudi mobilnya menatap sekilas tempat yang tadi ia datangi {maaf vel, gw gak bisa nyelamatin masa depan lo seperti janji kita waktu masih kecil, tapi perbuatan lo disaat terakhir kalinya kita ketemu itu gak bisa dimaafkan sepenuhnya} batin kevin wajahnya mengeras seperti memiliki dendam tertentu


__ADS_2