
Kiyya yang sedang di ambang panik karena merasa ayah nya telah menyadari rencana nya berusaha lari dari sana
pak indra terus mengejar nya,
hingga kiyya tersudut di salah satu ruangan
"jadi anak ayah sendiri nekat untuk memasuk kan ayah ke penjara dengan berbagai cara!?"{bentak pak indra}
"bagaimana dengan ayah? bukankah ayah juga nekat untuk menyiksa semua murid ayah sendiri tanpa ampun hanya demi mencapai sebuah kesuksesan dan sebuah ketenaran?"{balas kiyya}
"hentikan kiyya!! semua ini ayah lakukan demi kamu dan keyy, agar kita bertiga bisa hidup bahagia dan kalian bisa hidup dengan kemewahan"{ucap pak indra meyakinkan kiyya}
"kemewahan? kami tidak butuh kemewahan dari ayah! kami hanya butuh waktu ayah dan kasih sayang dari ayah!"{balas kiyya}
"itu bisa diatur nak, kita bisa menghabiskan waktu bersama, jika kamu mau ayah akan bawa kalian ke luar negeri setiap pekan"{jelas pak indra berusaha membujuk kiyya}
"ayah akan bawa kami ke luar negeri? pulang aja jarang dan sekarang mau ngajak ke luar negeri, bisa-bisa kami di telantar kan di sana"{bantah kiyya}
"kalau begitu apa yang kamu mau nak? agar kita bertiga bisa bahagia bersama seperti dulu lagi?"{ucap pak indra}
"serahkan diri ayah ke kantor polisi dan minta maaf kepada wali dari murid-murid yang menjadi korban, jangan lupa buat konferensi pers tentang sekolah ayah dan ungkap kan semua nya"{jelas kiyya}
"tidak mungkin! jika ayah menyerah kan diri maka ayah akan di hukum mati karena telah melenyap kan murid ayah sendiri"{balas pak indra}
"kalau begitu ayah tidak perlu repot-repot, kami sudah terlanjur benci sama ayah"{balas kiyya}
"apa maksud mu kiyya! ayah sayang sama kalian jadi jangan benci ayah"{ucap pak indra meyakinkan kiyya}
"hahaha! ayah menyayangi kami? jika ayah benar-benar menyayangi kami ayah tidak akan tega menyiksa murid ayah bahkan membunuh nya dengan kejam"{bentak kiyya}
"ayah tau kan? kalau mereka hampir seumuran dengan kami? jika ayah ingat pada kami ayah pasti takut untuk menyiksa murid-murid itu, tidak pernahkah terpikir di kepala ayah bahwa bisa saja anak-anak ayah akan mengalami nasib yang sama seperti yang ayah lakukan pada murid-murid itu? yang mungkin di lakukan pada wali korban yang ingin balas dendam?"{lanjut kiyya}
"maaf kan ayah! ini sudah terjadi tidak ada yang bisa kita lakukan lagi untuk memperbaiki nya"{balas pak indra}
"sebenarnya ada banyak cara untuk memperbaiki nya ayah! hanya ayah yang takut dengan hukuman yang akan di berikan pengadilan pada ayah kan? ayah takut akan disiksa bahkan dibunuh sama seperti yang ayah lakukan pada murid ayah"{ucap kiyya}
"ayah bilang hentikan ini semua kiyya, ayo kita pulang dan melanjut kan kehidupan kita bersama"{balas pak indra}
"semua nya tidak akan sama lagi! aku lebih baik mati dari pada harus hidup bersama orang yang jahat dan keji seperti ayah!"{ucap kiyya sembari membuka jendela ruangan}
"kiyya tutup jendela nya! ini lantai 4 kiyya"{balas pak indra}
__ADS_1
"sudah ku bilang aku akan menggantikan ayah sementara untuk menjalani hukuman! karna aku sayang ayah"{jawab kiyya sembari memanjat jendela itu}
"jika sudah begini ayah tidak punya pilihan lain, maaf kiyya ayah juga sayang sama kalian tapi ayah harus lakukan ini agar kita bisa hidup bersama lagi"{balas pak indra}
pak indra diam-diam memberikan pesan pada anak buah nya dan menyuruh mereka untuk memasang sebuah trampolin di lantai bawah juga siap siaga di sana
" owh... jadi ada trampolin di sana? bagus sih tapi... ada cara lain yang lebih efektif untuk bunuh diri"{balas kiyya}
kiyya kemudian mengambil sebuah pisau yang ada di saku nya
"ini sudah ku persiap kan dari awal untuk berjaga-jaga jika ayah menolak untuk membayar semua yang ayah lakukan" {lanjut kiyya}
kiyya kemudian menggores sedikit leher nya hingga mengeluarkan cairan darah
"kiyya hentikan nak" {ucap pak indra}
"gk akan! " {balas kiyya sembari menodong kan pisau di leher nya sendiri dan melanjut kan bunuh diri nya itu}
pak indra dengan sigap mengambil pisau yang ada di tangan kiyya, kemudian menyuntik kiyya dengan sebuah bius
"a-ayah..... " {ucap kiyya kemudian tak sadar kan diri}
...skipp...
"tunggu dulu ini di mana? " {ucap kiyya}
"ini di gudang bawah tanah" {balas seorang wanita yang juga kaki dan tangan nya terikat oleh tali}
kiyya menatap wanita itu yang tak asing bagi nya
"kau... kau adalah salah satu murid ayah ku yang di bawa pergi oleh guru-guru waktu itu bukan? " {ucap kiyya}
"dia ayah mu? bahkan dia tega membuat putrinya sendiri di kurung seperti ini" {balas wanita itu}
"syukur lah kamu selamat" {ucap kiyya}
"apakah kau tau bagaimana kabar dari ke dua sahabat ku? " {balas wanita itu}
"hmm... maaf tapi... sahabat mu yang terjatuh dari balkon tidak bisa di selamat kan, sedangkan sahabat mu yang satu lagi sekarang mungkin sedang sekarat dan aku tidak mengetahui kabar nya lagi setelah itu" {jawab kiyya}
"aku harap dinda terselamat kan" {balas nya}
__ADS_1
"btw siapa nama mu? " {ucap kiyya}
"nama ku alda, dan kamu? " {jawab alda}
"aku kiyya! " {balas kiyya}
"kiyya, apakah tidak ada jalan bagi kita untuk keluar dari sini? " {ucap alda}
"mungkin ada!" {balas kiyya}
"bagaimana? " {jawab alda}
"saat kamu izin ke toilet gunakan itu untuk meloloskan diri" {ucap kiyya}
"itu sudah berulang kali aku coba namun selalu gagal" {balas alda}
"hmm... apakah kau pernah mencoba cara lain? " {tanya kiyya}
"pernah, aku selalu mencoba berbagai cara untuk keluar dari sini bahkan aku pernah berpura-pura sakit untuk bisa melolos kan diri namun itu pun juga gagal" {jawab alda}
"hmm... pasti ada cara lain" {ucap kiyya}
"mungkin tidak ada, aku hanya ingin mengetahui keadaan sahabat ku saat ini, tapi aku yakin jika dia selamat suatu saat dia akan menemukan ku" {balas alda}
"mengapa kau seyakin itu dia akan kembali?" {ucap kiyya}
"karena dia itu dinda, kau tidak mengenal nya bukan? dia adalah orang yang paling aku kenal, dinda itu pantang menyerah, selalu berbuat nekat dan melakukan hal-hal yang di luar dugaan" {balas alda}
"benarkah itu? waw... berarti dia adalah orang yang luar biasa" {ucap kiyya}
"ya begitulah" {balas alda}
"jika suatu saat kamu bertemu dengan nya, tolong beri tau dia aku baik-baik aja, dan beri tau juga bahwa aku menunggu nya untuk segera menemukan ku" {jawab alda}
"pasti akan aku sampai kan itu" {balas kiyya}
.
.
.
__ADS_1
thanks