
"ekhh... gw baru inget! lu kan harusnya ada diluar kota, kok masih disini?"{ucap dinda}
"ya ampun! aku sampai lupa karna panik kita langsung bergegas kesini, tanpa mengingat kalau rendy harusnya gk ada "{lanjut kevin}
"owh itu.. sebenarnya gw salah liat tanggal, hehe.. harusnya sih masih bulan depan perginya"{balas rendy}
"yaelah ren, lu tau gk? kalau aja tadi kami gk panik dan nginget tentang kepergian lo, bisa-bisa babak belur lo dibuat mereka"{ucap dinda}
"iya, maaf"{jawab rendy dengan tawa kecilnya}
"gpp yang penting lu selamat ren, kami jadi lega"{ucap kevin}
"btw, kok kalian tau gw dalam bahaya? trus kalian panik karna apa?"{balas rendy}
"jadi awalnya tuh dinda dipanggil ke ruang kepala sekolah"{ucap kevin}
"trus-trus?"{balas rendy}
"dan................."{ucap kevin}
.
.
"ciee nungguin yak?"{lanjutnya dengan senyum lebarnya}
"hadeuh, nih anak malah ngelawak, gk lucu tau!"{ucap dinda}
"gpp din, lucu kok"{balas rendy dengan tawa kecilnya}
"gimana gw humoris gk?"{ucap kevin kembali dengan senyum lebarnya}
"gk!"{balas dinda singkat}
"hadeuh, gimana sih buat lu tertawa din? susah amat.. lu pake berapa topeng?"{ucap kevin}
"5 juta topeng!"{balas dinda}
"ahaha bisa ae lu din, yakalik pakai 5 juta topeng sekaligus "{ucap kevin}
__ADS_1
"nah tu tau, kalau gw pakai topeng, orang-orang dijalan pasti udh sewot dari tadi"{ucap dinda}
"ikhh kok gitu sih, kan aku cuma bercanda"{balas kevin dengan tawa kecilnya}
"udh-udh gk ush ribut, lanjut ke pembahasan awal"{ucap rendy}
"jadi... pas gw mau ikutin dinda ke ruang kepala sekolah, ekh... bu ririn malah hentiin gw"{ucap kevin}
"lanjut kev, jangan dipotong-potong gw penasaran nih"{ucap rendy yang tengah serius}
"iya-iya sory bro, truss bu ririn bilang ke gw kalau gw gk mau celaka, gw gk boleh terlibat terlalu dalam"{balas kevin}
"Nah... gk sampai disitu aja, bahkan berulang kali para guru ngancam dinda kalau dinda sebenarnya udh ingat semuanya!"{lanjutnya}
"kok lu bisa tau? bukannya cuma dinda yang pergi keruang kepala sekolah?"{ucap rendy}
"karna saat dinda pergi, gw dan dinda sedang dalam keadaan telfonan, jadi gw bisa denger semua yang dikatakan mereka, bahkan gw sempat kesal dan mau nyusul dinda kesana, tapi menurut gw dinda masih bisa ngatasin semuanya"{balas kevin}
"owhhh, trus apa alasan mereka berasumsi bahwa ingatan dinda telah kembali?"{ucap rendy}
"rekaman cctv"{balas dinda}
"ya!! saat kita masuk ke ruangan kepala sekolah, ternyata ada cctv tersembunyi disana!"{balas dinda}
"itu berarti..."{ucap rendy}
"mereka udh tau tentang kehadiran lo dan fakta kalau lo sebenarnya masih hidup, bahkan mereka nanyain hubungan lo dan dinda"{lanjut kevin}
"setelah keluar dari sana, kami langsung berfikir bahwa kau sekarang dalam bahaya, dan tentu saja ternyata benar"{ucap dinda}
"SIAL!" {ucap rendy dengan nada kesal}
"selanjutnya apa yang akan kita lakuin?"{balas kevin}
"kev"{ucap rendy}
"ya"{jawab kevin}
"pas lu telfonan ama dinda, lu buat rekaman panggilan gk?"{ucap rendy}
__ADS_1
"oh iya! sampai lupa, handphone gw sebenarnya udh dimodifikasi buat rekam panggilan otomatis!"{balas kevin}
"baguss, itu bisa jadi salah satu bukti bahwa para guru mencoba untuk memprovokasi dinda dan mengancam dinda"{ucap rendy}
"tapi... ini masih belum cukup!"{ucap dinda}
"ya, kita masih harus mengumpulkan bukti lain yang sangat kuat dan tidak bisa dibantah oleh pak indra lagi!"{balas kevin}
"nah, sekarang tugas lo kev buat penyimpanan cadangan dan salinan rekaman itu, agar tidak bisa dimusnahkan dan dihilangkan dengan mudah oleh pak indra"{ucap rendy}
"encer juga otak lu ren"{balas kevin}
"yaelah, gini doang kok, yang terpenting kita harus terus saling bekerja sama"{ucap rendy}
"yoi bro, bersatu kita runtuh bercerai kita teguh"{balas kevin}
"kebalik ngab, harusnya tuh bersatu kita teguh bercerai kita runtuh"{jawab dinda}
"lu mau cerai ama gw din? tega banget sih"{ucap kevin dengan rengekannya}
"nih org bego apa ya? lu dari tadi bengong atau apa? cerai? nikah aja blm! mimpi lo"{balas dinda}
"ikhh, gw kan cuma bercanda"{jawab kevin}
"akhir-akhir ini lu sering banget bercanda, jangan-jangan lu bercita-cita jadi pelawak lagi"{ucap dinda}
"gk! aku tu semalem liat pelawak di tv jadi kek seru aja gitu"{jawab kevin}
"owh, kirain cita-cita lu jadi pelawak, jatuh harga diri bapak lu"{ucap dinda}
"masa bapaknya org terkenal punya perusahaan besar tapi anaknya cuma jadi pelawak? kan jadi lucu"{sahut rendy dengan gelak tawanya}
"udh-udh gk ush terlalu mojokin gw, gw juga punya hati tau"{balas kevin yang kembali ke posisi seriusnya}
.
.
.
__ADS_1
thanks