Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)

Mistery And Kriminal H.I.S (High International School)
saat menghilang


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


flashback onn


3 hari yang lalu....


alicia meninggal kan ruangan kepala sekolah meski hanya akan menjaga dibalik pintu, sedangkan dinda kini hanya berhadapan dengan pak indra didalam ruangan


"ada apa pak?" dinda memulai pembicaraan walau dihatinya masih berharap pak indra segera menghentikan semua hal gila ini


"apakah kamu ingin bertemu dengan sahabatmu?" pak indra lantas to the point, entah apa yang direncanakannya saat ini


setelah mendengar nama orang yang selama ini dia cari sontak membuat dinda dengan cepat menjawab "dimana dia?"


"wah.... nak! nyali mu tinggi juga ya, padahal bisa saja apa yang saya katakan hanya sebuah jebakan" pak indra berusaha membuat dinda bimbang


"saya tidak peduli, yang jelas jika saya masuk kedalam jebakan anda berarti saya juga masuk kedalam zona anda " dinda membalas dengan sebuah senyuman seakan sedang menantang pak indra


"owh...... bukan kah itu beresiko besar bagimu? jika saja kamu masuk ke dalam lingkaran zona saya, itu jelas memberikan keuntungan bagi saya, karena kamu mungkin tidak akan baik-baik saja" pak indra membalas senyuman dinda seakan menerima tantangan dari dinda


"kalau begitu..... bapak pernah baca buku yang didalam nya ada sebuah tindakan kriminal seorang penjahat gk?" dinda berbicara dengan begitu santai tentu saja selalu tersenyum agar tidak terlihat sedang panik


"kalau gk pernah, aku bakalan ceritain sedikit nih pak! intinya tuh....jika kita mencari seseorang yang disekap, berarti yang paling utama adalah kita harus masuk kedalam ruang penyekapan itu sendiri, paling tidak harus berada disekitar tempat itu" lanjut dinda begitu santainya


"hah....!! " pak indra menghela nafas kasar


"begini saja, saya akan menawarkan sesuatu yang menarik untukmu, bagaimana jika kita pergi ketempat teman mu itu? owh... tapi tunggu dulu! tentu saja saya tidak jamin perkataan saya itu benar"


entah mengapa mendengar itu wajah dinda tampak sangat gembira dan begitu antusias, padahal itu berarti dia akan masuk kedalam kandang singa (ibaratnya) bukan singa beneran ya guys!


"baiklah" jawab dinda


"ikut aku"


dinda hanya bisa mengamati pak indra yang sedang mengambil beberapa map di sudut kanan rak-rak berkas nya, tak di sangka memang ada sebuah tombol kecil disana namun jika di lihat sekilas pasti tidak akan menyadari keberadaan tombol itu


"tombol? mungkinkah menuju ruangan rahasia?" tentu saja kata-kata itu tidak langsung terucap hanya bisa dinda ucap kan didalam hati


clickk...!


tiba-tiba saja lemari rak berkas tersebut terbelah dan tergeser menuju dua arah yang berbeda (kanan dan kiri) memperlihatkan pintu yang selama ini tersembunyi dibalik lemari tersebut

__ADS_1


dinda masih mengamati sampai ia dipersilakan masuk oleh pak indra


"temanmu ada di dalam sini" ucap pak indra


tentu saja sebenarnya dinda tidak percaya dengan ucapan pak indra, meski begitu dinda dengan sengaja masuk dan berpura-pura percaya


langkah demi langkah dinda berjalan mengikuti pak indra, terlihat seperti lorong-lorong! pikirnya saat ini


...----------------...


sementara itu di sisi lain.....


alicia masih setia menunggu didepan pintu, selama tidak ada teriakan atau pun tanda-tanda dinda memanggilnya maka dia tidak akan meninggalkan tempat itu


tiba-tiba....


Bushh....!!!


seketika asap mulai bermunculan dan memenuhi lorong-lorong


"ini...! " {ucap alicia menyadari bahaya yang sedang mereka hadapi}


Alicia segera menutup hidung dan mulutnya, serta menahan nafas selama beberapa detik, berharap bisa bertahan dari asap yang diduga sebagai obat tidur itu


"Gawat.........! Dinda dalam bahaya" {ucap alicia dalam hati}


Alicia lantas membuka pintu ruang kepsek


Crackk......!


Tidak ada seorang pun disana, namun Alicia juga sudah diambang batas


Hingga......


Perlahan Alicia pun kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan


...----------------...


kembali ke sisi lain....(dinda)


dinda masih tetap berjalan di lorong-lorong itu dan terus mengamati banyak pintu yang memenuhi sudut-sudut lorong kanan dan kiri, dinda menghitung pintu-pintu yang ada selama yang ia bisa, sekitar 20 pintu berwarna hitam, 15 pintu berwarna putih, dan 10 pintu berwarna merah

__ADS_1


"pintu-pintu ini..... mungkinkah tempat ini merupakan setengah dari SMA h.i.s? aku sama sekali tidak menduga akan ada tempat sebesar ini yang tersembunyi di balik sekolah yang selama ini aku datangi" dinda terus berbicara didalam hatinya


"padahal di luar dari sini sudah sangat besar mungkin itulah yang membuat kami semua tidak sadar sma h.i.s lebih besar dari pikiran kami " beragam kata muncul dipikiran dinda


"degg!!" langkah pak indra berhenti di depan pintu berwarna hitam sebuah ruangan memecah pikiran dinda yang dari tadi melayang entah kemana


mata mereka sekarang tertuju pada ruangan itu, "mungkinkah alda disini? mungkinkah kami akan bertemu sekarang? pasti sudah lama sekali kamu berada disini dan kesepian"


dinda bertanya-tanya dalam hatinya


"masuklah!!" pak indra buka suara, seketika memecah keheningan yang ada ditempat itu


dinda hanya mengangguk kecil dan benar-benar masuk kedalam ruangan, namun ketika dinda sudah berada didalam


tiba-tiba......


crackk.....! pintu tertutup


dinda terkunci didalam ruangan, meski sudah tau dia sedang terjebak dinda hanya diam dan menghela nafas kasar "huhh.....!"


"ternyata memang benar tidak semudah itu menemukan mu alda, tunggu aku al sekarang aku berada lebih dekat denganmu" dinda hanya bergumam dan memperhatikan sekitar


hanya ada sebuah obor di sudut kiri ruangan sebagai penerangan, sementara disudut lainnya tampak kosong di lengkapi dengan sebuah tikar kecil


"wah....? beneran di persiapin nih?" ucap dinda senyam-senyum sendiri, sekarang dia seakan tuan putri yang di tangkap oleh seorang penjahat yang sadis, bukankah aku orang penting? pikirnya


"eitss....! apaan sih kok aku senyam-senyum sendiri sih? gk boleh seneng!! sekarang aku harus hubungi kak alicia sebelum dia panik dan makin khawatir"


dinda kemudian duduk dan mencoba melepaskan sepatunya untuk mengambil ponsel namun.....belum sempat benar-benar mencopot sepatunya, tiba-tiba saja ada yang membuka pintu membuat dinda mengurungkan niatnya, pura-pura tidak melakukan apapun


crack!! pintu terbuka


sekitar empat orang masuk secara bergantian menghampiri dinda, salah satu diantara mereka membawa sebuah tali


"wahh.... ternyata masih ada beberapa guru yang masih andil dalam kejahatan laki-laki itu ya....! " dinda berbicara dengan nada yang terkesan ketus, dia menyadari tali yang dibawa oleh salah satu guru itu ditujukan untuknya "merepotkan sekali, jika aku diikat pasti akan sangat sulit untuk pergi dari sini dengan leluasa" ucap dinda lagi didalam hati


"hmmm? masih bisa marah-marah? padahal sekarang kamu sedang dalam bahaya loh nak... " balas salah satu guru itu


"masa sih? kalau gitu mari kita lihat beberapa hari kedepan, aku akan mengungkap didepan public tentang kejahatan kalian! " bentak dinda


"kau hanya bisa melakukan itu saat kau bisa keluar dari sini" jawabnya

__ADS_1


BUAT TEMAN-TEMAN TERCINTA YANG PENASARAN BAGAIMANA KELANJUTAN KISAH DINDA YANG SEDANG MENCARI SAHABATNYA DAN BUAT TEMAN-TEMAN TERSAYANG YANG MENYUKAI KARYA AUTHOR JANGAN LUPA VOTE, LIKE ATAUPUN HADIAH 🙏🙏 supaya author lebih semangat buat lanjutin eps berikutnya terimakasih~


__ADS_2