
"owh, kalau begitu.. yaudh, kalian lebih baik nginap dulu disini aja, sepertinya diluar masih berbahaya"{ucap papa nya kevin}
"baiklah"{jawab dinda dan rendy yang hampir bersamaan}
cklik(suara pintu terbuka)
"wah... temen nya kevin mau nginap disini ya pah? mama jadi seneng deh, akhirnya rumah kita jadi ramai lagi"{ucap mamanya kevin yang baru saja membuka pintu ruangan}
"iya mah"{balas papahnya kevin}
"yaudh, kevin antar rendy kekamar ya, dan kamu dinda ikut tante kekamar"{ucap mamanya kevin}
"tapi..."{balas dinda}
"kalau urusan papah gk ush dipikirin tenang aja, dia tidur di kamar tamu"{kekeh mamanya kevin sembari menarik dinda pergi}
"iya tan..."{balas dinda sekilas}
skippp
/malam hari
pukul 00:00
seperti biasa malam terasa sunyi semua penghuni terlelap dari tidur nya hingga....
crang!......(suara pecahan kaca)
crang!....
duar!......(suara tembakan diudara)
__ADS_1
semua orang terbangun dan keluar dari kamar tidur masing-masing
"ada apa ini!?"{ucap papa nya kevin sembari clengak clengok melihat asal suara}
"gk tau pah"{balas kevin yang juga mencari asal suara}
"kalian denger juga?"{ucap mama nya kevin}
"iya tan, tadi terdengar dua kali suara pecahan kaca dan satu kali tembakan diudara"{balas rendy}
"ada yang gk beres nih, ayo kita periksa"{ucap dinda sembari turun ke tangga bawah}
semuanya terbelalak melihat salah satu pelayan yang sedang terbaring bersimpuh darah
"bik!"{ucap mama nya kevin syok sembari mendekati bik inah}
"ya benar, din bawa mama masuk kekamar dan jangan keluar sampai keadaan aman, segera telfon ambulans dan polisi!"{ucap kevin}
"jika terjadi sesuatu pada kami jangan biarkan siapapun masuk kekamar!! jaga mama ya"{lanjut kevin}
"ya"{jawab dinda pasrah}
"maaf aku tidak bisa banyak membantu"{gumam dinda namun sedikit terdengar oleh kevin}
kevin hanya tersenyum hangat kepada dinda seakan memberi isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja
kemudian dinda kembali memapah mamanya kevin yang sedang syok menuju kamar dan melaksanakan perintah dari kevin
belum sempat meninggalkan tangga atas, suara tembakan kembali terdengar disertai suara teriakan
duarr!......
__ADS_1
Aaarrgghh!.....
dinda yang belum meninggalkan semua anak tangga itu kembali berbalik melihat keadaan ia tak bisa diam melihat apa yang terjadi seakan ingin membantu melakukan sesuatu
belum sempat melangkahkan kaki berbalik, kevin sudah menatap tajam ke arah dinda seakan menyuruh dinda untuk tidak ikut campur
"apa yang harus aku lakukan? aku tak bisa berdiam diri disini seakan tidak terjadi apapun, tapi... mama nya kevin juga dalam bahaya jika tetap disini, aku akan membawa nya kekamar dan melihat situasi nanti"{ucap dinda dalam hati}
dinda membatalkan niatnya untuk kembali kebawah, dia melanjutkan perjalanannya menuju kamar
sementara itu.....
"ayo!"{ucap kevin setelah melihat mamanya dan dinda telah pergi menjauh}
mereka bertiga mencari sumber suara tersebut
"kev, sepertinya suara tadi dari ruang tamu deh"{ucap papanya kevin}
"iya pah, kita kesana"{ucap kevin sembari melangkahkan kaki menuju ruang tamu}
papanya kevin dan rendy mengangguk menandakan "ya" sembari mengikuti langkah kevin
terlihat seorang pria terduduk tak berdaya bersimpuh darah di sofa seakan memegang sebuah amplop merah
kevin mengambil amplop tersebut dan memeriksa ternyata ada sebuah surat yang berisi "jangan ikut campur urusanku, jika ingin selamat maka pura-pura lah tidak mengetahui apapun, dan berhentilah mencari tahu lebih dalam"
.
.
thanks
__ADS_1