
"ikhh...!! Sumpah gw sebel banget ama candaan lo din" alda sedikit menggerutu
"gk usah dibawa serius begitu al" ucap dinda
"ho'oh" balas alda singkat
dinda melanjutkan pekerjaan nya, memasukkan kunci tadi yang sudah ia buat kedalam lubang borgol di tangan alda
Dretttt!! Drettt!!, dinda memutar kunci beberapa kali
hingga....
CRACK!!
"berhasil!" ucap dinda memecah keheningan dari suara manusia
"kaget gw! Sloww...." balas alda
"ya elah, gw cuma ngabari doang" ucap dinda sinis
"ngabarin pun harus pakai aba-aba dong" alda kembali menggerutu
"apa perlu gw ketok pintu? Cuma buat ngabari kalau berhasil?" balas dinda
(padahal cuma perkara bilang "berhasil" tiba-tiba, ekhh... Malah jadi panjang kali lebar) gumam dinda sembari geleng-geleng kepala
"iya-iya deh huh...." ucap alda merasa kalah
"tangan udah bebas jadi tinggal kaki lo yang terakhir" ucap dinda
Alda menjulurkan kaki nya ke arah pangkuan dinda
"gimana? Kira-kira pas gk dengan kunci yang tadi?" ucap alda
"seperti nya bisa kalau di coba beberapa kali, kalau begitu gw mulai ya" balas dinda sedangkan alda hanya mengangguk sekilas
dinda kembali memasukkan kunci tadi ke dalam lubang kunci yang ada diborgol kaki alda, dan menggerakkan dan memutar kan nya beberapa kali
Drrettt! Drrett!!
hingga lima menit setelah nya
CRACKK!!
"Yeayy gw bebas.. aduh!-duh!" Ucap alda kembali terduduk lemas setelah berusaha berdiri secepat mungkin
"Makanya jangan seenak jidat mentang-mentang udah bebas dari borgol bukan berarti langsung bisa jalan dengan normal" balas dinda
"Hehe, g-gw cuma pengen kita bisa pergi dari sini secepatnya" ucap alda melengkungkan mulut nya membentuk senyuman
"Sepertinya itu agak..!" Balas dinda
"Ada apa? Apa ada yang mengganggu pikiran lo saat ini?" Tanya alda
Dinda mengangguk sekilas
"Apa mungkin? Apakah kita akan tertangkap din?" Ucap alda
Dinda menghirup udara dalam-dalam, lalu berjalan terlebih dahulu menuju luar ruangan
__ADS_1
"Hey! Jawab dulu pertanyaan gw! Malah pergi gk jelas ikhh...!" Teriak alda dengan khas omelannya
"Woy! Tuh kan..... kebiasaan aneh nya muncul" lanjutnya
"Diem bisa gk? Ruwet(ribet) amat sih" balas dinda
Mata dinda berkeliling memperhatikan lorong-lorong menengok sekitar
Ukh!!
Dengan tubuh yang lemas alda pergi mendekati dinda yang berdiri didepan pintu
"Lo merhatiin apa?" Ucap alda yang sudah berdiri disamping dinda
"Al, gw boleh nanya sesuatu gk?" Tanya dinda yang masih serius melihat sekitar nya
"Mau nanya apa?" Jawab alda menghadap kearah dinda yang tampak serius itu
"Apa pak indra selalu mengunjungi lo selama ini?" Ucap dinda menatap intens ke arah alda
"Kalau itu... gk sih, pak indra ngunjungi gw cuma seminggu sekali, tapi... kalau guru-guru yang lain hampir tiap 3 jam sekali meriksa gw, kira-kira gitu deh(tidak tau pastinya karena tidak pernah keluar apalagi liat jam)" balas alda
"Hmm...bukan kah seharus nya dari tadi kita sudah ketahuan?" Ucap dinda
Mendengar itu matanya melebar "jangan bilang kalau...!"
"Yah... gw cuma curiga ada yang janggal disini" balas dinda
"Kalau begitu jangan pikirkan semua ini, bukankah bagus jika kita bisa keluar dari sini dengan mudah?" Ucap alda
di tengah pembicaraan itu justru mata dinda melebar kearah kanan lorong-lorong yang gelap gulita
alda melihat ke arah dinda "lo dengerin gw gk sih? Mata lo ngapa jadi gitu?" ucap alda menyipitkan matanya
"gw serius lo abis liat hantu ya?" ucap alda
"beberapa jam yang lalu sih iya tapi..." balas dinda memutar kepalanya lagi kearah kanan lorong itu
"tapi apa?" tanya alda melihat kearah mana dinda menengok
"beberapa detik yang lalu alias barusan gw ngelihat bayangan hitam" ucap dinda masih berusaha melihat intens diantara kegelapan
alda kembali menyipitkan matanya di arah kegelapan itu mencoba fokus mencari sesuatu yang dimaksud dinda
LIMA, EMPAT, TIGA, DUA, SATU. Beberapa detik kemudian bayangan itu benar-benar bergerak menjauh perlahan hampir menghilang diantara kegelapan
"gawat! Dia kabur, ayo al kita harus mengejarnya sebelum benar-benar pergi menghilang!" dinda berlari sekuat tenaga kearah lorong-lorong yang gelap namun ia melupakan sesuatu yang sangat penting yaitu (alda belum pulih sepenuhnya)
WUSHHH....
Dinda benar-benar sudah jauh dari alda
"heh? Gw ditinggalin? Akhh... Gilak sih, terpaksa gw pakai energi yang tersisa" gumam alda berusaha menyusul dinda dengan sekuat tenaga
TAK! TUK! TAK! TUK!
suara pijakan langkah kaki bergema di seluruh penjuru lorong-lorong memecah keheningan
DEG!!
__ADS_1
dinda disusul alda berhenti didalam sebuah ruangan
"HOSH! HOSSH!...."
"huh... Ngapain lo ngos-ngosan kek gitu, HOSH...?" ucap alda
"idih barusan, HOSHH.. Lo, HOSHH.. Juga HOSH" balas dinda
"bayangan tadi kemana?" ucap alda memperhatikan sekitar
"itu... Sepertinya ini jalan buntu" ucap dinda
tiba-tiba...
WUSH...!!
dengan sigap dinda menoleh ke arah belakang, seketika matanya melebar
"gawat!" teriak dinda
DRACKK!! Pintu tertutup dengan sangat kuat
"sial!" ucap dinda
mendengar keributan yang dihasilkan oleh pintu dan ocehan dinda membuat alda menoleh kearah belakang
"a-apa?" ucap alda memperhatikan pintu yang sudah tertutup rapat itu
"KITA DI JEBAK!" balas dinda dengan mata yang menyala-nyala
"dijebak? Jangan-jangan itu adalah orang suruhan pak indra" jawab alda
"tidak ada kemungkinan selain itu, sebab yang mengetahui dan sangat paham dengan seluk beluk tempat ini hanya mereka" balas dinda
"padahal baru aja gw senang bisa bebas" ucap alda dengan memasang wajah memelas
"tapi ada yang mengganggu pikiranku" ucap dinda
"apa itu?" balas alda
"orang itu seharusnya langsung menangkap kita begitu saja, sebab kita kan cuma siswi sma biasa sedangkan dia terlihat lebih kuat dibandingkan kita, tapi justru... Dari tadi dia hanya mengawasi dari kejauhan tanpa melukai dan malah membawa kita ke tempat ini" ucap dinda
"maksudmu?" balas alda
"orang itu sengaja agar kita berada ditempat ini, entah apa alasannya" jawab dinda sembari berjalan mengelilingi ruangan dan memperhatikan dengan intens
"berarti ada sesuatu ditempat ini ya, jika begitu kemungkinan dia berada dipihak kita dong?" balas alda
"hmm... Tidak sepenuhnya benar" jawab dinda
Dinda menyentuh dinding-dinding ruangan itu mencoba mencari sesuatu yang mungkin menarik perhatiannya saat ini
"gw ingat bu ririn pernah bilang jalan keluar dari tempat ini yaitu sebuah tombol yang disembunyikan diantara tembok-tembok yang terlihat polos, mungkin saja yang seperti itu juga ada disekitar tempat kita sekarang" jelas dinda
mendengar tidak ada jawaban dari alda, membuat dinda menoleh kebelakang
"al...!" dinda berlari kearah alda yang tumbang dilantai tergeletak lemah
"lo gpp kan?" ucap dinda mencoba memangku kepala sehabatnya itu
__ADS_1
"iiya gw gpp kok, cuma lemes aja dikit" balas alda sayup-sayup
"syukurlah...!" jawab dinda