
"bagaimana bisa kalian bertiga menerobos masuk keruanganku dan apa tujuan kalian sebenarnya?"{bentak pak indra}
"tujuan? kami sama sekali tidak memiliki niat dan tujuan yang jahat!"{balas dinda}
"sekarang jelaskan mengapa kalian masuk keruanganku!"{bentak pak indra}
dinda menarik nafas perlahan ia menenangkan pikiran kacaunya dan menjawab pertanyaan pak indra
"kami sedang mencari sebuah berkas pak!"{ucap dinda}
"berkas…? berkas apa?"{jawab pak indra}
"berkas tentang adiknya rendy"{ucap dinda tenang}
"adiknya rendy? kenapa?"{balas pak indra}
"sebenarnya kami tidak sengaja bertemu dengan rendy di gerbang sekolah, dan ia mengatakan bahwa ia sedang mencari berkas masa terakhir bersekolah adiknya untuk melengkapi semua dokumen kematian adiknya"{alibi dinda}
"rendy sedang terburu-buru, karna bapak tidak ada diruangan jadi… kami memutuskan untuk menerebos masuk, dan pergi seperti tidak pernah kemari agar kami tidak dihukum"
"apakah dia mengatakan sesuatu tentang kejadian pasca kematian adiknya itu?"{ucap pak indra}
"tidak, bahkan kami sama sekali tidak tau bagaimana keadaan adiknya saat meninggal"{ucap dinda meyakinkan}
"baiklah, semuanya sudah jelas... kau boleh pergi!"{balas indra}
dinda kemudian pergi meninggalkan ruangan
sementara itu... pak indra merasa ada yang janggal dari semua ini
"apa yang terjadi? mengapa dinda dan rendy bisa saling kenal? apakah hanya sebuah kebetulan?"{gumam indra}
"aku harus segera melenyapkan nya agar tidak membocorkan dan menghalangi semua rencanaku!"{lanjutnya}
indra kemudian mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang
"ada tugas untuk kalian!"
"............"
" singkirkan orang yang bernama rendy!"
"..........."
"secepatnya!"
"............"
"baiklah, aku tunggu kabar selanjutnya"
"..........."
__ADS_1
indra kemudian menutup telfonnya
"ada apa pak?"{ucap irfan}
"kita harus melenyapkan rendy terlebih dahulu, dia adalah ancaman bagi kita"{balas indra}
"baik...jika itu keputusanmu, kami permisi dulu"{ucap bima}
para guru kemudian meninggalkan ruangan pak indra
sementara itu disisi lain
setelah keluar dari ruangan pak indra, dinda kemudian pergi menuju kelasnya yang ternyata telah disambut oleh kevin yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka dari telfon dan menunggu didepan kelas
"hmm... apakah kau baik-baik saja?"{ucap kevin memastikan}
"ya gw baik"{balas dinda}
"jadi, sekarang bagaimana?"{ucap kevin}
"sekarang rendy dalam bahaya! pak indra telah mengetahui bahwa rendy masih hidup dan sekarang aku yakin pasti pak indra telah mengerahkan anak buahnya untuk menyerang rendy!"{ucap dinda}
"aku mengerti, berarti kita juga harus memikirkan keselamatan rendy"{balas kevin}
"ya!"{ucap dinda}
"kita harus menghampiri rendy dan memeriksa keadaannya!"{kekeuh dinda}.
"baiklah, ayo!"{balas kevin}
*perusahaan rendy*
"ini perusahaanya kev?"{ucap dinda}
"ya! dari cerita rendy yang pernah aku denger sih disini tempatnya"{balas kevin}
belum sempat keduanya turun dari mobil, mereka melihat rendy yang sedang keluar lalu dikepung oleh beberapa bodyguard berbadan kekar
"kev!! rendy dalam bahaya!"{ucap dinda}
"kamu tunggu disini! aku akan bantuin rendy, kalau terjadi sesuatu bawa mobilku dan pergi sejauh mungkin dari sini!"{ucap kevin sembari memberikan kunci mobilnya}
.
.
dinda hanya diam seakan setuju karna tidak ada gunanya membantah, jika ia kesana hanya akan menjadi beban bagi rendy dan kevin
rendy yang berusaha membela dirinya pun dibantu oleh kevin, seakan mereka sedang ada di medan perang tanpa senjata
beberapa menit pun berlalu, keduanya terlihat hampir kewalahan melawan bodyguard-bodyguard itu, bukan hanya badan yang kekar tapi jumlahnya pun banyak
__ADS_1
.
.
"gw harus ngelakuin sesuatu!"{gumam dinda sembari meletakkan tangannya dikening seakan tengah berfikir}
"gw tau, ini bakalan buat ortu lu khawatir tapi... tidak ada cara lain, MAAF!!"{lanjutnya}
dinda kemudian mengambil ponsel yang ada didalam mobil dan menghubungi seseorang
"halo om"{ucap dinda panik}
"................."
"maaf om, harus ngabarin hal ini... tapi... kevin dalam bahaya!"{ucap dinda}
"................"
"ada beberapa bodyguardh jumlahnya cukup banyak, mereka terus menyerang kami om, saya harus ngapaian?"{ucap dinda}
"..................."
"baiklah, makasih om"{ucap dinda}
".......... .........."
dinda kemudian menutup telfonnya
"gw harap semuanya baik-baik saja!"{gumam dinda}
beberapa menit kemudian terlihat dua mobil hitam menghampiri mereka, turun beberapa bodyguardh yang tak kalah kekar dari mereka bahkan jumlahnya lebih banyak sebagai bala bantuan rendy dan kevin
"gawat! kita kalah jumlah"{ucap salah satu bodyguardh yang menyerang kevin dan rendy}
"ya!! kita harus mundur ayo!"{balas temannya lalu pergi}
orang-orang yang menyerang mereka pun kini telah pergi
"huffttt makasih kev, din,"{ucap rendy yang masih ngos-ngosan}
"ya sama-sama, nih mending kalian minum dulu"{ucap dinda sembari memberikan dua botol air putih}
"terimakasih"{ucap keduanya sembari mengambil botol air yang diberikan dinda kepada mereka}
glukk glukk
teguk keduanya
.
.
__ADS_1
.
thanks